Intiperistiwa.com – kecemasan saat bepergian dapat muncul jauh sebelum seseorang meninggalkan rumah. Rencana yang semestinya memberi kesempatan beristirahat justru bisa memicu kekhawatiran tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi, lingkungan asing, pertemuan dengan orang baru, atau perubahan jadwal. Bagi sebagian orang, bayangan menghadapi situasi tersebut terasa cukup mengganggu hingga menyulitkan persiapan perjalanan. Karena itu, persiapan bukan hanya berkaitan dengan tiket, barang bawaan, atau tujuan kunjungan. Seseorang juga perlu mengenali pemicu kecemasan dan menentukan cara menghadapi situasi yang paling membuatnya tidak nyaman.
Setiap pemicu membutuhkan pendekatan berbeda. Orang yang takut naik pesawat mungkin perlu membiasakan diri dengan gambaran penerbangan secara perlahan. Sementara itu, seseorang yang khawatir terlambat dapat mengurangi ketidakpastian dengan mengenali destinasi dan menyusun waktu cadangan. Interaksi sosial maupun pilihan makanan di tempat baru juga bisa menambah beban pikiran. Namun, kekhawatiran tersebut tidak selalu harus membuat seseorang membatalkan rencana. Sejumlah ahli kesehatan mental, termasuk psikoterapis berlisensi Daryl Appleton dan psikolog klinis Holly Batchelder, membagikan beberapa cara untuk menghadapi kecemasan selama perjalanan. Langkah-langkah berikut menekankan persiapan bertahap dan pilihan praktis, bukan tuntutan agar seseorang langsung merasa tenang.
5 Cara Mengatasi Kecemasan Saat Bepergian
1. Hadapi Ketakutan Naik Pesawat secara Bertahap
Ketakutan terhadap penerbangan bisa muncul bahkan ketika seseorang baru membayangkan proses naik pesawat. Psikolog klinis Holly Batchelder menyarankan terapi paparan untuk membantu seseorang menghadapi ketakutannya secara bertahap.
“Terapi paparan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengatasinya karena membantu Anda menghadapi ketakutan sedikit demi sedikit, alih-alih menghindarinya,” tutur Batchelder, disadur dari Forbes.
Tahap awal tidak harus langsung menaiki pesawat. Seseorang dapat menonton video pesawat lepas landas atau mengunjungi bandara tanpa melakukan penerbangan. Dengan cara tersebut, seseorang dapat mulai membiasakan diri dengan situasi yang sebelumnya memicu kecemasan.
Selain itu, latihan pernapasan dalam dan relaksasi otot dapat membantu meredakan kecemasan saat berada di pesawat. Pendekatan bertahap ini memberi kesempatan kepada seseorang untuk menghadapi ketakutannya tanpa harus langsung menjalani situasi yang paling menantang.
2. Kenali Destinasi Sebelum Berangkat
Ketidakpastian tentang tempat tujuan juga dapat memicu kecemasan saat bepergian. Seseorang mungkin merasa tidak nyaman ketika belum mengetahui kondisi lingkungan yang akan dikunjungi. Karena itu, mencari informasi tentang destinasi sebelum keberangkatan dapat membantu mengurangi ketidakpastian.
Batchelder menjelaskan bahwa terapi paparan dapat membantu seseorang membiasakan diri dengan pengalaman baru secara bertahap.
“Terapi paparan bekerja dengan meningkatkan kenyamananmu terhadap pengalaman baru secara bertahap,” katanya.
Selain mencari informasi, seseorang dapat memilih destinasi yang sudah familier untuk perjalanan awal. Cara ini memberikan kesempatan untuk menyesuaikan diri sebelum mencoba lingkungan yang lebih asing.
Penting juga untuk mengingat alasan melakukan perjalanan. Pekerja sosial klinis berlisensi Angelia Kerling menyarankan seseorang mempertimbangkan manfaat yang ingin diperoleh dari perjalanannya.
“Cobalah pikirkan apa yang ingin kamu dapatkan dari perjalanan itu sehingga menghadapi kecemasan terasa sepadan,” ujar Kerling.
Dengan mengingat tujuan tersebut, seseorang dapat mempertahankan rencana perjalanannya meskipun kecemasan belum sepenuhnya hilang.
3. Mulai Percakapan dari Hal Sederhana
Bertemu orang baru dapat menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang mengalami kecemasan sosial. Situasi ini mungkin terasa lebih sulit ketika perjalanan membawa seseorang ke lingkungan yang belum dikenalnya.
Batchelder menjelaskan bahwa seseorang dapat berlatih menghadapi situasi sosial secara bertahap. Memulai percakapan melalui pertanyaan sederhana kepada orang yang belum dikenal bisa menjadi salah satu langkah awal.
Namun, seseorang tidak harus langsung merasa nyaman dalam semua interaksi. Memilih kegiatan yang memiliki susunan jelas juga dapat membantu mengurangi ketidakpastian.
