Intiperistiwa.com – MTsN 6 Kerinci menggelar nonton bareng film dokumenter sejarah bersama siswa dan guru. Kegiatan tersebut mengangkat Gerakan 30 September 1965 sebagai bagian dari pembelajaran sejarah. Melalui nobar itu, siswa mengenal perjalanan sejarah bangsa Indonesia melalui tayangan dokumenter. Selain itu, kegiatan tersebut menghadirkan pembelajaran sejarah di luar kelas.
Para siswa menyimak film dengan tertib dan penuh perhatian selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, guru mendampingi mereka saat mengikuti tayangan sejarah tersebut. Melalui kegiatan itu, siswa mengenal berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selanjutnya, mereka mengambil nilai pembelajaran dari sejarah yang mereka saksikan.
Pembelajaran Sejarah di MTsN 6 Kerinci
MTsN 6 Kerinci menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi bagi peserta didik. Pihak madrasah tidak hanya mengajak siswa mengetahui peristiwa masa lalu. Namun, madrasah juga menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya persatuan. Karena itu, pembelajaran sejarah turut mengarahkan siswa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 6 Kerinci berharap siswa meningkatkan wawasan kebangsaan. Selain itu, madrasah mendorong siswa menghargai jasa para pahlawan melalui pemahaman sejarah. Mereka juga menjaga semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, kegiatan nobar membawa nilai edukasi sekaligus pembelajaran kebangsaan.
Nobar film dokumenter sejarah juga mendukung upaya madrasah menghadirkan pembelajaran kontekstual. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku pelajaran di dalam kelas. Sebaliknya, mereka mengikuti kegiatan edukatif yang berkaitan dengan sejarah bangsa. Dengan begitu, siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan di luar kelas.
Kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi guru dan siswa untuk belajar sejarah bersama. Melalui film dokumenter, siswa mengenal peristiwa sejarah dan memahami perjalanan bangsa. Sementara itu, guru mendampingi siswa agar mereka mengikuti tayangan dengan perhatian. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran sejarah yang kontekstual di MTsN 6 Kerinci. (iD/*)











Komentar