Apple Kembali Jadi Raja, Nvidia Tergeser Meski Industri AI Terus Melesat

Investor mulai mengalihkan perhatian ke Apple di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri AI.

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Apple Kembali Jadi Raja, Nvidia Tergeser Meski Industri AI Terus Melesat. (Foto: ist/getradius)

Apple Kembali Jadi Raja, Nvidia Tergeser Meski Industri AI Terus Melesat. (Foto: ist/getradius)

Intiperistiwa.com – Pertumbuhan industri kecerdasan buatan atau AI terus mendorong bisnis Nvidia. Selain itu, permintaan chip AI masih tumbuh di berbagai sektor teknologi. Namun, sebagian investor mulai mempertanyakan potensi keuntungan jangka panjang dari investasi AI. Karena itu, sentimen pasar terhadap Nvidia mulai berubah.

Pada Jumat, 17 Juli 2026, Apple kembali merebut posisi perusahaan paling bernilai di dunia. Sementara itu, Nvidia turun ke peringkat kedua setelah harga sahamnya melemah. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan strategi para investor. Mereka mulai mencari perusahaan dengan peluang pendapatan yang lebih stabil.

Apple mencatat valuasi sebesar 4,88 triliun dolar Amerika Serikat. Sebaliknya, Nvidia membukukan valuasi 4,86 triliun dolar Amerika Serikat setelah harga sahamnya turun 3,5 persen. Dengan demikian, Apple kembali memimpin daftar perusahaan berkapitalisasi terbesar untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu.

Investor Mulai Melirik Strategi Apple

Investor sebelumnya menganggap Apple tertinggal dalam persaingan AI. Namun, pandangan tersebut mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, banyak analis melihat Apple memiliki strategi bisnis yang lebih berkelanjutan. Karena itu, kepercayaan pasar terhadap perusahaan terus meningkat.

Baca Juga :  Honda Resmi Jual Moge Listrik Pertama, Harganya Lebih Murah dari Harley

Kepala Investasi BRI Wealth Management, Toni Meadows, menilai Apple tidak bergantung pada belanja pengembangan model AI. Sebaliknya, Apple memperkuat layanan digital, ekosistem, dan perangkat keras. Selain itu, strategi tersebut membuka peluang monetisasi AI yang lebih jelas. Akibatnya, investor semakin optimistis terhadap prospek perusahaan.

Menurut Meadows, perubahan peringkat itu menunjukkan perubahan fokus investor. Mereka kini lebih mengutamakan potensi pendapatan nyata daripada tren AI yang bersifat spekulatif. Selain itu, investor juga mempertimbangkan efisiensi pengeluaran perusahaan. Karena itu, Apple memperoleh sentimen positif dari pasar.

Apple Perkuat Posisi di Industri AI

Apple terus memperkuat langkahnya dalam pengembangan AI. Bulan lalu, perusahaan memperkenalkan Siri versi terbaru setelah proses pengembangan yang cukup panjang. Selain itu, Apple meningkatkan kemampuan asisten digital tersebut agar mampu bersaing dengan perusahaan teknologi besar dan startup AI. Langkah itu memperlihatkan keseriusan Apple dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga :  Mau Liburan ke Luar Negeri? Ini Daftar Negara Bebas Visa untuk Paspor WNI 2026

Sejumlah analis juga menilai Apple memiliki keunggulan melalui data pengguna di setiap iPhone. Selain itu, data tersebut berpotensi meningkatkan kualitas jawaban Siri dan pengalaman pengguna. Namun, Apple tetap menjaga privasi pengguna sebagai prioritas utama. Karena itu, perusahaan masih mencari cara untuk memanfaatkan data tanpa mengabaikan perlindungan privasi.

Pergantian CEO Jadi Sorotan

Apple juga bersiap menjalani pergantian kepemimpinan pada September mendatang. Tim Cook akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO. Selanjutnya, John Ternus akan memimpin perusahaan. Selain itu, pergantian tersebut menjadi perhatian investor karena berlangsung saat persaingan AI semakin ketat.

Keberhasilan Apple kembali memimpin daftar perusahaan paling bernilai memberi dorongan positif menjelang transisi tersebut. Di sisi lain, Nvidia tetap menjadi pemain utama industri AI. Namun, perubahan peringkat ini menunjukkan bahwa investor kini menilai kemampuan menghasilkan pendapatan lebih penting daripada sekadar mengikuti tren AI. (iD/*)

Berita Terkait

Waspada! Malware Hirudo Mengincar Aplikasi M-Banking, Bisa Curi PIN dan Kuras Saldo Rekening
Lupa Alamat Gmail? Ini 3 Cara Melihat Email Sendiri di HP
Badan Intelijen Bagikan Tips agar HP Tak Dibajak, Rekening Tak Dikuras
151 Hadiah Kendaraan Menanti! Telkomsel Gelar Undian Bagi-Bagi Bahagia, Ini Cara Ikutnya
Komdigi Soroti Kuota Internet Hangus, Ini Skema Perlindungan dari Telkomsel, Indosat, dan XLSMART
Penemu Roket Berbahan Bakar Cair Pertama dan Sejarah Lahirnya Roket Modern
Chat Tak Lagi Harus Instan, Aplikasi Pesan Lambat dengan Merpati Digital Mulai Dilirik Gen Z
Cara Nonton Video di Yandex Tanpa VPN, Ini Panduan dan Tips Amannya
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Waspada! Malware Hirudo Mengincar Aplikasi M-Banking, Bisa Curi PIN dan Kuras Saldo Rekening

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Lupa Alamat Gmail? Ini 3 Cara Melihat Email Sendiri di HP

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Badan Intelijen Bagikan Tips agar HP Tak Dibajak, Rekening Tak Dikuras

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:00 WIB

151 Hadiah Kendaraan Menanti! Telkomsel Gelar Undian Bagi-Bagi Bahagia, Ini Cara Ikutnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Komdigi Soroti Kuota Internet Hangus, Ini Skema Perlindungan dari Telkomsel, Indosat, dan XLSMART

Berita Terbaru