Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Lembaga Baru yang Diresmikan Prabowo

URI akan membangun 10 kampus dan menyiapkan pemimpin untuk pemerintahan serta BUMN.

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, dan Wakil Gubernur URI Yos Sunitiyoso. (Foto: Biro Sekretariat Presiden/detik)

Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, dan Wakil Gubernur URI Yos Sunitiyoso. (Foto: Biro Sekretariat Presiden/detik)

Intiperistiwa.com – Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Donny Ermawan, menjelaskan tugas lembaga yang baru Presiden Prabowo Subianto lantik. Ia menyampaikan penjelasan tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Menurut Donny, URI akan menyiapkan calon pemimpin masa depan. Selain itu, lembaga tersebut akan memperkuat sistem pendidikan nasional secara terintegrasi.

Donny mengatakan Presiden Prabowo ingin menyatukan berbagai jenjang pendidikan dalam satu ekosistem. Program itu mencakup pendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi, hingga pemerintahan. Karena itu, pemerintah ingin membangun sistem pembinaan yang lebih terpadu. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kualitas sumber daya manusia terus meningkat.

Terintegrasi dengan Sekolah Unggulan Garuda

Donny menjelaskan URI akan terhubung dengan Sekolah Unggulan Garuda. Selain itu, pemerintah juga akan mengintegrasikan URI dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Selanjutnya, pemerintah berencana membangun 10 kampus URI di berbagai daerah. Menurut Donny, seluruh program itu bertujuan menyiapkan pemimpin bagi pemerintahan dan BUMN.

Ia juga menjelaskan struktur organisasi URI. Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan akan berada di bawah Gubernur URI. Selanjutnya, badan tersebut akan membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan LAN. Karena itu, koordinasi antarlembaga akan berjalan lebih terarah.

Baca Juga :  Jadwal Seleksi Kompetensi Tambahan Sekolah Rakyat 2026, Cek di Sini

Donny menambahkan pemerintah akan memperkuat fungsi LAN. Selain membina aparatur sipil negara, LAN juga akan menyiapkan sumber daya manusia bagi BUMN. Dengan demikian, lembaga tersebut memiliki peran yang lebih luas. Pemerintah berharap langkah itu mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan nasional.

Sudah Latih Ratusan Pegawai BUMN

Donny mengungkapkan URI sudah mulai menjalankan program kerjanya. Saat ini, URI membina dan melatih 399 pegawai baru BUMN. Program tersebut bertujuan membentuk pemimpin yang berkarakter dan berintegritas. Sementara itu, pemerintah akan membiayai seluruh kegiatan URI melalui APBN.

Pemerintah akan membangun kampus utama URI di Bogor. Lokasi tersebut berada di bekas lahan perkebunan sawit milik PTPN. Namun, untuk sementara, URI menjalankan aktivitasnya di gedung Kementerian BUMN, Jakarta. Selain itu, Donny menegaskan URI akan menghasilkan lulusan bergelar sarjana seperti perguruan tinggi lainnya.

Mencontoh Model Pendidikan Kepemimpinan Dunia

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pemerintah membentuk URI untuk mencetak calon pemimpin bangsa. Selain itu, pemerintah mengadopsi konsep pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara. Menurut Prasetyo, pemerintah telah menyiapkan konsep tersebut sejak lama. Namun, pemerintah baru meresmikannya pada waktu yang tepat.

Baca Juga :  5 Gua Terbesar dan Terpanjang di Dunia, Ada yang Bisa Muat Gedung 40 Lantai

Prasetyo mencontohkan Prancis yang memiliki lembaga pendidikan kepemimpinan khusus. Lembaga tersebut dahulu bernama École Nationale d’Administration (ENA). Kini, pemerintah Prancis mengubah namanya menjadi Institut National du Service Public (INSP). Lembaga itu menyiapkan calon pejabat untuk berbagai jabatan strategis.

Menurut Prasetyo, banyak pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah pernah mengikuti pendidikan tersebut. Karena itu, pemerintah ingin menerapkan konsep serupa di Indonesia. Pemerintah berharap para calon pemimpin memiliki kemampuan teknis yang kuat. Selain itu, mereka juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.

Prasetyo menegaskan setiap pejabat menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas utama. Selanjutnya, URI akan menjadi salah satu pusat pembinaan kepemimpinan nasional. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap lahir pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa nasionalis. (iD/*)

Berita Terkait

Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang
Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA
Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Penjelasan Tiga Menteri
Kemdiktisaintek Tegaskan Kuliah Tetap Berjalan di Tengah Karhutla, Ini Penyesuaian bagi Kampus
Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya
Danantara Siapkan Beasiswa bagi 800 Mahasiswa dan Akses Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Siap-Siap! HP Gratis dan Rekening Digital dari Pemerintah, Ini Syaratnya
Fauzan Mahesa Firdaus, Siswa MAN 1 Sungai Penuh Juara 1 OMI 2026 dan Wakili Jambi ke Tingkat Nasional
Berita ini 45 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Penjelasan Tiga Menteri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kemdiktisaintek Tegaskan Kuliah Tetap Berjalan di Tengah Karhutla, Ini Penyesuaian bagi Kampus

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya

Berita Terbaru