Intiperistiwa.com – Orang tua umumnya menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Namun, cara memberi perlindungan perlu berubah ketika anak mulai beranjak dewasa. Pada tahap ini, orang tua sebaiknya mulai memberi kepercayaan dan ruang untuk mandiri. Pendekatan tersebut membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas pilihannya.
Konselor dan terapis keluarga Archana Singhal menilai kontrol berlebihan dapat memengaruhi harga diri anak dewasa. Selain itu, pola tersebut dapat mengganggu kemandirian dan kesejahteraan mental mereka. Anak dapat merasa cemas ketika orang tua terus mengambil keputusan dalam hidupnya. Mereka juga bisa kesulitan menentukan pilihan atau takut membuat keputusan yang dianggap salah.
“Menjadi orang tua yang baik pada masa ini berarti memberikan arahan dan pendampingan, bukan kontrol,” ujar Archana. Hindustan Times memuat penjelasan tersebut pada Minggu, 23 Agustus 2026. Selanjutnya, Archana membagikan lima hal yang sebaiknya orang tua hentikan secara bertahap. Kelima hal itu berkaitan dengan keputusan, kesalahan, privasi, perbandingan, dan tekanan terhadap pilihan anak.
1. Berhenti Mengambil Semua Keputusan
Orang tua sebaiknya tidak lagi mengambil semua keputusan tentang pendidikan, karier, pernikahan, pertemanan, dan masa depan anak. Sebaliknya, mereka tetap dapat memberikan arahan dan nasihat. Namun, anak yang sudah dewasa perlu menentukan keputusan akhirnya sendiri. Cara ini memberi ruang kepada anak untuk belajar menjalani pilihannya.
2. Jangan Anggap Setiap Kesalahan sebagai Kegagalan
Anak yang sudah dewasa berhak melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman tersebut. Karena itu, orang tua tidak perlu langsung turun tangan menyelesaikan setiap masalah. Mereka dapat bertanya, “Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?” Selain itu, orang tua juga sebaiknya tidak meremehkan atau menyalahkan anak.
Orang tua perlu memberi waktu agar anak memahami tindakan dan menerima konsekuensinya. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman tersebut. Sementara itu, orang tua tetap dapat memberikan pendampingan tanpa mengambil alih masalah. Pendekatan tersebut menjaga ruang bagi anak untuk menghadapi keputusan mereka sendiri.
3. Berhenti Mengintip Kehidupan Anak
Setiap anak yang sudah dewasa memiliki hak atas batasan dan privasi pribadi. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terus memantau keberadaan, keuangan, pesan, atau media sosial mereka. Kebiasaan tersebut dapat menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada anak. Sebaliknya, orang tua perlu menghormati privasi sambil tetap menjaga komunikasi terbuka.
4. Berhenti Membandingkan Anak
Orang tua sebaiknya berhenti membandingkan anak dengan saudara, sepupu, teman keluarga, atau orang lain. Perbandingan tersebut dapat memengaruhi harga diri anak yang sudah dewasa. Selain itu, mereka bisa merasa tidak cukup baik atau lebih rendah dibandingkan orang lain. Karena itu, orang tua lebih baik berfokus pada perkembangan pribadi dan pertumbuhan anak.
5. Jangan Membuat Anak Merasa Bersalah
Orang tua sebaiknya tidak menekan anak dewasa untuk memilih sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman. Misalnya, kalimat “Kamu akan mengecewakan kami kalau mengambil pekerjaan itu,” dapat memicu rasa bersalah. Tekanan seperti itu dapat membuat anak mengabaikan pilihan yang menurut mereka tepat. Selain itu, pola tersebut juga dapat menimbulkan ketegangan dalam keluarga.
Perubahan cara mendampingi anak menjadi penting ketika mereka mulai beranjak dewasa. Menurut Archana, orang tua tetap dapat memberi arahan tanpa mengambil alih kendali hidup anak. Selain itu, kepercayaan dan ruang pribadi membantu anak menjalani keputusan serta konsekuensinya. Pendekatan tersebut menempatkan pendampingan, bukan kontrol, sebagai dasar hubungan dengan anak dewasa. (iD/*)
FAQ
Apa yang sebaiknya orang tua lakukan ketika anak mulai dewasa?
Orang tua tetap dapat memberikan arahan dan pendampingan kepada anak. Namun, mereka sebaiknya mulai mengurangi kontrol atas keputusan anak. Selain itu, orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk mandiri. Anak kemudian dapat belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.
Mengapa orang tua sebaiknya tidak mengambil semua keputusan anak?
Kontrol berlebihan dapat memengaruhi harga diri dan kemandirian anak dewasa. Selain itu, anak dapat merasa cemas ketika selalu bergantung pada keputusan orang tua. Mereka juga bisa takut mengambil keputusan yang dianggap salah. Karena itu, orang tua sebaiknya memberi arahan tanpa menentukan semua pilihan.
Apakah orang tua boleh memantau kehidupan pribadi anak dewasa?
Anak yang sudah dewasa memiliki hak atas privasi dan batasan pribadi. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terus memantau pesan, keuangan, atau media sosial anak. Pengawasan berlebihan dapat menunjukkan kurangnya kepercayaan. Sebaliknya, orang tua dapat menjaga komunikasi terbuka sambil menghormati privasi.
Mengapa membandingkan anak dengan orang lain sebaiknya dihindari?
Perbandingan dapat memengaruhi harga diri anak yang sudah dewasa. Selain itu, anak dapat merasa tidak cukup baik. Mereka juga bisa merasa lebih rendah dibandingkan orang lain. Karena itu, orang tua sebaiknya fokus pada perkembangan pribadi anak.











Komentar