Jambi Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla, Kawasan Hutan Jadi Prioritas

Tim gabungan memperkuat pemadaman kebakaran di kawasan hutan, termasuk Taman Nasional Berbak dan Sembilang, dengan dukungan transportasi udara.

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla, Kawasan Hutan Jadi Prioritas. (Foto: jambi.tribunnews)

Jambi Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla, Kawasan Hutan Jadi Prioritas. (Foto: jambi.tribunnews)

Intiperistiwa.com — Pemerintah Provinsi Jambi mengerahkan 146 personel gabungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) 2026 untuk mempercepat pemadaman kebakaran. Tim gabungan memprioritaskan titik api di kawasan hutan, terutama Taman Nasional Berbak dan Sembilang serta Taman Hutan Raya (Tahura). Gubernur Jambi Al Haris melepas keberangkatan para personel di Posko Udara Ex VIP Room Bandara Lama, Minggu (18/10/2026). Ia mengatakan sejumlah titik di kawasan taman nasional memerlukan penanganan segera. Untuk membantu petugas mencapai lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah daerah mengandalkan dukungan transportasi udara dari TNI.

Operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya. Satgas menempatkan 146 personel itu di tiga pos untuk memperkuat penanganan kebakaran. Pos Sungai Aur Tahura di Kabupaten Muaro Jambi menerima 69 personel, Pos Sungai Rengas menerima 37 personel, sedangkan Pos Labuhan Pering menerima 40 personel. Secara lebih luas, Satgas Karhutla Jambi juga menyiapkan delapan pos kesiapsiagaan dengan dukungan hampir 4.000 personel. Pemerintah daerah berharap penguatan personel dan dukungan udara mempercepat pemadaman sekaligus mengurangi risiko kerusakan hutan, gangguan habitat satwa, dan dampak asap terhadap masyarakat.

Satgas Karhutla Jambi Perkuat Tiga Pos Pemadaman

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI atas dukungan pesawat untuk membantu mobilisasi personel. Ia menjelaskan bahwa sejumlah titik kebakaran di kawasan taman nasional membutuhkan penanganan segera.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Panglima TNI yang telah mengirimkan pesawat untuk digunakan oleh tim satgas. Ada beberapa titik di kawasan taman nasional yang perlu segera kita tangani pemadamannya,” ujar Al Haris saat melepas personel pada Minggu (18/10/2026).

Baca Juga :  Pemkab Bungo Hibahkan 130 Hektare untuk Pembangunan Fasilitas Pertahanan TNI

Al Haris menegaskan bahwa pemerintah perlu melindungi kawasan hutan karena memiliki peran penting bagi kelestarian lingkungan dan habitat satwa. Ia juga berharap operasi gabungan dapat mempercepat pemadaman di lokasi yang membutuhkan penanganan.

“Ini hutan negara yang harus kita selamatkan. Hutan merupakan paru-paru kita bersama, termasuk habitat berbagai satwa yang harus kita lindungi. Kita berharap pengerahan satgas ini dapat mempercepat pemadaman api,” ujarnya.

Satgas menempatkan personel di tiga pos dengan rincian berikut:

  • Pos Sungai Aur Tahura, Kabupaten Muaro Jambi: 69 personel.

  • Pos Sungai Rengas: 37 personel.

  • Pos Labuhan Pering: 40 personel.

Ketiga pos tersebut menampung total 146 personel. Penempatan itu membantu Satgas memperkuat penanganan di sejumlah titik yang menjadi prioritas pemadaman.

Dukungan Udara Bantu Petugas Menjangkau Titik Kebakaran

Selain memperkuat personel darat, Pemerintah Provinsi Jambi mengandalkan dukungan transportasi udara untuk mempercepat mobilisasi tim. Pemprov Jambi juga berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala BNPB untuk mendukung operasi tersebut.

Pemerintah daerah menyiapkan titik pendaratan helikopter dan sumber air untuk membantu kebutuhan pemadaman. Dukungan itu diharapkan mempermudah pergerakan petugas menuju lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Al Haris menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi selama operasi berlangsung. Ia juga meminta masyarakat di sekitar lokasi ikut mendukung upaya penanganan dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Jadi ini kita harapkan pentingnya menekankan kekompakan dan koordinasi seluruh unsur dalam penanganan karhutla ini ya. Nantinya keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi juga diperlukan, dengan tetap memperhatikan keselamatan saat membantu upaya pemadaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Koordinasi antara petugas, pemerintah daerah, dan unsur pendukung menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Karena itu, setiap pihak perlu menjaga komunikasi dan mengikuti arahan petugas ketika membantu operasi di lapangan.

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Delapan Pos Kesiapsiagaan

Di luar pengerahan 146 personel untuk memperkuat tiga pos, Satgas Karhutla Jambi menyiapkan delapan pos kesiapsiagaan dengan dukungan hampir 4.000 personel. Kesiapan tersebut bertujuan memperkuat penanganan kebakaran di berbagai wilayah.

Dukungan ini penting ketika petugas menghadapi titik api yang sulit dijangkau atau memerlukan penanganan lebih lanjut. Selain memadamkan api, operasi tersebut juga berfokus menekan risiko kerusakan hutan dan melindungi habitat satwa.

Al Haris berharap personel gabungan dan dukungan udara dapat mempercepat penanganan kebakaran, terutama di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Ia juga menekankan pentingnya melindungi lingkungan serta mengurangi dampak asap bagi masyarakat.

“Semoga dengan pengerahan personel gabungan dan dukungan udara dapat mempercepat pemadaman di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Langkah ini juga kita harapkan terutama untuk menekan risiko kerusakan hutan, melindungi habitat satwa, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap koordinasi lintas instansi, penempatan personel, dan dukungan udara dapat mempercepat pemadaman karhutla. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, melindungi habitat satwa, serta menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat. (iD/*)

Berita Terkait

Polda Jambi Amankan 20 Terduga Pengguna Narkoba di Muaro Jambi
Azhar Hamzah Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh
Kemenhut Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Dua di Jambi
Polisi Tangkap Direktur Travel Umrah terkait Dugaan Penipuan di Jambi
Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh
Dua Petani Tanjabbar Jadi Tersangka Karhutla, Ini Kronologi dan Pengakuan Salah Satunya
Satgas Karhutla Jambi Kerahkan 90 Personel ke Titik Api Berbak dan Sembilang Jambi
Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Capai 4.363,86 Hektare, 18 Orang Jadi Tersangka
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Polda Jambi Amankan 20 Terduga Pengguna Narkoba di Muaro Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Azhar Hamzah Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhut Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Dua di Jambi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Polisi Tangkap Direktur Travel Umrah terkait Dugaan Penipuan di Jambi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh

Berita Terbaru