Intiperistiwa.com – Mahasiswa PBA IAIN Kerinci mengikuti camping pada 19–20 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Relakh, Renah Kayu Embun (RKE), Kota Sungai Penuh. Panitia memanfaatkan alam terbuka sebagai ruang belajar melalui berbagai aktivitas kelompok. Melalui kegiatan itu, mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kemandirian, dan keterampilan berbahasa Arab.
Mahasiswa PBA IAIN Kerinci Jalani Pembelajaran di Alam Terbuka
Selama dua hari, panitia menggabungkan pembekalan keprodian, kebahasa-Araban, kepemimpinan, outbound, dan permainan kelompok. Selain itu, mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan kebersamaan dalam rangkaian acara tersebut. Panitia menyiapkan 12 tenda, satu pendopo, satu tenda dapur umum, serta tiga arena outbound. Mahasiswa juga menggunakan Bahasa Arab dalam komunikasi dan menyampaikan kultum secara penuh dalam Bahasa Arab.
Ketua pelaksana, Arif Fiya, mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan dosen homebase PBA, panitia, senior, dan peserta. Menurutnya, alam terbuka memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Selain itu, berbagai aktivitas mendorong mahasiswa membangun kemampuan bekerja dalam kelompok. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk membangun karakter, kepemimpinan, kerja sama, dan solidaritas mahasiswa.” ujar Arif.
Camping PBA IAIN Kerinci Uji Kepemimpinan dan Kerja Sama
Setelah salat Isya, mahasiswa mengikuti permainan dan tantangan yang menguji komunikasi, strategi, kepemimpinan, serta kerja sama tim. Kegiatan kemudian berlanjut pada pagi hari hingga menjelang siang dengan aktivitas yang masih berkaitan dengan kerja kelompok. Dalam proses tersebut, mahasiswa belajar beradaptasi, mengikuti arahan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tantangan bersama. Pengalaman itu memberi ruang kepada peserta untuk menghadapi situasi secara langsung.
Hujan deras mengguyur kawasan RKE pada malam hari. Namun, mahasiswa, senior, dosen, dan panitia tetap berkumpul dalam kegiatan api unggun. Mereka mengisi waktu dengan permainan, percakapan, dan membakar makanan ringan bersama. Suasana tersebut membantu mahasiswa baru dan senior membangun interaksi dalam lingkungan PBA.
Mahasiswa PBA IAIN Kerinci Bangun Kebersamaan
Ketua HMJ PBA, Ildha Amanda, menyampaikan apresiasi kepada panitia, senior, dan dosen yang terlibat. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mahasiswa baru. Menurutnya, seluruh keluarga besar PBA juga mendapat ruang untuk saling mengenal melalui kegiatan bersama. Karena itu, interaksi antarmahasiswa dapat berlangsung lebih dekat selama acara.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi seluruh keluarga besar PBA untuk membangun kedekatan dan kebersamaan.” katanya.
Salah seorang peserta mengatakan berbagai aktivitas memberikan pengalaman berharga selama mengikuti camping. Tantangan di alam terbuka mengajarkan mahasiswa untuk saling percaya dan mendengarkan arahan. Mereka juga belajar mengutamakan kepentingan kelompok saat menyelesaikan tantangan. Pengalaman tersebut membuat peserta memahami pentingnya kekompakan dalam sebuah kelompok.
“Saya belajar bahwa dalam kelompok kita harus saling percaya, mendengarkan arahan, dan tidak hanya memikirkan diri sendiri.” ungkapnya.
Selain kegiatan utama, mahasiswa mengikuti makan bersama, kultum Bahasa Arab, lomba, membakar makanan, dan tukar kado. Rangkaian tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai. Aktivitas itu juga mempertemukan mahasiswa yang sebelumnya belum terlalu dekat. Dengan demikian, komunikasi antarmahasiswa berlangsung lebih luas selama kegiatan.
“Kegiatan makan bersama, kultum Bahasa Arab, games, bakar-bakar, lomba, hingga tukar kado membuat kami yang sebelumnya belum terlalu dekat menjadi lebih banyak berinteraksi.” tambahnya.
Kegiatan Didukung Swadaya PBA
Pelaksanaan camping mendapat dukungan melalui swadaya dosen homebase PBA. Selain itu, panitia dan peserta memberikan iuran kebersamaan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan. Dukungan tersebut membantu seluruh rangkaian acara berjalan selama dua hari di Relakh. Semangat gotong royong juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada akhirnya, kegiatan di Relakh memberi mahasiswa pengalaman belajar melalui alam terbuka. Mereka mengembangkan kepemimpinan, komunikasi, keberanian, solidaritas, kreativitas, integritas, dan ketangguhan. Selain itu, mahasiswa mendapat kesempatan mempraktikkan Bahasa Arab dalam rangkaian kegiatan. (iD/*)











Komentar