Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

RD Kongo mencatat area karhutla terluas, sementara Indonesia berada di posisi ke-39 dunia.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak? (Foto: Ilustrasi/tribratanews.polri)

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak? (Foto: Ilustrasi/tribratanews.polri)

Intiperistiwa.com – GWIS mencatat karhutla dunia menghanguskan 112,3 juta hektare lahan hingga 1 Agustus 2026. Luas area tersebut kira-kira setara dengan gabungan Pulau Kalimantan dan Sumatera. Sementara itu, RD Kongo mencatat area karhutla terluas dengan 13,6 juta hektare. Negara tersebut menempati posisi teratas berdasarkan luas lahan yang mengalami kebakaran.

Analisis data memperkirakan pembakaran musiman secara sengaja memicu sebagian besar karhutla global. Penggunaan api di Afrika sub-Sahara telah lama membantu proses pembersihan lahan. Selain itu, masyarakat menggunakan api untuk mengelola padang rumput dan menyiapkan ladang. Dengan demikian, analisis tersebut mengaitkan banyak karhutla global dengan pola pembakaran musiman.

Kondisi karhutla di Afrika juga menjadi sorotan dalam data tersebut. Karhutla di Afrika terjadi 26 kali lebih banyak daripada Amerika Serikat hingga 2026. Selain RD Kongo, Angola mencatat area karhutla mencapai 7,47 juta hektare. Sementara itu, Sudan Selatan mencatat 6,95 juta hektare, sehingga gabungan keduanya melampaui 14 juta hektare.

Baca Juga :  Lagu Viral "MBG Mas Bahlil Ganteng" Muncul di Film Cek Khodam

10 Negara Paling Terdampak Karhutla di Dunia 2026

GWIS melalui Our World in Data mencatat negara berdasarkan luas area karhutla hingga 1 Agustus 2026. Visual Capitalist kemudian memuat data tersebut dalam daftar negara dengan area kebakaran terluas. RD Kongo menempati posisi pertama dengan luas 13,6 juta hektare. Selanjutnya, Australia berada di posisi kedua dengan 11,8 juta hektare.

  1. RD Kongo – 13,6 juta hektare
  2. Australia – 11,8 juta hektare
  3. Angola – 7,47 juta hektare
  4. Sudan Selatan – 6,95 juta hektare
  5. Republik Afrika Tengah – 6,01 juta hektare
  6. Myanmar – 4,32 juta hektare
  7. India – 4,02 juta hektare
  8. Rusia – 3,33 juta hektare
  9. Guinea – 3,25 juta hektare
  10. Zambia – 3,21 juta hektare

Bagaimana Kondisi Karhutla di Indonesia?

GWIS mencatat luas area karhutla di Indonesia mencapai 488 ribu hektare. Dengan angka tersebut, Indonesia berada di posisi ke-39 secara global. Selain itu, Indonesia menempati posisi ketujuh di Asia. Namun, catatan BNPB untuk 22–23 Agustus 2026 menunjukkan angka sekitar 72.798 hektare.

Baca Juga :  Mulai Juli 2026, Liburan ke Vietnam Tak Bisa Sembarangan, Ada Syarat Baru untuk Wisatawan

BNPB merinci luas lahan terbakar di enam wilayah dalam catatan tersebut. Kalimantan Barat mencatat angka tertinggi, yakni 38.310,89 hektare. Sementara itu, Riau menyusul dengan luas mencapai 16.249,24 hektare. Empat wilayah lainnya mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Rincian luas lahan terbakar menurut BNPB:

  1. Kalimantan Barat: 38.310,89 hektare
  2. Riau: 16.249,24 hektare
  3. Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
  4. Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
  5. Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
  6. Jambi: sekitar 658,29 hektare

Kalimantan Barat mencatat 38.310,89 hektare, sedangkan Riau mencapai 16.249,24 hektare. Selanjutnya, Kalimantan Selatan mencatat 8.019,62 hektare dan Kalimantan Tengah mencapai 7.634,46 hektare. Sumatera Selatan mencatat 1.926,23 hektare, sementara Jambi sekitar 658,29 hektare. Total enam wilayah tersebut mencapai sekitar 72.798,73 hektare menurut catatan BNPB. (iD/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Bukan Presiden atau Raja, Ini Lima Negara dengan Sistem Kepemimpinan Unik di Dunia
Berita ini 29 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru