Intiperistiwa.com – Kabar membanggakan datang dari dunia panjat tebing Indonesia. Putra Tri Ramadani berhasil menembus peringkat dua dunia Lead Series 2026.
Atlet yang akrab disapa Srondeng itu mengoleksi 1.380 poin. Lonjakan tersebut terjadi setelah ia meraih medali emas di World Climbing Series Praha, Ceko.
Sebelumnya, Srondeng masih berada di posisi kesembilan dunia. Saat tampil di seri Wujiang, Tiongkok, ia belum mampu menembus papan atas.
Indonesia Tak Hanya Kuat di Speed
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil itu memperlihatkan perkembangan nomor lead Indonesia.
Ia menilai Indonesia tidak hanya memiliki kekuatan di nomor speed. Kini, atlet lead juga mulai bersaing memperebutkan podium dunia.
“Capaian Srondeng membuktikan Indonesia tidak hanya memiliki taring di speed. Atlet lead juga siap mewarnai podium World Climbing Series,” ujarnya.
Hasil Kerja Keras Seluruh Tim
Pelatih lead Timnas Indonesia, Amri, menyebut keberhasilan Srondeng lahir dari proses panjang. Seluruh elemen tim berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Ia memberikan apresiasi kepada para route setter yang terlibat selama persiapan. Selain itu, Amri berharap prestasi ini memotivasi atlet pelatnas lainnya.
Menurutnya, seluruh atlet perlu meningkatkan intensitas latihan. Dengan demikian, peluang meraih hasil terbaik semakin terbuka.
Persaingan Menuju Puncak Dunia
Meski berhasil naik ke posisi kedua, perjuangan Srondeng belum berakhir. Ia masih harus mengejar pemuncak klasemen dunia.
Peringkat pertama saat ini ditempati Neo Suzuki dari Jepang dengan 1.805 poin. Neo meraih gelar juara di Wujiang dan finis kedua di Praha.
Sementara itu, Sorato Anraku dari Jepang menduduki posisi ketiga. Ia mengumpulkan 1.155 poin dari peringkat kelima di Wujiang dan posisi keempat di Praha.
Atlet Indonesia Lain Terus Berjuang
Selain Srondeng, beberapa atlet Indonesia juga masuk dalam daftar peringkat dunia. Raviandi Ramadhan kini berada di posisi ke-39 dengan 69 poin.
Saudara kembarnya, Ravianto Ramadhan, menempati peringkat ke-47 dunia. Ia mengoleksi total 24 poin sepanjang musim berjalan.
Pada sektor putri, Alma Ariella Tsany menduduki posisi ke-23 dunia dengan 356 poin. Alma sebelumnya finis di peringkat ke-55 di Wujiang.
Namun, ia menunjukkan peningkatan signifikan saat berlaga di Praha. Alma berhasil menembus posisi ke-10 pada seri tersebut.
Sementara itu, Sukma Lintang Cahyani berada di urutan ke-62 dunia. Ia mengumpulkan 11 poin hingga pertengahan musim.
Empat Seri Penentu Masih Menanti
Lead Series 2026 masih menyisakan empat seri lagi. Kesempatan menambah poin pun masih terbuka lebar bagi para atlet.
Seri berikutnya akan berlangsung di Innsbruck pada 17–21 Juni. Setelah itu, kompetisi berlanjut ke Chamonix pada 10–12 Juli.
Para atlet kemudian bertanding di Koper pada 4–5 September. Santiago akan menjadi seri penutup yang berlangsung pada 23–25 Oktober.
Srondeng membutuhkan konsistensi untuk memangkas selisih poin dari Neo Suzuki. Jika mampu menjaga performa, peluang merebut peringkat pertama tetap terbuka.
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan perkembangan positif panjat tebing Indonesia di nomor lead. Dengan kerja keras dan dukungan berkelanjutan, Indonesia berpeluang menjadi kekuatan baru di level dunia.(id/*)










Komentar