Terungkap! Kejagung Bongkar Dugaan Cuan dan Markup Fantastis di Kasus Korupsi MBG

Kejagung mengungkap dugaan keuntungan miliaran rupiah per hari hingga penggelembungan anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis.

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung Bongkar Dugaan Cuan dan Markup Fantastis di Kasus Korupsi MBG. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT/cnnindonesia)

Kejagung Bongkar Dugaan Cuan dan Markup Fantastis di Kasus Korupsi MBG. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT/cnnindonesia)

Intiperistiwa.com – Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiganya yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Penyidik langsung menahan ketiga tersangka pada Rabu (3/6/2026) setelah menemukan dugaan pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut para tersangka di duga melanggar ketentuan pidana terkait tindak korupsi yang menyebabkan kerugian negara.

“Perkara tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara. Para tersangka di sangka melanggar Pasal 603 dan 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujar Syarief.

Di duga Raup Keuntungan Miliaran Rupiah

Penyidik mengungkap dugaan praktik penyalahgunaan kewenangan dalam proses verifikasi pembentukan yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam skema tersebut, sejumlah yayasan yang menjadi mitra program MBG di duga memiliki keterkaitan dengan para tersangka.

Baca Juga :  Lowongan Kerja SKK Migas 2026 Resmi Dibuka, Tersedia 35 Formasi untuk Lulusan S1

Menurut Kejagung, program MBG seharusnya melibatkan yayasan independen di setiap sekolah. Namun, hasil penyelidikan justru menemukan sejumlah yayasan terafiliasi dengan pihak internal BGN.

“Yayasan yang di tunjuk sebagai mitra SPPG di duga terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN,” kata Syarief saat konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan.

Selain itu, penyidik menduga para tersangka memanfaatkan pengaruh jabatan untuk mengatur proses verifikasi mitra melalui portal resmi BGN. Akibatnya, sejumlah yayasan tetap lolos meski tidak memenuhi syarat administrasi maupun ketentuan program.

Kondisi tersebut di duga membuka jalan bagi para tersangka untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. Kejagung menyebut nilai keuntungan yang mengalir dari yayasan-yayasan itu mencapai miliaran rupiah setiap hari.

Dugaan Markup Pengadaan Barang

Tak hanya soal afiliasi yayasan, penyidik juga menemukan dugaan penggelembungan anggaran dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan BGN.

Salah satu pengadaan yang menjadi sorotan yakni motor listrik sebanyak 21.801 unit. Penyidik menilai pengadaan tersebut tidak sesuai kebutuhan program di lapangan.

Baca Juga :  Ilmuwan Berhasil Rancang Virus Menggunakan AI, Terobosan Baru atau Ancaman?

Selain itu, Kejagung juga mendalami pengadaan sekitar 32 ribu pasang sepatu dengan nilai anggaran mencapai Rp1 triliun. Penyidik menduga terjadi markup harga dalam proses pengadaan tersebut.

“Penyusunan kerangka acuan kerja tidak di sesuaikan dengan kebutuhan riil sehingga memicu markup harga pengadaan,” jelas Syarief.

Penyidik turut menemukan dugaan penggelembungan harga pada pengadaan tablet dan televisi berukuran 75 inci. Pengadaan tablet mencapai lebih dari 31 ribu unit, sedangkan televisi tercatat sebanyak 5.400 unit.

Menurut Kejagung, pengadaan tersebut tidak sesuai ketentuan dan berpotensi memperbesar kerugian negara.

Kejagung Dalami Aliran Dana

Saat ini, Kejagung masih terus mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri aliran dana yang di terima para tersangka. Penyidik juga masih menghitung total kerugian negara akibat dugaan korupsi dalam program MBG tersebut.

Selain memeriksa dokumen pengadaan, penyidik turut mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. (id/*)

Berita Terkait

Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya
Danantara Siapkan Beasiswa bagi 800 Mahasiswa dan Akses Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Siap-Siap! HP Gratis dan Rekening Digital dari Pemerintah, Ini Syaratnya
Gaji PNS Bakal Disalurkan lewat Koperasi Merah Putih, Ini Rencana Kemenkop
Perpres Perkuat Aturan Ojol, Tiga Kementerian Bersinergi Tingkatkan Perlindungan Pengemudi
Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp 824 Triliun, Menkeu Ungkap Rencana Sekolah Gratis
Pembayaran Pensiun PNS, TNI, Polri Bakal Berubah pada 2027? Ini Rencana Menkeu
DPR RI Resmi Tetapkan Lima Calon Dewas RRI Periode 2026-2031
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Danantara Siapkan Beasiswa bagi 800 Mahasiswa dan Akses Air Bersih untuk 230 Ribu Warga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Siap-Siap! HP Gratis dan Rekening Digital dari Pemerintah, Ini Syaratnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Gaji PNS Bakal Disalurkan lewat Koperasi Merah Putih, Ini Rencana Kemenkop

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Perpres Perkuat Aturan Ojol, Tiga Kementerian Bersinergi Tingkatkan Perlindungan Pengemudi

Berita Terbaru