Intiperistiwa.com — Cara menaikkan Hb dengan cepat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan anemia. Hemoglobin (Hb) merupakan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika kadar Hb menurun, seseorang dapat mengalami lelah, lemas, pusing, atau tangan dan kaki terasa dingin. Namun, gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan anemia karena kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Dokter perlu memeriksa darah untuk mengetahui kadar Hb dan menilai penyebabnya.
Kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12 dapat mengganggu pembentukan sel darah merah. Selain itu, perdarahan, penyakit ginjal, dan kelainan darah seperti talasemia juga dapat menyebabkan Hb rendah. Karena setiap penyebab memerlukan penanganan berbeda, dokter menentukan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. Sebagian pasien mungkin memerlukan transfusi darah atau terapi eritropoietin. Sementara itu, pasien dengan kekurangan nutrisi dapat membutuhkan perubahan pola makan atau suplemen tertentu. Karena itu, jangan mengandalkan suplemen tanpa mengetahui penyebab Hb rendah melalui pemeriksaan medis.
5 Cara Menaikkan Hb Sesuai Penyebab Anemia
Dokter menentukan cara menaikkan Hb berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien. Berikut lima pilihan penanganan yang perlu masyarakat pahami.
1. Transfusi darah
Dokter dapat mempertimbangkan transfusi darah untuk meningkatkan Hb dengan cepat pada kondisi tertentu, seperti anemia berat atau perdarahan berat akibat operasi maupun kecelakaan.
Sebelum melakukan transfusi, tenaga medis mencocokkan darah donor dengan penerima dan mengevaluasi kondisi pasien. Setelah itu, dokter menentukan kebutuhan transfusi serta memantau kondisi pasien selama dan sesudah prosedur.
Transfusi darah tidak diperlukan untuk semua kasus Hb rendah. Dokter menilai manfaat dan risikonya berdasarkan kondisi klinis setiap pasien.
2. Suntikan eritropoietin
Ginjal menghasilkan hormon eritropoietin secara alami. Hormon ini membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Namun, gangguan fungsi ginjal dapat mengurangi produksi hormon tersebut dan memicu anemia pada sebagian pasien.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan eritropoietin buatan untuk membantu pembentukan sel darah merah, terutama pada pasien dengan anemia akibat penyakit ginjal kronis.
Dokter memantau kadar Hb secara berkala selama terapi. Sumber awal menyebut pemeriksaan setiap tiga bulan, tetapi dokter menentukan jadwal pemantauan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.
3. Memenuhi kebutuhan zat besi
Zat besi membantu tubuh membentuk hemoglobin. Kekurangan mineral ini dapat menurunkan kadar Hb dan menyebabkan anemia defisiensi besi.
Pasien yang mengalami kekurangan zat besi dapat meningkatkan asupan melalui makanan yang mengandung mineral tersebut, seperti:
-
Daging dan hati.
-
Buncis dan kacang-kacangan.
-
Bayam dan sayuran berdaun hijau.
Selain memperbaiki pola makan, dokter dapat menyarankan suplemen zat besi jika pemeriksaan menunjukkan kekurangan mineral ini. Namun, pasien tidak perlu mengonsumsi suplemen zat besi apabila anemia memiliki penyebab lain, kecuali dokter merekomendasikannya.
4. Memenuhi kebutuhan folat
Folat atau vitamin B9 membantu tubuh membentuk sel darah merah. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia sehingga pasien perlu memenuhi kebutuhan folat sesuai kondisi kesehatannya.
Masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang mengandung folat dan mengikuti saran dokter jika memerlukan suplemen. Perempuan yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil juga perlu memperhatikan asupan folat untuk membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin.
Meski makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan vitamin, dokter tetap perlu menentukan penyebab Hb rendah. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
5. Memenuhi kebutuhan vitamin B12
Vitamin B12 membantu tubuh membentuk sel darah merah yang sehat. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia sehingga pasien perlu memenuhi kebutuhan B12 sesuai penyebabnya.
Beberapa makanan yang mengandung vitamin B12 meliputi:
-
Ikan.
-
Daging merah.
-
Telur.
-
Susu dan produk olahannya.
Jika seseorang mengalami kekurangan vitamin B12, dokter dapat menyarankan suplemen atau suntikan sesuai kondisi medisnya. Pasien sebaiknya tidak mengganti kebutuhan vitamin B12 dengan suplemen zat besi tanpa rekomendasi tenaga kesehatan.
Penanganan Hb Rendah Harus Mengikuti Penyebabnya
Selain lima pilihan di atas, dokter dapat mempertimbangkan transplantasi sumsum tulang untuk menangani penyakit tertentu yang mengganggu produksi sel darah, misalnya leukemia dan limfoma. Prosedur tersebut memerlukan evaluasi medis khusus dan tidak menjadi pilihan rutin untuk semua kasus anemia.
Kadar Hb rendah dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi, perdarahan, penyakit kronis, atau kelainan darah. Karena itu, dokter perlu mengevaluasi penyebabnya sebelum menentukan penanganan. WHO juga menekankan bahwa pengobatan anemia harus mengikuti penyebab yang mendasarinya.
Masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami lelah berkepanjangan, lemas, pusing, atau tangan dan kaki terasa dingin. Dokter dapat memeriksa darah untuk memastikan kadar Hb dan menentukan penanganan yang sesuai. (iD/*)
FAQ
1. Bagaimana cara menaikkan Hb dengan cepat?
Cara menaikkan Hb bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan anemia. Dokter dapat mempertimbangkan transfusi darah untuk kondisi tertentu, sedangkan kekurangan nutrisi memerlukan penanganan sesuai hasil pemeriksaan.
2. Apakah makanan tinggi zat besi selalu bisa menaikkan Hb?
Tidak selalu. Makanan atau suplemen zat besi membantu ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi. Jika anemia berkaitan dengan penyakit ginjal atau kekurangan vitamin B12, pasien mungkin memerlukan penanganan berbeda.
3. Apa manfaat folat dan vitamin B12 untuk hemoglobin?
Folat dan vitamin B12 membantu tubuh membentuk sel darah merah. Kekurangan salah satu vitamin tersebut dapat menyebabkan anemia sehingga dokter perlu menentukan penanganan sesuai penyebabnya.
4. Apakah Hb rendah selalu membutuhkan transfusi darah?
Tidak. Dokter menentukan kebutuhan transfusi berdasarkan tingkat keparahan anemia, penyebab, dan kondisi klinis pasien. Sebagian pasien cukup menjalani penanganan melalui perubahan pola makan, suplemen, atau obat sesuai diagnosis.











Komentar