Dinding Rumah Retak? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Retakan dinding dapat menandakan masalah struktur. Ketahui penyebab dan langkah penanganannya.

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinding Rumah Retak? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya. (foto: AI)

Dinding Rumah Retak? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya. (foto: AI)

Intiperistiwa.comRetakan pada dinding rumah sering dianggap sebagai kerusakan ringan. Padahal, kondisi tersebut dapat menandakan gangguan pada struktur bangunan. Selain mengurangi nilai estetika, retakan juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu mengetahui penyebabnya sebelum melakukan perbaikan.

Setiap jenis retakan dapat muncul karena penyebab yang berbeda. Penanganan yang tepat bergantung pada sumber masalah yang terjadi. Karena itu, memperbaiki retakan tanpa mencari penyebabnya bukan langkah yang tepat. Kerusakan serupa berpotensi muncul kembali dalam waktu tertentu.

Penyebab Dinding Rumah Retak

Berikut beberapa faktor yang paling sering memicu munculnya retakan pada dinding rumah.

1. Tanah Ambles

Tanah yang ambles di bawah pondasi menjadi salah satu penyebab utama retakan dinding. Kondisi tersebut membuat pondasi bergeser dari posisi semula. Selanjutnya, pergeseran itu memicu tekanan pada bagian dinding. Akibatnya, retakan mulai terlihat pada permukaan bangunan.

Tanah dapat mengalami penurunan karena berbagai faktor lingkungan. Selain itu, karakteristik tanah juga memengaruhi kondisi pondasi rumah. Oleh sebab itu, pemilik rumah sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Langkah tersebut membantu mencegah kerusakan yang lebih besar.

2. Rumah Terlalu Lembap

Kelembapan tinggi dapat merusak kondisi dinding maupun plafon rumah. Selain memunculkan noda, kelembapan juga meningkatkan risiko retakan. Curah hujan tinggi, kebocoran, atau banjir sering menjadi penyebab utamanya. Karena itu, sumber kelembapan harus ditemukan lebih dahulu.

Baca Juga :  Kapan CPNS 2026 Dibuka? Gubernur Jambi Al Haris Buka Suara Soal Kepastian Formasi

Setelah sumber masalah teratasi, pemilik rumah dapat memperbaiki bagian dinding yang rusak. Cara tersebut membantu mencegah retakan muncul kembali. Selain itu, kondisi bangunan menjadi lebih awet. Dengan demikian, biaya perbaikan dapat ditekan.

3. Plafon Mengalami Kerusakan

Kondisi plafon juga memengaruhi kekuatan dinding rumah. Retakan pada plafon sering muncul akibat plester yang kurang kuat. Selain itu, pergerakan struktur bangunan dapat memperparah kerusakan tersebut. Joist yang bermasalah, kelembapan, atau serangan rayap juga memicu kondisi serupa.

Jika plafon mengalami kerusakan, dinding dapat ikut terdampak. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya mencakup seluruh bagian bangunan. Langkah tersebut membantu menemukan sumber kerusakan secara menyeluruh. Selanjutnya, proses perbaikan dapat dilakukan lebih tepat.

4. Akar Pohon di Sekitar Rumah

Akar pohon berukuran besar dapat menjalar hingga area pondasi rumah. Pertumbuhan akar tersebut berpotensi menggeser tanah di sekitarnya. Akibatnya, pondasi mengalami perubahan posisi dan dinding mulai retak. Selain itu, akar juga dapat merusak saluran air bawah tanah.

Sebagian orang memilih menebang pohon sebagai solusi. Namun, keputusan tersebut perlu dipertimbangkan dengan matang. Setelah pohon hilang, tanah dapat mengembang karena kehilangan daya serap akar. Oleh sebab itu, pemilik rumah sebaiknya berkonsultasi sebelum mengambil tindakan.

Baca Juga :  Sertifikasi Kompetensi Alumni Pemagangan Nasional 2025 Batch 3 Resmi Dibuka, Simak Cara Daftar dan Jadwalnya

5. Beban Berlebih di Dalam Rumah

Penempatan barang yang terlalu berat juga dapat memengaruhi kondisi bangunan. Beban berlebih pada satu titik menciptakan tekanan tambahan. Akibatnya, retakan kecil dapat muncul pada dinding. Namun, retakan seperti ini biasanya tidak terus berkembang.

Selama struktur bangunan tetap kuat, retakan tersebut umumnya masih tergolong ringan. Meski begitu, pemilik rumah tetap perlu memantau perkembangannya. Pemeriksaan berkala membantu memastikan kondisi bangunan tetap aman. Dengan demikian, potensi kerusakan dapat segera diketahui.

Cara Mengatasi Dinding Rumah yang Retak

Retakan berukuran kecil umumnya dapat diperbaiki dengan langkah sederhana. Mengutip Build Better House, retakan dapat ditutup menggunakan dempul. Selanjutnya, permukaan dinding diamplas hingga rata sebelum dicat ulang. Cara tersebut membuat tampilan dinding kembali rapi.

Namun, pemilik rumah sebaiknya mencari penyebab retakan sebelum memperbaikinya. Menutup retakan tanpa mengatasi sumber masalah hanya memberikan hasil sementara. Karena itu, identifikasi penyebab menjadi langkah yang paling penting. Dengan begitu, kerusakan tidak mudah muncul kembali.

Sementara itu, Homes and Gardens menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk retakan berukuran besar. Pemilik rumah perlu mengukur lebar retakan terlebih dahulu. Retakan dengan lebar kurang dari 0,8 sentimeter umumnya masih tergolong aman. Sebaliknya, retakan yang melebihi 0,8 sentimeter sebaiknya segera diperiksa kontraktor atau tenaga ahli konstruksi. (iD/*)

Berita Terkait

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027
Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya
10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun
Desil KIP Kuliah Berubah, Apakah Bantuan Otomatis Berhenti? Ini Penjelasan Kemdiktisaintek
Habi Sabda Ihsan, Mahasiswa IAIN Kerinci Raih Conditional Offer dari Dua Kampus Luar Negeri untuk Magister TESOL
MTsN 6 Kerinci Borong 10 Prestasi di Ajang KOMPAS Madrasah Zona 2
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun

Berita Terbaru