Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Gangguan pola kencing dapat berkaitan dengan prostat dan berpotensi memengaruhi fungsi ginjal.

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal. (Gambar: Ilustrasi AI)

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal. (Gambar: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com – Kencing tak tuntas dapat muncul pada orang yang mengalami masalah prostat. Keluhan ini biasanya terjadi pada malam hari. Gangguan tersebut juga dapat mengganggu waktu tidur. Karena itu, seseorang perlu memperhatikan perubahan pola kencing.

Spesialis urologi Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, menjelaskan beberapa keluhan dalam sesi bincang dengan detikcom. Ia menyebut buang air kecil lebih sering sebagai salah satu gejala. Selain itu, seseorang dapat terbangun beberapa kali pada malam hari. Keluhan lain yang dapat muncul ialah kencing tidak tuntas.

“Lebih sering (buang air kecil), malam terbangun berapa kali. Kencing tidak tuntas,” kata dr Boyke. Keluhan tersebut dapat muncul pada orang yang mengalami masalah prostat. Namun, masalah prostat bukan satu-satunya penyebab gangguan pola kencing. Karena itu, seseorang perlu menjalani pemeriksaan ketika mengalami keluhan tersebut.

Penyakit lain, seperti diabetes dan kencing manis, juga dapat menimbulkan gangguan pola kencing. Dengan demikian, gejala tersebut tidak hanya berkaitan dengan masalah prostat. Pemeriksaan menjadi penting ketika seseorang mulai merasakan gangguan. Selain itu, gejala tersebut tidak boleh mendapat pengabaian.

Kencing Tak Tuntas Bisa Berdampak pada Fungsi Ginjal

Boyke mengingatkan bahwa gangguan pola kencing dapat berdampak buruk pada ginjal. Menurutnya, tekanan yang tidak bisa keluar dapat berbalik ke arah ginjal. Tekanan tersebut kemudian dapat memengaruhi fungsi ginjal. Karena itu, seseorang tidak boleh menganggap kencing tak tuntas sebagai keluhan sepele.

“Tekanan yang tidak bisa keluar akan berbalik ke arah ginjal. Dan tekanan ke ginjal. Karena air kencing itu praktis bukan air yang steril, kan. Dan dia akan menekan ginjal. Backflow ke ginjal. Ginjal tidak bisa berfungsi,” kata dr Boyke. Ia menjelaskan tekanan tersebut dapat bergerak menuju ginjal. Kondisi itu kemudian dapat mengganggu fungsi ginjal.

Baca Juga :  Winamp Player Comeback 2027, Siapkan Aplikasi Musik Baru dengan Deezer

Pada akhirnya, gangguan tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal. Pasien kemudian dapat membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal. Oleh karena itu, kencing tak tuntas perlu mendapat perhatian sejak gejala muncul. Boyke juga memberikan gambaran mengenai tekanan yang terjadi ketika kandung kencing tidak tuntas.

“Jadi, katakanlah misalnya harusnya 300 mili di kandung kencing bisa tuntas. Tapi hanya sisa 150 karena nggak tuntas. Tekanan dari atas ada lagi. Lama-lama tinggi, kan, bisa ke atas ke ginjal,” katanya. Contoh tersebut menggambarkan kondisi ketika air kencing tidak keluar secara tuntas. Selanjutnya, tekanan dari atas dapat meningkat menuju ginjal.

Pemeriksaan Penting Sejak Gejala Muncul

Menurut Boyke, pemeriksaan saat gangguan pola kencing baru muncul masih memberi harapan untuk kembali normal. Namun, kondisi dapat berbeda ketika pasien mengabaikan gejala. Kondisi juga berbeda jika pasien tidak memeriksakan diri ke dokter. Karena itu, pemeriksaan sejak munculnya keluhan menjadi penting.

Boyke menjelaskan fungsi ginjal dapat mengalami gangguan ketika kondisi sudah berkembang. Dalam keadaan tersebut, pasien mungkin memerlukan pemeriksaan dari dokter penyakit dalam khusus ginjal. Selain itu, pasien dapat membutuhkan cuci darah jika gangguan telah memengaruhi fungsi ginjal. Penanganannya akan berbeda dibandingkan ketika pasien memeriksakan gejala sejak awal.

“Ternyata ginjalnya sudah terganggu fungsinya. Mungkin itu sudah harus diperiksa oleh dokter penyakit dalam khusus ginjal. Atau cuci darah kalau ginjal yang terganggu fungsinya,” ungkapnya. Boyke menekankan perbedaan kondisi ketika pasien baru mengalami gejala dan ketika fungsi ginjal sudah terganggu. Karena itu, seseorang perlu memperhatikan perubahan pada pola buang air kecil.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Naik, Buyback Ikut Melonjak, Simak Daftar Lengkapnya

Gangguan pola kencing dapat berkaitan dengan masalah prostat maupun penyakit lain. Diabetes dan kencing manis juga dapat menyebabkan gangguan serupa. Oleh karena itu, seseorang perlu memeriksakan diri ketika gejala mulai muncul. Kencing tak tuntas juga perlu mendapat perhatian karena kondisi tersebut dapat berdampak pada fungsi ginjal. (iD/*)


FAQ

Apa saja gangguan pola kencing yang dapat muncul pada masalah prostat?

Seseorang dapat mengalami buang air kecil lebih sering. Selain itu, keluhan dapat membuat seseorang beberapa kali terbangun pada malam hari. Kencing tidak tuntas juga termasuk keluhan yang Boyke sebutkan. Namun, penyakit lain juga dapat menyebabkan gangguan serupa.

Apakah kencing tak tuntas selalu berkaitan dengan masalah prostat?

Tidak selalu. Masalah prostat dapat menjadi salah satu penyebab gangguan pola kencing. Namun, diabetes dan kencing manis juga dapat menyebabkan keluhan serupa. Karena itu, seseorang perlu menjalani pemeriksaan ketika mengalami gangguan tersebut.

Mengapa kencing tak tuntas dapat berdampak pada ginjal?

Boyke menjelaskan tekanan yang tidak bisa keluar dapat berbalik menuju ginjal. Selanjutnya, tekanan tersebut dapat memengaruhi fungsi ginjal. Kondisi yang berlanjut dapat menyebabkan gagal ginjal. Pasien kemudian dapat membutuhkan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Kapan seseorang perlu memeriksakan gangguan pola kencing?

Boyke menjelaskan pemeriksaan sejak gejala baru muncul masih memberi harapan untuk kembali normal. Kondisi dapat berbeda ketika pasien mengabaikan keluhan. Gangguan fungsi ginjal dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, pemeriksaan penting ketika gangguan pola kencing mulai muncul.

Berita Terkait

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak
Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya
Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya
5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan
Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Mau Tetap Sehat di Usia Lanjut? Mulai dengan 5 Kebiasaan Makan Ini
Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya
Kemenkes Siapkan 3 Perubahan Layanan BPJS Kesehatan
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:00 WIB

5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru