Intiperistiwa.com – Pemerintah memperbesar cakupan pendidikan lanjutan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini menyediakan tempat bagi 150.000 guru. Program RPL 2026 juga menjangkau pendidik yang mengajar pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Melalui mekanisme tersebut, guru dapat melanjutkan pendidikan dengan memanfaatkan pengalaman belajar yang sudah mereka jalani.
Angka penerima tahun ini jauh lebih besar daripada alokasi pada tahun sebelumnya. Saat itu, pemerintah hanya mencakup 12.500 guru melalui program tersebut. Kenaikan kuota itu berkaitan dengan upaya memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Aturan tersebut menetapkan sarjana atau diploma empat sebagai kualifikasi akademik minimal bagi guru.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menjelaskan arah perluasan program tersebut. Ia menekankan bahwa pendidikan lanjutan bagi guru tidak berhenti pada kesetaraan ijazah. Menurut Fajar, program itu juga perlu mendorong perkembangan kemampuan teknis dan pedagogis guru. Ia menyampaikan pandangan tersebut ketika memberi kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung.
”Harapan kita, ini bukan hanya formalitas mengikuti PKA dan mendapat setara S1, melainkan juga harus berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas serta kompetensi para guru kita,” ujar Fajar saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, Senin (21/9/2026).
Program RPL 2026 Memanfaatkan Pengalaman Guru
Rekognisi Pembelajaran Lampau membantu mempercepat proses pendidikan guru melalui pengalaman yang sudah mereka miliki. Dalam skema itu, perguruan tinggi dapat menghitung pengalaman mengajar sebagai satuan kredit semester atau SKS. Pelatihan formal maupun nonformal yang pernah guru jalani juga dapat menjadi bagian dari perhitungan tersebut. Dengan cara itu, guru dapat menempuh pendidikan dalam waktu lebih singkat.
Fajar mengatakan jumlah guru yang belum menyelesaikan S1 atau D4 masih mencapai ratusan ribu orang. Mereka tersebar di berbagai daerah dengan kondisi yang berbeda. Keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu persoalan yang mereka hadapi. Di samping itu, faktor geografis dan kendala finansial turut menghambat proses pendidikan mereka.
Karena itu, Kemendikdasmen memasukkan percepatan pendidikan guru sebagai salah satu program prioritas. Pemerintah membuka kesempatan tersebut untuk berbagai jenjang pendidikan. Sasaran program mencakup PAUD, sekolah dasar, serta sekolah menengah. Penguatan kemampuan guru PAUD juga mendapat perhatian karena tahap tersebut menjadi fondasi karakter dan literasi anak usia dini.
Guru Menjadi Bagian Penting dalam Transformasi Pendidikan
Fajar menyebut guru sebagai aktor utama dalam proses transformasi pendidikan nasional. Menurut dia, perubahan pendidikan membutuhkan perhatian terhadap kapasitas para pendidik. Karena itu, pemerintah berharap pendidikan tinggi dapat memperkuat kemampuan guru. Peningkatan tersebut diharapkan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada peserta didik.
Dalam kesempatan yang sama, Fajar memberikan apresiasi kepada guru senior yang tetap melanjutkan pendidikan. Mereka tetap mengikuti proses belajar meski usia sudah tidak lagi muda. Kehadiran guru senior tersebut juga diharapkan memberi contoh kepada generasi muda. Fajar mengaitkan semangat itu dengan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.
”Usia bukan hambatan untuk mencari ilmu. Para guru ini membuktikan bahwa semangat belajar bisa terus menyala,” tutur Fajar.
Pemerintah kemudian mengandalkan kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan membantu mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik guru secara nasional. Selanjutnya, pemerintah menargetkan pemerataan mutu pendidikan melalui pemenuhan kualifikasi tersebut. (iD/*)
FAQ Program RPL 2026
1. Berapa kuota Program RPL 2026 untuk guru?
Pemerintah menyediakan kuota bagi 150.000 guru pada tahun ini. Jumlah tersebut mencakup guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4. Selain itu, program juga menjangkau pendidik pada jenjang PAUD. Sebelumnya, program hanya mencakup 12.500 guru.
2. Bagaimana Program RPL 2026 membantu guru kuliah S1 atau D4?
Skema RPL memungkinkan perguruan tinggi menghitung pengalaman mengajar sebagai SKS. Pelatihan formal dan nonformal yang pernah guru ikuti juga dapat masuk dalam perhitungan. Karena itu, guru dapat menempuh masa pendidikan yang lebih singkat. Proses tersebut tetap memperhatikan mutu capaian pembelajaran.
3. Guru jenjang apa yang mendapat kesempatan melalui program ini?
Pemerintah membuka program tersebut bagi guru dari berbagai jenjang pendidikan. Kesempatannya mencakup PAUD, sekolah dasar, hingga sekolah menengah. Program tersebut menyasar guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4. Dengan demikian, cakupannya meliputi beberapa jenjang pendidikan.
4. Mengapa pemerintah memperluas Program RPL 2026?
Pemerintah memperluas program untuk mempercepat pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Aturan tersebut menetapkan kualifikasi akademik minimal sarjana atau diploma empat. Pemerintah juga melihat masih ada ratusan ribu guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4. Karena itu, Kemendikdasmen menjalankan percepatan pendidikan guru sebagai salah satu program prioritas.











Komentar