Partisipasi Guru dalam Pelatihan Coding dan AI Kemendikdasmen Tembus 97 Persen

Pelatihan koding dan AI terus meluas, sementara semakin banyak sekolah mulai menerapkannya.

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Partisipasi Guru dalam Pelatihan Coding dan AI Kemendikdasmen Tembus 97 Persen. (Foto Ilustrasi: AI)

Partisipasi Guru dalam Pelatihan Coding dan AI Kemendikdasmen Tembus 97 Persen. (Foto Ilustrasi: AI)

Intiperistiwa.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas pelatihan mandiri koding dan AI bagi guru. Program ini membantu guru memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, hingga 2026, partisipasi satuan pendidikan mencapai 97 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme sekolah mengikuti program peningkatan kompetensi guru.

Kemendikdasmen meluncurkan pelatihan ini untuk memperkuat kemampuan guru dan tenaga kependidikan memanfaatkan koding serta AI di ruang kelas. Sejak peluncuran pada 2025, program tersebut berhasil menjangkau 88 persen dari target 60.000 satuan pendidikan. Selanjutnya, pemerintah terus memperluas jangkauan pelatihan agar semakin banyak sekolah memperoleh manfaat. Karena itu, pelatihan ini menjadi salah satu prioritas peningkatan kualitas pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan capaian pelatihan terus meningkat pada 2026. Ia menyebut pelatihan koding dan AI telah mencapai 97 persen dari target 55.000 satuan pendidikan. Sebanyak 53.023 satuan pendidikan telah mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, 38 persen sekolah kini menerapkan koding dan AI sebagai mata pelajaran.

Baca Juga :  Beasiswa Generasi Berkah 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Rp7 Juta

Ribuan Fasilitator Siap Dampingi Guru

Kemendikdasmen akan memperkuat pelaksanaan program dengan menurunkan 692 fasilitator nasional selama 2026. Selain itu, kementerian juga melibatkan 14.957 fasilitator yang telah bertugas sejak 2025. Langkah tersebut bertujuan memperluas pendampingan kepada guru di berbagai daerah. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan berlangsung lebih efektif dan merata.

Kemendikdasmen juga memperkuat implementasi pelatihan melalui metode Teacher Experimental Training (TET). Melalui metode ini, sekolah menjadi ruang praktik bagi guru untuk menerapkan materi pelatihan sesuai bidang ajarnya. Selanjutnya, guru dari mata pelajaran yang sama berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengevaluasi hasil pembelajaran bersama. Karena itu, guru dapat mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Nunuk menjelaskan guru akan langsung menerapkan materi pelatihan dalam proses pembelajaran. Setelah itu, guru mengikuti pertemuan berikutnya untuk membahas hasil penerapan. Selanjutnya, mereka melakukan refleksi bersama agar pembelajaran semakin efektif. Menurutnya, pola tersebut membuat pelatihan lebih relevan dengan kebutuhan di kelas.

Baca Juga :  Beasiswa Semen Indonesia 2026 Batch 3 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis 8 Semester di UISI

Abdul Mu’ti Sebut Pelatihan Sebagai Exit Strategy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai program tersebut menjadi arah baru dalam memperkuat kualitas pendidikan dari hulu. Selain itu, ia menyebut pelatihan tersebut sebagai bagian dari exit strategy pemerintah. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru memerlukan pembahasan yang mendalam dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaksanaan program tersebut.

Abdul Mu’ti juga mengakui pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran dalam menjalankan berbagai program pendidikan. Meski begitu, ia menegaskan kondisi tersebut tidak menghambat upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sebaliknya, pemerintah terus mencari solusi agar program pelatihan tetap berjalan optimal. Dengan demikian, guru tetap memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan teknologi. (iD/*)

Berita Terkait

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis
SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung
Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027
Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya
10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun
Desil KIP Kuliah Berubah, Apakah Bantuan Otomatis Berhenti? Ini Penjelasan Kemdiktisaintek
Habi Sabda Ihsan, Mahasiswa IAIN Kerinci Raih Conditional Offer dari Dua Kampus Luar Negeri untuk Magister TESOL
MTsN 6 Kerinci Borong 10 Prestasi di Ajang KOMPAS Madrasah Zona 2
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:00 WIB

Siswa SMPN 13 Kerinci Bersama Guru Coding Ciptakan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar, Kehadiran Siswa Bisa Dipantau Orang Tua secara Langsung

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Purbaya: Sejumlah Daerah Sempat Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pusat Akan Ambil Alih Gaji Guru PPPK Mulai 2027

Jumat, 4 September 2026 - 13:00 WIB

Indonesia Kekurangan 65 Ribu Dokter Spesialis, Pemerintah Buka 25 Prodi Baru, Cek Daftarnya

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana, Gaji Tembus Rp1,89 Miliar Setahun

Berita Terbaru