Banyak yang Tidak Tahu! Ternyata Makan Labu Siam Terlalu Banyak Bisa Memicu Efek Samping

Labu siam kaya nutrisi, tetapi konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan.

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak yang Tidak Tahu! Ternyata Makan Labu Siam Terlalu Banyak Bisa Memicu Efek Samping. (Foto: alodokter)

Banyak yang Tidak Tahu! Ternyata Makan Labu Siam Terlalu Banyak Bisa Memicu Efek Samping. (Foto: alodokter)

Intiperistiwa.comLabu siam menjadi salah satu sayuran yang banyak dipilih karena rendah kalori dan kaya serat. Sayuran bernama ilmiah Sechium edule ini berasal dari Meksiko dan kawasan Amerika Latin. Selain itu, masyarakat kini membudidayakannya di berbagai negara.

Labu siam mengandung beragam vitamin dan mineral penting. Karena itu, sayuran ini dapat mendukung kehamilan yang sehat, melindungi sel tubuh, dan membantu memperlambat tanda penuaan. Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap berpotensi menimbulkan efek samping.

Gangguan tersebut umumnya menyerang sistem pencernaan. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengonsumsi labu siam dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Kandungan Nutrisi Labu Siam

Labu siam memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Selain rendah kalori, sayuran ini juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Dalam satu buah labu siam berukuran sedang atau sekitar 203 gram, terdapat kandungan berikut:

  • Kalori: 39 kkal.
  • Karbohidrat: 9 gram.
  • Protein: 2 gram.
  • Lemak: 0 gram.
  • Serat: 4 gram atau 12 persen AKG.
  • Vitamin C: 17 persen AKG.
  • Folat (Vitamin B9): 47 persen AKG.
  • Vitamin K: 7 persen AKG.
  • Vitamin B6: 9 persen AKG.
  • Mangan: 17 persen AKG.
  • Tembaga: 27 persen AKG.
  • Seng: 14 persen AKG.
  • Kalium: 5 persen AKG.
  • Magnesium: 6 persen AKG.

Folat menjadi salah satu nutrisi utama dalam labu siam. Selain itu, vitamin tersebut berperan penting pada pembelahan dan pertumbuhan sel, terutama selama masa kehamilan. Kandungan kalori dan lemaknya yang rendah juga mendukung program pengendalian berat badan.

Baca Juga :  Program MBG Kembali Disalurkan Mulai 13 Juli 2026, BGN Pastikan Distribusi Berjalan Lancar

Efek Samping Makan Labu Siam Berlebihan

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, menyebut labu siam aman dikonsumsi setiap hari. Namun, manfaat tersebut berlaku jika masyarakat mengonsumsinya dalam porsi yang wajar.

Menurutnya, efek samping baru berpotensi muncul ketika seseorang mengonsumsi labu siam dalam jumlah sangat banyak. Sebagai gambaran, konsumsi sekitar 10 mangkuk atau lebih dalam sehari dapat memicu gangguan pencernaan.

Keluhan yang mungkin muncul meliputi:

  • Diare.
  • Perut kembung.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.

Selain itu, dr. Inggrid menjelaskan alergi terhadap labu siam sangat jarang terjadi. Keluhan akibat serat berlebih juga biasanya hanya bersifat sementara. Karena itu, kondisi tersebut umumnya membaik setelah pola makan kembali normal.

Sementara itu, risiko gangguan hati maupun ginjal akibat konsumsi labu siam tergolong sangat kecil. Menurutnya, seseorang hampir tidak mungkin mengonsumsi labu siam dalam jumlah sangat besar setiap hari selama berbulan-bulan.

Berapa Batas Aman Konsumsi Labu Siam?

dr. Inggrid menjelaskan belum ada batas konsumsi khusus untuk labu siam. Namun, masyarakat tetap perlu mengonsumsi sayuran ini dalam porsi yang wajar.

Sebagai contoh, seseorang dapat mengonsumsi labu siam tiga kali sehari. Setiap kali makan cukup menyajikan sekitar satu mangkuk kecil sebagai pelengkap menu. Dengan demikian, tubuh tetap memperoleh manfaat tanpa meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Selain itu, kandungan antioksidan dalam labu siam juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Karena itu, sayuran ini tetap layak masuk dalam menu harian.

Baca Juga :  Riset Terbaru Ungkap Durasi Jalan Kaki yang Efektif, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis

Bagian Labu Siam yang Bisa Dikonsumsi

Hampir seluruh bagian tanaman labu siam dapat dikonsumsi. Meski demikian, masyarakat paling sering mengolah bagian buahnya sebagai bahan masakan.

Selain buah, daun muda juga dapat menjadi bahan berbagai hidangan. Kulit buah sebenarnya juga aman dikonsumsi. Namun, sebagian orang memilih mengupasnya agar teksturnya lebih lembut.

Akar berbentuk umbi dapat diolah seperti kentang. Sementara itu, pucuk mudanya sering menjadi bahan masakan khas Asia. Bijinya juga dapat dimakan meski jarang dikonsumsi.

Dalam pengobatan tradisional Meksiko, masyarakat mengolah daun labu siam menjadi teh. Selain itu, sebagian orang meyakini minuman tersebut membantu meluruhkan batu ginjal dan menurunkan tekanan darah. Sari buahnya juga berpotensi membantu menjaga kadar gula darah serta mengurangi stres oksidatif.

Cara Mengolah Labu Siam

Labu siam memiliki rasa ringan dengan sedikit sentuhan manis. Selain itu, teksturnya renyah dan menyerupai mentimun. Sayuran ini dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak.

Berikut beberapa cara mengolah labu siam:

  • Menumis bersama sayuran dan sumber protein.
  • Menambahkan ke dalam sup atau sayur berkuah.
  • Memanggang utuh sebagai lauk pendamping.
  • Mengisi bagian dalam dengan ayam cincang, kacang-kacangan, atau biji-bijian.
  • Mengiris tipis sebagai campuran salad atau lalapan.

Untuk penyimpanan, labu siam dapat bertahan pada suhu ruang dalam waktu tertentu. Namun, penyimpanan di lemari es menggunakan wadah kedap udara membantu menjaga kesegarannya lebih lama. (iD/*)

Berita Terkait

Kulit Telur Rebus Susah Dikupas? Coba Metode 10-5-10 yang Sedang Viral
Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Speech Delay dan Cara Tepat Mengatasinya
MPLS Ramah 2026 Segera Dimulai, Begini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Baru
Riset Terbaru Ungkap Durasi Jalan Kaki yang Efektif, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis
Program MBG Kembali Disalurkan Mulai 13 Juli 2026, BGN Pastikan Distribusi Berjalan Lancar
Masih Sering Masukkan Makanan Panas ke Kulkas? Ketahui Risikonya Sebelum Terlambat
Waspada! Wabah Salmonella di 14 Negara Eropa Diduga Berasal dari Mie Instan Rasa Ayam
Kecerdasan Anak Lebih Diwarisi dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

Kulit Telur Rebus Susah Dikupas? Coba Metode 10-5-10 yang Sedang Viral

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:00 WIB

Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Speech Delay dan Cara Tepat Mengatasinya

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

MPLS Ramah 2026 Segera Dimulai, Begini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Baru

Senin, 13 Juli 2026 - 23:00 WIB

Riset Terbaru Ungkap Durasi Jalan Kaki yang Efektif, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis

Senin, 13 Juli 2026 - 20:00 WIB

Program MBG Kembali Disalurkan Mulai 13 Juli 2026, BGN Pastikan Distribusi Berjalan Lancar

Berita Terbaru