Intiperistiwa.com – Dinamika politik nasional kembali menghadirkan kejutan yang sangat menarik perhatian publik. Pemerintah pusat kini secara terbuka merangkul berbagai elemen bangsa demi menjaga stabilitas negara. Langkah strategis ini sangat penting agar program pembangunan masyarakat berjalan tanpa hambatan berarti. Oleh karena itu, kolaborasi antartokoh lintas sektoral terbukti menjadi kunci utama keberhasilan suatu pemerintahan.
Masyarakat tentu mengharapkan kebijakan yang lebih inklusif dari pihak istana kepresidenan. Kehadiran para tokoh independen di pemerintahan membawa harapan baru bagi kemajuan Indonesia. Selain itu, presiden tampaknya sengaja menghapus garis pembatas antara kawan dan lawan politik. Strategi merangkul kelompok kritis ini menciptakan ruang diskusi yang jauh lebih sehat di dalam istana.
Keputusan ini membuktikan bahwa negara selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas ego kelompok. Selanjutnya, keberagaman latar belakang para penasihat akan memperkaya sudut pandang pembuatan kebijakan. Publik tentu sangat menantikan dampak positif dari sinergi para pemikir ulung ini. Fenomena penyatuan pandangan politik ini terlihat sangat jelas pada Jumat (2/10/2026) lalu.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto resmi memimpin pelantikan 26 anggota Wantimpres di Jakarta. Menariknya, kepala negara turut mengundang akademisi Rocky Gerung yang sering mengkritik keras pemerintah. Mereka bersama-sama mengucap sumpah janji jabatan untuk mendampingi tugas kenegaraan sang presiden.
Strategi Politik Merangkul Semua Kalangan
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, langsung memberikan analisis tajam mengenai keputusan presiden tersebut. Ia menilai langkah Prabowo mengumpulkan puluhan tokoh ini memiliki makna politik yang sangat mendalam. “Mazhab (politik) Prabowo itu Mazhab merangkul semua kalangan,” kata Adi memberikan keterangan kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2026).
Pengamat politik ini memandang sang presiden menyadari beratnya tugas memajukan bangsa sendirian. Oleh sebab itu, Prabowo sangat membutuhkan masukan berharga dari berbagai pakar lintas keilmuan. Selanjutnya, Adi menyoroti rekam jejak mentereng para figur yang masuk ke dalam dewan penasihat tersebut. Bahkan, pakar ini menegaskan bahwa para anggota dewan memiliki segudang pengalaman mumpuni.
“Prabowo seringkali menegaskan hal ini di sejumlah pidato politiknya tentang pentingnya kerjasama dengan semua pihak,” ucapnya. Prabowo memang selalu mengajak seluruh tokoh bangsa bekerja sama merumuskan kebijakan negara. Oleh karenanya, Adi juga meyakini bahwa para penasihat ini tidak sekadar mengejar jabatan struktural belaka. “Figur yang dilantik jadi wantimpres hari ini itu mayoritas melampaui urusan kepentingan jabatan, rata-rata sudah sukses di bidangnya masing-masing,” ucapnya.
Daftar Lengkap 26 Anggota Wantimpres Pilihan Presiden
Presiden mempercayakan posisi pimpinan serta jajaran anggota dewan pertimbangan kepada tokoh-tokoh berikut ini:
-
Pratikno: Tokoh akademisi dan pemerintahan, mantan Rektor UI, Mensesneg (2014-2024), serta Menko PMK (2024-2026) yang menjabat sebagai Ketua.
-
Hatta Rajasa: Tokoh pemerintahan, mantan Mensesneg (2007-2009) dan Menko Perekonomian (2009-2014) yang menjabat sebagai Wakil Ketua.
-
Muhammad Qodari: Mantan Kepala KSP (2025-2026), kepala Bakom, dan pengamat politik yang menjabat sebagai Sekretaris.
-
Sinta Nuriyah Wahid: Tokoh perempuan dan pejuang kemanusiaan yang aktif dalam pembelaan perempuan serta dialog lintas iman.
-
Muhammad Quraish Shihab: Tokoh ulama dan cendekiawan Al-Quran, mantan Menteri Agama (1998) serta Dubes RI untuk Mesir.
-
Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar: Tokoh nasional, mantan Menko Polsoskam dan mantan Danjen Kopassus.
-
Chairul Tanjung: Tokoh pengusaha nasional sekaligus mantan Menko Perekonomian (2014).
-
Kyai Said Aqil Siradj: Tokoh cendekiawan muslim dan Nahdlatul Ulama yang memimpin PBNU selama dua periode.
-
Kyai Anwar Iskandar: Tokoh ulama senior dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
-
Yahya Cholil Staquf: Tokoh Nahdlatul Ulama yang berpengalaman dalam forum nasional maupun internasional.
-
Yusuf Wanandi: Pendiri CSIS sekaligus pejuang Pancasila 1966.
-
Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan: Tokoh kepolisian dan keamanan nasional, mantan Kepala BIN dan Menko Polkam (2024-2025).
-
Bambang Soesatyo: Tokoh parlemen dan mantan Ketua MPR (2019-2024).
-
Salim Segaf Al Jufri: Ulama dan tokoh nasional, mantan Menteri Sosial (2009-2014).
-
Sukarwo: Tokoh pemerintahan dan mantan Gubernur Jawa Timur dua periode.
-
Dato’ Sri Tahir: Tokoh pengusaha nasional sekaligus mantan anggota Wantimpres (2019-2024).
-
Rocky Gerung: Akademikus, filsuf, intelektual publik, dan pengamat politik Indonesia.
-
Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana: Tokoh Hindu dan mantan Irjen Kementerian Pertahanan.
-
Philip Kuncoro Wijaya: Tokoh umat Buddha sekaligus pemimpin Persatuan Umat Buddha Indonesia.
-
Budi Tanuwibowo: Tokoh agama Konghucu yang aktif memimpin dialog antaragama.
-
Anwar Usman: Purnabakti Hakim Konstitusi dan eks Ketua Mahkamah Konstitusi (2018-2023).
-
Mohamad Hatta: Politikus senior dan mantan Dubes RI untuk Kerajaan Thailand.
-
Jusuf Hamka: Tokoh pengusaha nasional Tionghoa Muslim yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
-
Margarito Kamis: Pakar hukum tata negara asal Ternate.
-
Jacky Manuputty: Tokoh Protestan asal Maluku dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (2024-2029).
-
Ignasius Jonan: Tokoh pengusaha sekaligus pakar transportasi Indonesia, mantan Menteri ESDM (2016-2019). (iD/*)











Komentar