Intiperistiwa.com – Harga PlayStation 6 kembali menjadi sorotan menjelang pengembangannya memasuki tahap berikutnya. Sejumlah laporan terbaru memperkirakan konsol generasi baru itu akan di jual jauh lebih mahal. Bahkan, harganya berpeluang menembus USD1.000 atau sekitar Rp16 juta.
Prediksi tersebut muncul setelah biaya produksi PlayStation 6 terus mengalami kenaikan. Pembocor informasi industri gim, KeplerL2, menyebut biaya komponen atau Bill of Materials (BOM) meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu memicu spekulasi mengenai harga jual konsol saat resmi meluncur.
Sebelumnya, KeplerL2 memperkirakan biaya produksi PS6 berada di kisaran USD760 pada Maret lalu. Saat itu, Sony masih memiliki peluang menjual konsol dengan harga sekitar USD699. Perusahaan juga dapat menutup selisih biaya melalui penjualan gim dan layanan digital. Namun, laporan terbaru menunjukkan biaya produksi kembali naik sekitar USD200.
Krisis Memori Jadi Pemicu
Kenaikan biaya tersebut berkaitan dengan kelangkaan komponen memori di pasar global. Harga DRAM dan NAND terus melonjak sejak tahun lalu. Akibatnya, produsen perangkat elektronik menghadapi tekanan biaya yang semakin besar.
Kondisi itu juga terlihat pada produk PlayStation saat ini. Sony telah menaikkan harga PlayStation 5 menjadi sekitar USD549. Sementara itu, PlayStation 5 Pro kini di jual dengan harga mencapai USD899.
Sony Ubah Strategi Bisnis
Selain menghadapi kenaikan biaya produksi, Sony juga mengubah strategi bisnisnya. Perusahaan kini lebih mengutamakan keuntungan di banding mengejar jumlah pengguna baru. Langkah tersebut berbeda dari pendekatan pada generasi konsol sebelumnya.
Presiden sekaligus CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, menyampaikan strategi itu dalam pertemuan bersama investor. Ia menegaskan perusahaan akan memprioritaskan profitabilitas. Karena itu, Sony tidak lagi mengandalkan subsidi harga konsol sebagai daya tarik utama.
Sebaliknya, perusahaan akan meningkatkan pendapatan melalui layanan berlangganan, konten tambahan atau DLC, serta berbagai layanan digital lainnya. Strategi tersebut di harapkan mampu menjaga pemasukan secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan ingin memperkuat loyalitas pengguna dalam ekosistem PlayStation.
Konsol Portabel “Canis” Ikut Mencuat
Di sisi lain, rumor mengenai perangkat portabel Sony kembali mengemuka. Sejumlah sumber menyebut perusahaan tengah mengembangkan perangkat dengan nama kode “Canis”. Konsol tersebut di sebut akan menjadi pendamping PlayStation 6.
Canis kabarnya menggunakan prosesor yang berasal dari varian chip PS6. Perangkat ini di perkirakan membawa CPU empat inti Zen 6C berkecepatan 2,2GHz. Selain itu, perangkat tersebut memakai GPU RDNA 5 dengan 12 hingga 20 unit komputasi. Sony juga di sebut menyematkan memori LPDDR5X-7500 berbus 128-bit serta TDP sekitar 15 watt.
Spesifikasi itu di perkirakan mampu menjalankan seluruh koleksi gim PlayStation 4 tanpa hambatan. Selain itu, perangkat tersebut juga berpeluang memainkan gim PlayStation 5 dan PlayStation 6 yang menerima pembaruan khusus. Melalui strategi tersebut, Sony berharap dapat menarik kembali pengguna yang beralih ke platform PC.
Jadwal Peluncuran Masih Sebatas Prediksi
Rumor industri juga menyebut PlayStation 6 akan hadir bersamaan dengan konsol Xbox generasi terbaru yang memiliki nama kode “Helix”. Kedua perangkat tersebut di perkirakan meluncur pada akhir 2027 atau sepanjang 2028. Namun, hingga kini Sony maupun Microsoft belum mengumumkan jadwal peluncuran secara resmi. (iD/*)











Komentar