Hampir 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026 di Sita Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat menggencarkan operasi global untuk memberantas siaran ilegal Piala Dunia 2026 dan melindungi hak siar resmi.

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hampir 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026 di Sita Amerika Serikat. (Foto: AI)

Hampir 400 Situs Streaming Ilegal Piala Dunia 2026 di Sita Amerika Serikat. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas terhadap penyiaran ilegal Piala Dunia 2026. Aparat menyita hampir 400 domain internet yang menayangkan pertandingan tanpa izin. Penindakan tersebut berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026.

Pemerintah menjalankan proses hukum melalui Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Wilayah Timur Virginia. Selain itu, pemerintah ingin melindungi hak cipta internasional. Langkah tersebut juga bertujuan mengurangi kerugian finansial para pemegang hak siar resmi.

FIFA dan Perusahaan Media Turut Membantu

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggandeng FIFA dalam proses penyelidikan. Selain itu, sejumlah perusahaan media ikut mendukung pelacakan jaringan ilegal. Dukungan tersebut datang dari NBCUniversal, beIN Media Group, dan Warner Brothers.

Tim penyelidik berhasil menemukan ratusan situs yang menayangkan pertandingan tanpa izin resmi. Selanjutnya, aparat langsung menyita domain-domain tersebut. Pemerintah juga berkomitmen memburu serta membawa para pengelola situs ilegal ke proses hukum.

Baca Juga :  Bangkit dari Tekanan, Ana/Trias Melaju ke Final Australia Open 2026 usai Menang Dramatis

“Kami menyita ratusan situs ilegal untuk melumpuhkan jaringan internasional yang mencari keuntungan dari popularitas Piala Dunia,” ujar Asisten Jaksa Agung Divisi Kriminal Departemen Kehakiman AS, A. Tysen Duva.

Streaming Ilegal Ancam Data Pengguna

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengakses situs streaming bajakan. Selain melanggar hukum, situs tersebut juga membawa ancaman serius bagi keamanan digital. Banyak pelaku sengaja menyisipkan malware ke dalam layanan ilegal.

Pelaku kejahatan siber memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap Piala Dunia. Selanjutnya, mereka mencuri identitas pribadi, kata sandi, hingga data rekening bank. Karena itu, pengguna berisiko mengalami kebocoran data dan kerugian finansial.

“Situs bajakan tidak hanya melanggar hak cipta, tetapi juga mengancam pengguna melalui virus berbahaya. Pelaku dapat mencuri data pribadi dan menguras uang mereka,” kata Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS, Eric Weindorf.

Baca Juga :  Sistem Pembayaran QRIS Indonesia Dicontek Malaysia? Ini Fakta di Baliknya

Operasi Libatkan Banyak Negara

Pemerintah Amerika Serikat menjalankan penindakan melalui Operasi Offsides. Operasi tersebut berfokus menghentikan jaringan digital yang mendukung penyiaran ilegal. Selain itu, aparat juga membongkar infrastruktur yang menopang aktivitas pembajakan.

Amerika Serikat berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara. Mereka menghentikan operasional server yang berada di Peru dan Bulgaria. Selanjutnya, mereka juga memblokir jaringan serupa di Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia.

Direktur Pusat Koordinasi Hak Kekayaan Intelektual Nasional AS, Ivan J. Arvelo, menegaskan siaran ilegal melanggar hukum dan menguntungkan kelompok kriminal. Karena itu, pemerintah akan terus memperluas operasi internasional untuk menekan praktik pembajakan digital serta melindungi hak siar resmi. (iD/*)

Berita Terkait

Rachel/Febi Singkirkan Unggulan Kedua, Ganda Putri Indonesia Melaju ke 16 Besar China Open 2026
Langkah Tiwi/Fadia Terhenti, Hirota/Sakuramoto Singkirkan Ganda Putri Indonesia di China Open 2026
Laga Sengit Tiga Gim! Raymond/Joaquin Tumbangkan Wakil Taiwan di China Open 2026
Rehan/Gloria Lolos ke 16 Besar China Open 2026, Siap Tantang Unggulan Ketiga Denmark
Sabar/Reza Tumbangkan Ganda Malaysia, Tiket 16 Besar China Open 2026 Berhasil Diamankan
Putri KW Tampil Meyakinkan di China Open 2026, Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Wakil Tuan Rumah
Final Piala Dunia 2026 Berakhir Ricuh, Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi
iPhone 18 Kapan Rilis? Ini Bocoran Jadwal Rilis, Spesifikasi, dan Harganya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Rachel/Febi Singkirkan Unggulan Kedua, Ganda Putri Indonesia Melaju ke 16 Besar China Open 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:00 WIB

Langkah Tiwi/Fadia Terhenti, Hirota/Sakuramoto Singkirkan Ganda Putri Indonesia di China Open 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:00 WIB

Laga Sengit Tiga Gim! Raymond/Joaquin Tumbangkan Wakil Taiwan di China Open 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

Rehan/Gloria Lolos ke 16 Besar China Open 2026, Siap Tantang Unggulan Ketiga Denmark

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:00 WIB

Sabar/Reza Tumbangkan Ganda Malaysia, Tiket 16 Besar China Open 2026 Berhasil Diamankan

Berita Terbaru

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya. (Foto: Dok. Istimewa/detik)

Nasional

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB