Intiperistiwa.com — Mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada proses belajar mengajar di kelas. Pengelolaan program, layanan pendampingan peserta didik, kelengkapan administrasi, serta keterlibatan komite turut mendukung penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Karena itu, evaluasi terhadap berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kualitas layanan pendidikan.
Selain meninjau kelengkapan dokumen, evaluasi juga memberi kesempatan kepada madrasah untuk menjelaskan pelaksanaan program beserta bukti pendukungnya. Dengan cara ini, proses penilaian dapat membantu mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan dan bagian yang masih membutuhkan perbaikan. Hasil evaluasi juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi madrasah untuk menyusun langkah pengembangan secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, MTsN 2 Sungai Penuh menjalani visitasi akreditasi selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu, 9–10 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian terhadap penyelenggaraan pendidikan dan kesesuaian pelaksanaan program madrasah dengan standar yang berlaku.
Visitasi Akreditasi MTsN 2 Sungai Penuh Libatkan Dua Asesor
Tim asesor yang terdiri atas Drs. Yusrizal dan Wulandari Vitaloka, S.Pd., M.Pd., melaksanakan rangkaian pemeriksaan selama visitasi. Mereka meninjau dokumen, memverifikasi pelaksanaan program, serta mewawancarai sejumlah unsur madrasah untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan.
Pada tahap pemeriksaan program pembelajaran, tim asesor mewawancarai guru dan menelaah dokumen pendukung. Selain itu, mereka memverifikasi program serta pelaksanaan Bimbingan dan Konseling (BK), yang menjadi salah satu aspek dalam rangkaian evaluasi.
Tim asesor juga memeriksa dokumen Media Center dan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara madrasah dan berbagai mitra kerja sama. Pemeriksaan tersebut melengkapi peninjauan terhadap dokumentasi program dan hubungan kemitraan yang dijalankan MTsN 2 Sungai Penuh.
Asesor Gali Keterlibatan Komite Madrasah
Selain memeriksa dokumen dan program, tim asesor mewawancarai komite madrasah. Melalui wawancara tersebut, mereka menggali informasi mengenai dukungan, peran, serta keterlibatan komite dalam penyelenggaraan pendidikan di MTsN 2 Sungai Penuh.
Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada pihak madrasah untuk menunjukkan program yang telah dijalankan beserta bukti pelaksanaannya. Dengan demikian, proses visitasi mencakup peninjauan dokumen sekaligus penggalian keterangan dari unsur yang terlibat dalam kegiatan pendidikan.
Seluruh rangkaian tersebut mendukung proses evaluasi terhadap pelaksanaan program madrasah. Namun, sumber informasi mengenai kegiatan ini belum mencantumkan hasil akhir atau peringkat akreditasi MTsN 2 Sungai Penuh.
Visitasi Jadi Bahan Perbaikan Mutu Pendidikan
Melalui visitasi akreditasi, MTsN 2 Sungai Penuh diharapkan memperoleh evaluasi yang objektif sebagai bahan perbaikan dan pengembangan madrasah secara berkelanjutan. Evaluasi tersebut dapat membantu pihak madrasah meninjau pelaksanaan program dan menentukan aspek yang perlu ditingkatkan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan profesional. Upaya tersebut juga berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik melalui pengembangan layanan pendidikan secara berkesinambungan.
Dengan demikian, visitasi akreditasi menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Sungai Penuh dalam mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan mendorong peningkatan mutu madrasah. (iD/*)











Komentar