Psikoterapis berlisensi Daryl Appleton menyarankan kegiatan seperti tur berpemandu bagi orang yang mengalami kesulitan berinteraksi.
“Saya menyarankan klien yang mengalami kesulitan ini untuk memilih lingkungan yang lebih terstruktur, seperti tur dengan pemandu, yang dapat mengurangi ketidakpastian dalam berinteraksi,” ucapnya.
Kegiatan dengan panduan memberikan struktur yang lebih jelas ketika seseorang berada di lingkungan baru. Selain itu, peserta memiliki kegiatan bersama sebagai titik awal interaksi, sehingga mereka tidak harus memikirkan topik percakapan dari awal.
4. Siapkan Waktu Cadangan untuk Perjalanan
Jadwal yang padat dapat menambah kecemasan, terutama bagi orang yang takut ketinggalan bus, kereta, atau pesawat. Kekhawatiran ini dapat berkaitan dengan keinginan mengendalikan keadaan dan kecenderungan membayangkan kemungkinan terburuk.
Appleton menjelaskan pemicu tersebut melalui pernyataannya berikut.
“Kecemasan ini biasanya berasal dari keinginan untuk mengendalikan keadaan dan distorsi kognitif berupa kecenderungan membayangkan kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Untuk mengurangi kekhawatiran, sediakan waktu cadangan sebelum jadwal keberangkatan. Pertimbangkan pula alternatif perjalanan apabila terjadi keterlambatan. Dengan persiapan tersebut, seseorang memiliki pilihan ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.
Batchelder juga menyarankan penggunaan aplikasi perjalanan untuk memantau informasi terbaru.
“Selain itu, langkah praktis seperti menyediakan waktu cadangan dan menggunakan aplikasi perjalanan secara langsung dapat membantu mengurangi kekhawatiran terkait perjalanan,” kata Batchelder.
Persiapan ini tidak menjamin semua hambatan dapat dihindari. Namun, seseorang dapat memiliki waktu lebih longgar dan informasi yang dibutuhkan untuk menyesuaikan rencana.
5. Kenali Makanan yang Cocok untuk Tubuh
Pilihan makanan di tempat baru juga dapat memicu kecemasan, terutama bagi orang yang khawatir mengalami gangguan pencernaan. Situasi tersebut dapat terasa lebih menantang ketika seseorang belum mengenal hidangan yang tersedia di destinasi.
Batchelder menyarankan agar seseorang mulai mengenal makanan yang belum familier sebelum mencobanya saat bepergian.
“Kamu bisa mulai dengan mencoba makanan yang belum familier di rumah atau dari sumber tepercaya, lalu secara bertahap mencoba masakan baru saat bepergian,” tuturnya.
Langkah tersebut dapat membantu seseorang mengenali makanan yang terasa cocok bagi tubuhnya. Selain itu, membawa camilan yang biasa dikonsumsi dapat menjadi persiapan praktis selama perjalanan.
Appleton juga menyarankan seseorang mencari informasi tentang pilihan makanan dan fasilitas medis di tempat tujuan. Persiapan tersebut dapat membantu mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan gangguan selama perjalanan.
“Menyiapkan makanan atau camilan yang membuat nyaman, membawa obat-obatan, atau mencari tahu menu dan bahkan fasilitas medis sebelum bepergian dapat membantu meredakan kecemasan ini,” kata Appleton.
Dengan mengenali kebutuhan tubuh dan menyiapkan pilihan yang sesuai, seseorang dapat menghadapi perjalanan dengan persiapan yang lebih baik.
Pada akhirnya, cara mengatasi kecemasan saat bepergian tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Seseorang dapat mengenali pemicu, melakukan persiapan sederhana, dan menghadapi situasi yang menantang secara bertahap. Sesuaikan langkah tersebut dengan kebutuhan pribadi agar perjalanan tetap memiliki ruang untuk pengalaman baru tanpa mengabaikan kenyamanan diri. (iD/*)
FAQ
1. Bagaimana cara mengatasi kecemasan saat bepergian dengan pesawat?
Seseorang dapat memulai dengan menonton video pesawat lepas landas atau mengunjungi bandara tanpa melakukan penerbangan. Saat berada di pesawat, latihan pernapasan dalam dan relaksasi otot juga dapat membantu meredakan kecemasan.
2. Bagaimana mengurangi kekhawatiran akan ketinggalan transportasi?
Sediakan waktu cadangan sebelum jadwal keberangkatan dan siapkan alternatif jika terjadi keterlambatan. Selain itu, gunakan aplikasi perjalanan untuk memantau informasi terbaru.
3. Apa yang perlu disiapkan jika khawatir dengan makanan di tempat tujuan?
Kenali pilihan makanan sebelum berangkat dan coba makanan yang belum familier secara bertahap. Seseorang juga dapat membawa camilan yang biasa dikonsumsi serta mencari informasi mengenai fasilitas medis di destinasi.











Komentar