Intiperistiwa.com – Ponsel memudahkan banyak aktivitas, mulai dari berkomunikasi hingga mencari informasi dan menyelesaikan pekerjaan. Namun, kebiasaan membuka HP untuk satu keperluan terkadang berlanjut menjadi aktivitas scrolling selama berjam-jam tanpa terasa. Akibatnya, waktu yang semula ingin digunakan untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain justru habis di depan layar.
Dampak screen time tinggi tidak selalu muncul hanya karena seseorang menggunakan ponsel dalam waktu lama. Aktivitas dan kebiasaan selama menatap layar juga berperan penting. Misalnya, penggunaan HP untuk menyelesaikan pekerjaan berbeda dari kebiasaan menonton video hingga larut malam, apalagi jika aktivitas tersebut mengurangi waktu tidur atau membuat seseorang jarang bergerak.
Karena itu, orang dewasa perlu memperhatikan perubahan rutinitas ketika menggunakan perangkat digital. Mata yang terasa tidak nyaman, jadwal tidur yang berantakan, dan berkurangnya aktivitas fisik dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kebiasaan tersebut. Dengan mengenali dampaknya sejak awal, kamu bisa mengatur penggunaan HP tanpa harus langsung berhenti menggunakan perangkat digital.
1. Screen Time Tinggi Bisa Membuat Mata Lelah dan Kering
Pernahkah mata terasa perih, kering, atau tidak nyaman setelah menatap layar terlalu lama? Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan digital eye strain atau kelelahan mata digital.
American Academy of Ophthalmology (AAO) menjelaskan bahwa penggunaan layar dalam waktu lama dapat memicu ketidaknyamanan pada mata. Selain itu, sebagian orang dapat mengalami sakit kepala atau pandangan buram sementara setelah melakukan aktivitas visual dalam durasi panjang.
Salah satu penyebabnya berkaitan dengan kebiasaan berkedip. Ketika seseorang berkonsentrasi melihat layar, frekuensi berkedip dapat berkurang sehingga permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan.
Namun, kamu bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Pertama, alihkan pandangan dari layar secara berkala. Kedua, usahakan berkedip secara teratur. Selain itu, sesuaikan pencahayaan ruangan agar mata tidak perlu bekerja terlalu keras saat melihat layar.
2. Penggunaan HP pada Malam Hari Bisa Mengganggu Tidur
Niat tidur pukul 22.00 bisa berantakan ketika seseorang terus menggulir media sosial hingga tengah malam. Kebiasaan ini sering terjadi karena pengguna ingin melihat satu video lagi atau menunggu balasan pesan sebelum menutup aplikasi.
Penggunaan layar pada malam hari dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu tubuh mengatur siklus tidur dan bangun. Selain itu, aktivitas digital yang menarik perhatian bisa membuat seseorang menunda waktu tidur meskipun tubuh sudah membutuhkan istirahat.
Jika kebiasaan tersebut terus berulang, waktu tidur dapat berkurang dan jadwal istirahat menjadi tidak teratur. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan batas penggunaan HP menjelang tidur.
Kamu bisa menentukan waktu berhenti menggunakan ponsel setiap malam. Selanjutnya, manfaatkan fitur pengingat waktu aplikasi untuk membantu mengendalikan kebiasaan scrolling. Kamu juga dapat menjauhkan HP dari tempat tidur agar tidak mudah tergoda membuka media sosial ketika seharusnya beristirahat.
3. Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Mengurangi Aktivitas Fisik
Menghabiskan waktu luang sambil duduk atau berbaring menggunakan HP dapat mengurangi kesempatan untuk berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian ketika penggunaan perangkat digital membuat seseorang lebih sering diam sepanjang hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa membatasi perilaku sedentari, yaitu aktivitas saat terjaga yang hanya melibatkan sedikit gerakan tubuh. Duduk terlalu lama merupakan salah satu contoh perilaku tersebut.
Namun, kamu tidak harus langsung meninggalkan semua aktivitas digital untuk memperbaiki rutinitas. Mulailah dengan berdiri dari kursi, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan. Selain itu, sisihkan waktu khusus untuk berjalan kaki atau berolahraga sesuai kemampuan.
Dengan membiasakan jeda gerak, kamu dapat mengurangi waktu duduk berkepanjangan. Langkah sederhana ini juga membantu menyeimbangkan aktivitas di depan layar dengan kebutuhan tubuh untuk bergerak.
Cara Mengurangi Screen Time Tanpa Harus Berhenti Main HP
Mengurangi screen time tidak berarti kamu harus berhenti menggunakan ponsel sepanjang hari. Sebaliknya, kamu dapat memulai perubahan dari kebiasaan kecil yang mudah diterapkan secara konsisten.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:
- Matikan notifikasi yang tidak penting. Cara ini membantu mengurangi dorongan untuk terus membuka aplikasi.
- Batasi penggunaan aplikasi tertentu. Gunakan fitur batas waktu aplikasi jika kamu sering kehilangan kendali saat scrolling.
- Tentukan waktu berhenti menggunakan HP. Terapkan jadwal yang realistis, terutama menjelang tidur.
- Selingi aktivitas layar dengan gerakan. Berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan setelah duduk dalam waktu lama.
- Periksa kebiasaan penggunaan HP. Manfaatkan fitur screen time atau digital wellbeing untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak menyita waktu.
Selain langkah tersebut, kamu perlu menyesuaikan penggunaan perangkat dengan kebutuhan sehari-hari. Waktu layar untuk bekerja, belajar, atau berkomunikasi memiliki tujuan berbeda dari penggunaan yang terus berlanjut tanpa batas hingga mengganggu rutinitas.
Tidak ada satu batas maksimal screen time yang berlaku untuk semua orang dewasa dalam setiap situasi. Karena itu, perhatikan tujuan penggunaan, kenyamanan mata, kecukupan tidur, serta kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik.
Pada akhirnya, kamu tetap bisa menikmati media sosial dan berbagai layanan digital tanpa membiarkan kebiasaan scrolling mengambil alih waktu istirahat maupun kegiatan penting lainnya. Mulailah dengan mengatur waktu layar secara realistis, kemudian pertahankan kebiasaan yang membantu menjaga keseimbangan aktivitas harian. (iD/*)
FAQ
1. Apa saja dampak screen time tinggi bagi orang dewasa?
Penggunaan layar dalam waktu lama dapat berkaitan dengan kelelahan mata, mata kering, gangguan jadwal tidur, dan berkurangnya aktivitas fisik apabila kebiasaan tersebut menggeser rutinitas sehari-hari.
2. Berapa lama batas screen time yang ideal untuk orang dewasa?
Tidak ada satu batas waktu maksimal yang berlaku untuk semua orang dewasa dalam setiap situasi. Namun, kamu perlu memperhatikan tujuan penggunaan HP serta dampaknya terhadap tidur, kenyamanan mata, aktivitas fisik, dan pekerjaan sehari-hari.
3. Bagaimana cara mengurangi screen time setiap hari?
Mulailah dengan mematikan notifikasi yang tidak penting, membatasi waktu aplikasi, menetapkan jadwal berhenti menggunakan HP sebelum tidur, dan menyelingi aktivitas layar dengan gerakan tubuh.











Komentar