Intiperistiwa.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menyoroti kesejahteraan pengemudi ojek online. Menurutnya, peningkatan pendapatan mitra tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu, pemerintah juga mendorong perusahaan penyedia layanan tetap memiliki kondisi keuangan yang kuat. Dengan keseimbangan tersebut, peluang kerja bagi para pengemudi akan terus terjaga.
AHY menyampaikan pandangan itu saat menghadiri peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas kesejahteraan sekaligus keselamatan para mitra pengemudi. Selain itu, pemerintah ingin memastikan ekosistem transportasi digital terus berkembang. Langkah tersebut diharapkan memberi manfaat bagi seluruh pihak.
Keseimbangan Jadi Faktor Penting
AHY menilai perusahaan aplikasi yang sehat mampu menjaga keberlanjutan usaha. Kondisi itu sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih stabil bagi para mitra pengemudi. Karena itu, pemerintah terus mendorong keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan mitra. Menurutnya, kedua unsur tersebut saling berkaitan.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan penghasilan pengemudi tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, perusahaan juga membutuhkan ruang untuk menjaga kondisi finansialnya. Dengan demikian, operasional bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, mitra pengemudi ikut memperoleh manfaat jangka panjang.
Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan
Selain menjaga keseimbangan ekosistem, pemerintah juga menyiapkan beberapa kebijakan pendukung. Salah satunya berupa batas maksimal pemotongan komisi pengemudi sebesar 8 persen. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga pendapatan mitra tetap kompetitif. Di sisi lain, penyedia layanan juga menawarkan skema sewa kendaraan listrik agar pengemudi tidak terbebani biaya awal yang besar.
Pemerintah juga memberi perhatian terhadap aspek keselamatan kerja. Karena itu, penyusunan pedoman keselamatan kebakaran di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU terus berjalan. Pedoman tersebut juga mencakup operasional angkutan berbasis kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan meningkatkan keamanan pengemudi maupun pengguna layanan.
Insentif Kendaraan Listrik Terus Diperluas
AHY menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Dukungan tersebut meliputi insentif pembelian kendaraan listrik dan keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepemilikan kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi beban biaya masyarakat.
Pemerintah juga terus membangun ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya melalui upaya menarik investasi dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran investor diharapkan memperkuat industri nasional. Dengan begitu, rantai pasok kendaraan listrik akan semakin berkembang.
SPKLU Akan Terus Bertambah
Menurut AHY, pembangunan SPKLU masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Namun, pemerintah berencana memperluas jaringan tersebut ke berbagai wilayah. Penambahan fasilitas pengisian daya akan mendukung penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas. Selain itu, masyarakat juga akan memperoleh akses yang lebih mudah.
AHY meyakini pembangunan SPKLU di berbagai ruas jalan akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Langkah tersebut sekaligus memperkuat industri transportasi ramah lingkungan. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung. Harapannya, manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh perusahaan, pengemudi, dan masyarakat secara bersamaan. (iD/*)











Komentar