AHY Ungkap Syarat Utama Driver Ojol Bisa Lebih Sejahtera, Ternyata Ini Kuncinya

Pemerintah menilai keseimbangan antara perusahaan dan mitra menjadi faktor penting.

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AHY Ungkap Syarat Utama Driver Ojol Bisa Lebih Sejahtera, Ternyata Ini Kuncinya (Foto: harianterbit)

AHY Ungkap Syarat Utama Driver Ojol Bisa Lebih Sejahtera, Ternyata Ini Kuncinya (Foto: harianterbit)

Intiperistiwa.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menyoroti kesejahteraan pengemudi ojek online. Menurutnya, peningkatan pendapatan mitra tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu, pemerintah juga mendorong perusahaan penyedia layanan tetap memiliki kondisi keuangan yang kuat. Dengan keseimbangan tersebut, peluang kerja bagi para pengemudi akan terus terjaga.

AHY menyampaikan pandangan itu saat menghadiri peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas kesejahteraan sekaligus keselamatan para mitra pengemudi. Selain itu, pemerintah ingin memastikan ekosistem transportasi digital terus berkembang. Langkah tersebut diharapkan memberi manfaat bagi seluruh pihak.

Keseimbangan Jadi Faktor Penting

AHY menilai perusahaan aplikasi yang sehat mampu menjaga keberlanjutan usaha. Kondisi itu sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih stabil bagi para mitra pengemudi. Karena itu, pemerintah terus mendorong keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan mitra. Menurutnya, kedua unsur tersebut saling berkaitan.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan penghasilan pengemudi tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, perusahaan juga membutuhkan ruang untuk menjaga kondisi finansialnya. Dengan demikian, operasional bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, mitra pengemudi ikut memperoleh manfaat jangka panjang.

Baca Juga :  Rekomendasi HP Gaming Flagship 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?

Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

Selain menjaga keseimbangan ekosistem, pemerintah juga menyiapkan beberapa kebijakan pendukung. Salah satunya berupa batas maksimal pemotongan komisi pengemudi sebesar 8 persen. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga pendapatan mitra tetap kompetitif. Di sisi lain, penyedia layanan juga menawarkan skema sewa kendaraan listrik agar pengemudi tidak terbebani biaya awal yang besar.

Pemerintah juga memberi perhatian terhadap aspek keselamatan kerja. Karena itu, penyusunan pedoman keselamatan kebakaran di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU terus berjalan. Pedoman tersebut juga mencakup operasional angkutan berbasis kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan meningkatkan keamanan pengemudi maupun pengguna layanan.

Insentif Kendaraan Listrik Terus Diperluas

AHY menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Dukungan tersebut meliputi insentif pembelian kendaraan listrik dan keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepemilikan kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi beban biaya masyarakat.

Baca Juga :  Prabowo Angkat Bicara soal Kasus Korupsi BGN

Pemerintah juga terus membangun ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya melalui upaya menarik investasi dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran investor diharapkan memperkuat industri nasional. Dengan begitu, rantai pasok kendaraan listrik akan semakin berkembang.

SPKLU Akan Terus Bertambah

Menurut AHY, pembangunan SPKLU masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Namun, pemerintah berencana memperluas jaringan tersebut ke berbagai wilayah. Penambahan fasilitas pengisian daya akan mendukung penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas. Selain itu, masyarakat juga akan memperoleh akses yang lebih mudah.

AHY meyakini pembangunan SPKLU di berbagai ruas jalan akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Langkah tersebut sekaligus memperkuat industri transportasi ramah lingkungan. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung. Harapannya, manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh perusahaan, pengemudi, dan masyarakat secara bersamaan. (iD/*)

Berita Terkait

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya
Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?
Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU
Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya
DPR Soroti Data Desil DTSEN, Ketidakakuratan Bisa Hambat KIP Kuliah
Verrel Bramasta Masuk Komisi I DPR, Gantikan Slamet Ariyadi
Aturan Pembelian LPG 3 Kg Akan Berubah, Pemerintah Pakai Data DTSEN
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:00 WIB

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya

Berita Terbaru