Intiperistiwa.com – Pembahasan sekolah gratis berkaitan erat dengan cara pemerintah mengelola anggaran pendidikan dan menentukan prioritas penggunaannya. Selain menjangkau kebutuhan siswa dan mahasiswa, anggaran tersebut juga harus mendukung tenaga pendidik, perbaikan fasilitas sekolah, serta peningkatan kualitas pembelajaran. Karena itu, besarnya anggaran pendidikan perlu berjalan seiring dengan perencanaan program yang jelas agar dana negara dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada 2027, pemerintah merencanakan anggaran pendidikan sebesar Rp 824 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pemerintah sedang menata kembali desain penggunaan anggaran tersebut, termasuk untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai program sekolah gratis. Namun, besarnya anggaran itu tidak serta-merta berarti pemerintah telah menetapkan seluruh skema pelaksanaan sekolah gratis. Pemerintah masih membahas pembagian dana berdasarkan kebutuhan pendidikan dan jalur penyalurannya.
Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp 824 Triliun
Suahasil mengungkapkan rencana anggaran pendidikan tersebut dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Ia menyadari masyarakat menaruh perhatian pada rencana pendidikan gratis, sehingga pemerintah perlu menjelaskan arah penataan anggaran untuk tahun mendatang.
“Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis, ini Pak ceritanya jadi bagaimana. Saya mau mengatakan tahun depan 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi Rp 824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi,” ujar Suahasil.
Menurut Suahasil, pemerintah menata anggaran pendidikan dengan memperhatikan beragam kebutuhan dalam sistem pendidikan nasional. Alokasi tersebut mencakup dukungan bagi siswa dan mahasiswa, tenaga pendidik, hingga perbaikan fasilitas pendidikan.
Meski demikian, pemerintah masih menentukan pembagian anggaran berdasarkan jalur penyalurannya. Pemerintah merencanakan penggunaan anggaran melalui belanja pemerintah pusat, Transfer ke Daerah (TKD), serta dana abadi dan pembiayaan pendidikan.
Program Pendidikan yang Masuk Perencanaan Anggaran
Dalam penjelasannya, Suahasil menyebut sejumlah program pendidikan yang memperoleh dukungan melalui belanja pemerintah pusat. Program tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), revitalisasi sekolah, dan Sekolah Unggul Garuda.
Selain program tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp 19,3 triliun untuk program Sekolah Rakyat melalui Kementerian Sosial. Alokasi itu menjadi salah satu bagian dari desain penggunaan anggaran pendidikan yang Suahasil paparkan.
“Sekolah unggul Garuda melalui pemerintah pusat sekolah rakyat 19,3 triliun juga adalah belanja pemerintah pusat lewat kementerian sosial jadi ini adalah desain dari bagaimana anggaran pendidikan itu dipakai berikutnya,” tuturnya.
Pembagian melalui beberapa jalur tersebut menunjukkan bahwa anggaran pendidikan mencakup beragam program dan kebutuhan. Karena itu, masyarakat perlu membedakan rencana penataan anggaran secara keseluruhan dengan keputusan khusus mengenai mekanisme dan cakupan sekolah gratis.
Pemerintah Bidik Peningkatan Kualitas Pendidikan
Suahasil menjelaskan bahwa penataan anggaran bertujuan memaksimalkan hasil penggunaan dana pendidikan. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas pendidikan nasional, termasuk memperbaiki capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA).
Selain meningkatkan skor PISA, pemerintah juga menargetkan kualitas lulusan yang lebih baik. Dengan demikian, perencanaan anggaran tidak hanya berfokus pada besarnya dana, tetapi juga pada hasil pendidikan yang ingin dicapai.
“Ketika kita melakukan penataan itu tujuannya adalah satu, mendapatkan outcome pendidikan yang paling maksimal. Kita ingin PISA skor kita lebih tinggi dari saat ini, kita ingin kualitas dari lulusan kita lebih baik dari saat ini,” tutup Suahasil.
Rencana anggaran pendidikan sebesar Rp 824 triliun pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah menata pembiayaan pendidikan nasional. Namun, kepastian mengenai skema sekolah gratis masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai desain anggaran dan pembagian alokasinya. (iD/*)











Komentar