Atlet Indonesia Asal Papua Pecahkan Rekornas 17 Tahun di Filipina

Lemparan 44,72 meter membawa Kresensia Mobok Ndiken mencetak sejarah baru.

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kresensia Pecahkan Rekornas 17 Tahun di Filipina, Atlet Papua Kian Bersinar. (Foto: Dok. Papua Athletics Center/kompas)

Kresensia Pecahkan Rekornas 17 Tahun di Filipina, Atlet Papua Kian Bersinar. (Foto: Dok. Papua Athletics Center/kompas)

Intiperistiwa.com – Kresensia Mobok Ndiken mengharumkan nama Indonesia di Filipina. Atlet asal Merauke itu memecahkan rekor nasional lempar lembing putri U-20. Ia mencatat prestasi tersebut pada The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026.

Kresensia membukukan lemparan sejauh 44,72 meter pada hari pertama lomba. Catatan itu melampaui rekor Ayu Ariandani sejauh 43,20 meter. Rekor tersebut bertahan sejak 2009 atau selama 17 tahun.

Kresensia lahir dari keluarga atlet berprestasi. Ayahnya, Timotius Sokai Ndiken, merupakan legenda atletik Indonesia. Ia meraih emas dan memecahkan rekor dasa lomba SEA Games 1993.

Konsistensi Kresensia Berbuah Manis

Prestasi di Filipina memperpanjang tren positif Kresensia sepanjang 2026. Sebelumnya, ia meraih perunggu pada Singapore Open 2026. Saat itu, ia mencatat lemparan sejauh 41,15 meter.

Selanjutnya, Kresensia merebut emas pada Jatim Open 2026. Ia membukukan lemparan terbaik sejauh 40,44 meter. Kini, pencapaiannya semakin mengukuhkan potensinya.

Kresensia menjalani pembinaan di Papua Athletics Center atau PAC. Program tersebut membina atlet muda Papua secara berkelanjutan. Hasil pembinaan kini mulai terlihat nyata.

PB PASI Soroti Pembinaan Papua

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi pencapaian Kresensia. Menurutnya, prestasi itu membuktikan kualitas pembinaan yang terarah. Ia juga menilai Papua memiliki talenta luar biasa.

Baca Juga :  Rekomendasi Laptop Lenovo Tipis dan Ringan 2026, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Mobilitas Tinggi

“Rekor yang bertahan 17 tahun akhirnya pecah. Torehan medali ini membuktikan potensi Papua berkembang melalui pembinaan terstruktur,” ujar Luhut.

Selain itu, Luhut menyoroti kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia. Kerja sama tersebut berjalan melalui Papua Athletics Center. Sinergi itu menopang masa depan atletik Indonesia.

PAC Bawa Pulang Empat Medali

Kontingen PAC mengirim tujuh atlet ke Filipina. Mereka berhasil mengumpulkan empat medali dari berbagai nomor. Raihan itu terdiri atas dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Elizabeth Martha Putri Baminggen meraih emas tolak peluru senior putri. Ia mencatatkan lemparan sejauh 13,24 meter. Kristostomus Kaize juga menyumbang emas bagi Indonesia.

Kristostomus menjuarai lempar lembing putra U-18. Ia mencatat lemparan terbaik sejauh 65,72 meter. Prestasi itu mempertegas kualitas atlet binaan PAC.

Sementara itu, Silfanus Ndiken mempersembahkan medali perunggu. Ia mencatat jarak 67,81 meter pada lempar lembing senior putra. Hasil tersebut hadir pada hari ketiga kejuaraan.

Baca Juga :  Ronaldo Cetak Gol, Portugal Comeback Tekuk Kroasia 2-1 dan Tantang Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026

Kompetisi ini juga memperkaya pengalaman atlet muda lainnya. Demianus Yenjau finis keempat pada 2.000 meter steeplechase U-18. Imanuel Yewen menempati posisi kesembilan nomor 1.500 meter U-18.

Mandala Putra Rumaikewi turut merasakan atmosfer persaingan internasional. Ia tampil pada nomor sprint 100 meter senior. Selain itu, ia juga berlaga di nomor 200 meter.

Komitmen Jaga Regenerasi Atlet

Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, memuji capaian para atlet. Ia menilai hasil tersebut mencerminkan kualitas pembinaan PAC. Prestasi itu lahir melalui proses yang konsisten.

“Keberhasilan Kresensia dan atlet lainnya menunjukkan kualitas pembinaan PAC,” kata Claus. Ia menilai kompetisi internasional sangat penting bagi atlet muda. Ajang tersebut mengasah mental sekaligus mengevaluasi latihan.

Claus menegaskan komitmen menjaga kesinambungan pembinaan atlet Papua. PT Freeport Indonesia terus bekerja sama dengan PB PASI. Mereka ingin melahirkan generasi baru atletik Indonesia.

Menurut Claus, talenta Papua memiliki peluang besar berprestasi. Karena itu, pembinaan harus berjalan berkelanjutan. Dengan demikian, atlet Papua siap menjadi tulang punggung Indonesia di masa depan.(id/*)

Berita Terkait

MTsN 4 Kerinci Raih Juara 1 Tenis Meja Ganda Putri di KOMPAS 2026
Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2030: Timnas Indonesia Diperkirakan Langsung ke Putaran Kedua
Real Madrid Menang 1-0 atas Villarreal, Gol Vinicius Dianulir dan Berujung Kartu Merah
Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Usai Juara ASEAN Cup
Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Malaysia Sabet Peringkat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026
Zivanna Qinara, Siswi MTsN 6 Kerinci Raih Medali Emas Taekwondo Porprov 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

MTsN 4 Kerinci Raih Juara 1 Tenis Meja Ganda Putri di KOMPAS 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Kualifikasi Piala Dunia 2030: Timnas Indonesia Diperkirakan Langsung ke Putaran Kedua

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Real Madrid Menang 1-0 atas Villarreal, Gol Vinicius Dianulir dan Berujung Kartu Merah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Usai Juara ASEAN Cup

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas

Berita Terbaru