Intiperistiwa.com, Jambi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Provinsi Jambi sepanjang 2026. Hingga 12 Oktober, kebakaran tercatat melanda area seluas 4.335,34 hektare di sejumlah kabupaten dan kota.
Besarnya area terdampak menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah daerah. Selain melakukan pemadaman, petugas juga perlu memantau titik panas dan meningkatkan pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Kabupaten Batanghari mencatat luas kebakaran terbesar. Luas area terdampak di daerah tersebut mencapai 1.348,18 hektare selama periode pelaporan.
Sementara itu, beberapa kabupaten lain juga mencatat area kebakaran dalam jumlah ratusan hektare. BPBD masih mengumpulkan dan memeriksa laporan dari daerah karena penghitungan luas terdampak belum selesai di seluruh wilayah.
Batanghari Catat Luas Karhutla Terbesar
Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyampaikan bahwa data luas kebakaran berasal dari laporan masing-masing kabupaten dan kota. Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena sejumlah daerah masih menyelesaikan penghitungan.
“luasan ini berdasarkan hitungan yang dilaporkan oleh masing-masing kabupaten, laporan ini masih sementara, karena ada beberapa daerah yang belum bisa dihitung,” katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dengan demikian, angka luas karhutla di Provinsi Jambi masih berpotensi mengalami perubahan setelah seluruh daerah menyelesaikan pendataan. Masyarakat perlu memahami bahwa angka sementara tersebut mengikuti laporan yang telah diterima BPBD.
Daftar Wilayah Terdampak Karhutla di Provinsi Jambi
BPBD Provinsi Jambi mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas 4.335,34 hektare selama periode 1 Januari hingga 12 Oktober 2026. Berikut rincian luas kebakaran di setiap kabupaten dan kota:
- Kabupaten Batanghari: 1.348,18 hektare.
- Kabupaten Tanjung Jabung Barat: 674,55 hektare.
- Kabupaten Tanjung Jabung Timur: 659,18 hektare.
- Kabupaten Muaro Jambi: 626,87 hektare.
- Kabupaten Sarolangun: 508,55 hektare.
- Kabupaten Tebo: 403,76 hektare.
- Kabupaten Bungo: 86,75 hektare.
- Kabupaten Merangin: 17,30 hektare.
- Kota Jambi: 10 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh belum mencatat kejadian karhutla selama periode pelaporan tersebut.
BPBD Provinsi Jambi menegaskan bahwa data luas kebakaran masih bersifat sementara karena beberapa daerah belum menyelesaikan penghitungan luas area terdampak.
BPBD Catat 14.652 Titik Panas
Selain mencatat luas area terbakar, Satgas Karhutla Provinsi Jambi juga melaporkan 14.652 titik panas selama periode 1 Januari hingga 12 Oktober 2026. Data tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
Petugas dari posko terpadu terus melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemadaman ketika menemukan kebakaran. Upaya tersebut bertujuan membantu mencegah api meluas ke area lain.
Di sisi lain, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dapat memicu kebakaran yang meluas dan menyulitkan proses penanganan.
Pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan serta pelaporan dini ketika menemukan kebakaran menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan karhutla di Provinsi Jambi.
Informasi mengenai luas kebakaran dan titik panas akan mengikuti pembaruan data dari pihak berwenang. Pembaca dapat mengikuti perkembangan berita daerah lainnya melalui (iD/*)











Komentar