477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla

Kemenkes memperkuat layanan kesehatan, mendistribusikan obat-obatan dan masker, serta mengerahkan lebih dari 2.600 tenaga kesehatan.

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Intiperistiwa.com Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga kebutuhan kesehatan warga. Ketika asap memengaruhi permukiman, warga membutuhkan akses layanan kesehatan, perlindungan pernapasan, dan informasi kualitas udara yang mudah dijangkau. Karena itu, kesiapan puskesmas dan rumah sakit penting agar warga dapat mencari pertolongan saat mengalami keluhan kesehatan. Fasilitas rumah oksigen menjadi salah satu bentuk dukungan yang Kemenkes siapkan untuk membantu respons terhadap gangguan akibat asap. Namun, penanganan juga memerlukan logistik medis, tenaga kesehatan, serta perhatian pada kelompok dengan kebutuhan khusus.

Data Kemenkes mencatat 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di tujuh provinsi. Angka itu mencakup 65 kabupaten/kota yang terdampak karhutla. Dari total tersebut, 70.890 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun. Selain itu, pada 20 Oktober, Kemenkes mencatat 3.269 kasus ISPA. Angka ini memberi konteks bagi penyiapan rumah oksigen dan penguatan fasilitas layanan. Kemenkes juga menyebut distribusi masker, obat-obatan, vitamin, serta pengerahan tenaga kesehatan sebagai bagian dari penanganan.

477 Rumah Oksigen untuk Mendukung Penanganan Karhutla

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit, dan sejumlah lokasi lainnya. Fasilitas tersebut mendukung penanganan gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Kemdiktisaintek Tegaskan Kuliah Tetap Berjalan di Tengah Karhutla, Ini Penyesuaian bagi Kampus

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa rumah oksigen tersebar di sejumlah provinsi. Wilayah yang disebutkan meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Selain menyiapkan rumah oksigen, Kemenkes memperkuat kesiapan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit. Kemenkes juga menyediakan layanan kesehatan gratis di puskesmas dan rumah sakit daerah. Layanan tersebut membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla, termasuk ISPA dan diare.

Kemenkes Salurkan Obat-obatan dan Jutaan Masker

Untuk mendukung penanganan kesehatan, Kemenkes mendistribusikan 578.878 obat-obatan. Persediaan tersebut mencakup obat batuk, obat diare, dan antibiotik. Selain itu, Kemenkes menyediakan 1.500 vitamin serta berbagai kebutuhan logistik kesehatan lainnya.

Kemenkes juga mengirimkan jutaan masker untuk membantu perlindungan masyarakat di wilayah terdampak. Aji menjelaskan jumlah pengiriman masker beserta perlengkapan medis lainnya.

“Sudah terkirim 3,7 juta masker N95 dan masker bedah, dari rencana 500 ribu per provinsi, oxygen concentrator, APD, dan lainnya,” katanya.

Selain mengirimkan logistik, Kemenkes mengerahkan lebih dari 2.600 tenaga kesehatan. Tim tersebut mencakup dokter, perawat, epidemiolog, dan tenaga kesehatan lainnya.

Pengerahan tenaga kesehatan melengkapi dukungan fasilitas pelayanan, obat-obatan, masker, dan kebutuhan medis. Seluruh dukungan tersebut menjadi bagian dari penanganan kesehatan masyarakat selama karhutla berlangsung.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan 2026 Tanggung 144 Penyakit, Cek Daftar Lengkap dan Layanan Gratisnya

Kemenkes Pantau Kualitas Udara dan Jangkau Kelompok Rentan

Kemenkes memantau perkembangan penyakit dan kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kemenkes juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat serta menyediakan dasbor pemantauan.

Melalui dasbor tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kualitas udara dan mencari lokasi rumah oksigen terdekat. Informasi ini membantu masyarakat mengenali kondisi lingkungan sekaligus menemukan fasilitas pendukung kesehatan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan tanpa penundaan di wilayah yang menghadapi asap tebal. Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (19/10), ia juga menekankan dukungan penuh pemerintah daerah agar penanganan kesehatan berjalan optimal.

Untuk melindungi kelompok rentan, Kemenkes bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan tenaga kesehatan setempat. Mereka menyiagakan layanan penjangkauan posyandu dari rumah ke rumah, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Upaya tersebut melengkapi penyediaan rumah oksigen, layanan kesehatan gratis, distribusi logistik medis, serta pemantauan kualitas udara. Masyarakat dapat memanfaatkan informasi fasilitas yang tersedia untuk mencari layanan kesehatan sesuai kebutuhan. (iD/*)

Berita Terkait

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak
Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya
Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya
5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan
Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Mau Tetap Sehat di Usia Lanjut? Mulai dengan 5 Kebiasaan Makan Ini
Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya
Kemenkes Siapkan 3 Perubahan Layanan BPJS Kesehatan
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:00 WIB

5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan

Berita Terbaru