Intiperistiwa.com — Sebanyak 90 personel Satgas Karhutla Jambi bergerak melalui jalur udara untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Tim menyasar titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat, terutama di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kapolda Jambi Irjen Widodo menegaskan bahwa operasi ini membutuhkan sinergi lintas instansi. Ia juga meminta setiap personel menjaga kesehatan, memperhatikan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi medan dan pergerakan api. Pengerahan tersebut memperkuat upaya pemadaman di lokasi yang membutuhkan penanganan khusus.
Sementara itu, data Satgas Karhutla Provinsi Jambi per 17 Oktober 2026 mencatat luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 4.813,56 hektare. Kabupaten Batang Hari mencatat luasan terbesar, yakni 1.376 hektare, disusul Sarolangun dengan 958 hektare. Sejumlah kabupaten lain juga mencatat kebakaran dengan luasan berbeda. Kondisi tersebut mendorong perlunya koordinasi antara petugas pemadam, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Selain mempercepat pemadaman, petugas perlu memastikan keselamatan selama menghadapi medan yang sulit serta pergerakan api. Kapolda juga menekankan pentingnya komunikasi untuk mencegah kebakaran meluas.
Kapolda Jambi Tekankan Sinergi dan Keselamatan Personel
Kapolda Jambi Irjen Widodo meminta seluruh personel menjalankan tugas secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan. Ia menilai koordinasi antarpihak sangat penting untuk mendukung efektivitas operasi pemadaman.
“Seluruh personel yang terlibat harus bersinergi dan bekerja sama dengan baik di lapangan. Laksanakan tugas secara maksimal, tetap waspada terhadap potensi bahaya, jaga kesehatan, dan utamakan keselamatan diri,” kata Widodo, Minggu.
Pengerahan personel ini menyasar titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Satgas menggunakan jalur udara untuk membawa petugas menuju kawasan yang membutuhkan dukungan pemadaman, khususnya di Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Widodo juga menyemangati seluruh unsur yang menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Ia menekankan perlunya pemantauan perkembangan situasi dan penanganan terpadu agar setiap titik kebakaran mendapat penanganan sesuai kondisi lapangan.
“Komunikasi serta koordinasi harus terus dilakukan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.
Polda Jambi Dukung Operasi Gabungan Penanganan Karhutla
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menjelaskan bahwa keikutsertaan Kapolda Jambi dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan Polri terhadap upaya pemerintah daerah. Dukungan itu juga melibatkan TNI dan instansi terkait dalam penanganan karhutla di Provinsi Jambi.
Polda Jambi mengandalkan kesiapan personel, koordinasi lintas sektor, dan pemantauan situasi secara berkelanjutan untuk mendukung operasi. Langkah tersebut bertujuan membantu petugas menangani titik kebakaran sekaligus mengurangi risiko perluasan api.
“Polda Jambi berkomitmen mendukung upaya penanggulangan karhutla melalui kesiapan personel, koordinasi lintas sektoral, dan pemantauan situasi secara berkelanjutan. Kami berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan baik, mengutamakan keselamatan, serta bekerja secara terpadu demi mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Koordinasi antara petugas di lapangan dan unsur pendukung menjadi bagian penting dalam operasi ini. Setiap personel perlu memperhatikan arahan komando, kondisi medan, serta potensi perubahan arah api selama menjalankan tugas.
Luas Karhutla Jambi Capai 4.813,56 Hektare
Data Satgas Karhutla Provinsi Jambi per 17 Oktober 2026 mencatat total luas lahan terbakar mencapai 4.813,56 hektare. Kabupaten Batang Hari mencatat angka terbesar, sedangkan beberapa kabupaten lain juga mengalami kebakaran dengan luasan berbeda.
Berikut rincian luasan karhutla berdasarkan data yang tercantum dalam sumber:
-
Kabupaten Batang Hari: 1.376 hektare.
-
Kabupaten Sarolangun: 958 hektare.
-
Kabupaten Tanjung Jabung Barat: 674 hektare.
-
Kabupaten Tanjung Jabung Timur: 659 hektare.
-
Kabupaten Muaro Jambi: 626 hektare.
-
Kabupaten Tebo: 403 hektare.
-
Kabupaten Bungo: 86 hektare.
-
Kabupaten Merangin: 17 hektare.
-
Kota Jambi: 10 hektare.
Besarnya luasan tersebut menunjukkan pentingnya upaya pemadaman dan pencegahan yang terkoordinasi. Selain mengerahkan personel, petugas perlu memantau kondisi lapangan untuk menentukan prioritas penanganan berdasarkan lokasi dan tingkat kesulitan akses.
Melalui pengerahan 90 personel, Satgas Karhutla Jambi berupaya memperkuat pemadaman di kawasan Berbak dan Sembilang. Widodo meminta seluruh personel menjaga kekompakan, meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan selama operasi. (iD/*)











Komentar