Intiperistiwa.com – Tips agar HP tak dibajak perlu mendapat perhatian karena masyarakat semakin sering menggunakan ponsel untuk mengakses layanan digital, termasuk rekening bank. Pengguna juga kerap menyambungkan perangkat ke Wi-Fi gratis di mal, kafe, stasiun, dan bandara. Namun, jaringan yang tidak tepercaya serta koneksi nirkabel yang terus aktif dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk menyerang perangkat atau mengincar informasi pribadi. Karena itu, pengguna perlu memahami cara melindungi ponsel sebelum mengakses akun penting melalui jaringan publik.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA) menerbitkan panduan keamanan perangkat nirkabel pada 29 Juli 2021. Panduan tersebut membahas risiko penggunaan Wi-Fi publik, Bluetooth, dan Near-Field Communication (NFC), sekaligus memberikan rekomendasi untuk mengurangi risiko terhadap perangkat dan data. NSA menyarankan pengguna menghindari Wi-Fi publik jika tersedia pilihan yang lebih aman serta mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan NFC ketika tidak digunakan. Langkah ini relevan bagi pengguna Android maupun iPhone, meskipun tidak menjamin perlindungan mutlak dari seluruh serangan siber.
1. Hindari Wi-Fi Publik saat Mengakses Rekening Bank
Wi-Fi gratis memang memudahkan pengguna mengakses internet di tempat umum. Namun, pengguna tidak selalu mengetahui siapa yang mengelola jaringan atau bagaimana pengelola menjaga keamanannya.
NSA menyarankan pengguna memilih hotspot pribadi atau jaringan organisasi yang memiliki autentikasi dan enkripsi kuat. Jika pengguna harus memakai Wi-Fi publik, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
-
Hindari jaringan Wi-Fi terbuka yang tidak memiliki perlindungan memadai.
-
Periksa nama jaringan sebelum menghubungkan ponsel agar tidak salah memilih koneksi.
-
Matikan fitur sambungan otomatis ke jaringan Wi-Fi yang tersedia.
-
Hindari transaksi perbankan dan akses data sensitif saat menggunakan jaringan publik yang tidak tepercaya.
-
Gunakan VPN tepercaya jika harus mengakses Wi-Fi publik, agar VPN mengenkripsi lalu lintas data.
-
Pilih situs dengan HTTPS dan hindari tautan, lampiran, atau jendela pop-up yang mencurigakan.
-
Putuskan koneksi setelah selesai, lalu hapus jaringan publik tersebut dari daftar jaringan yang tersimpan.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan panduan resmi NSA tentang keamanan perangkat nirkabel di tempat umum.
2. Matikan Bluetooth saat Tidak Digunakan
Bluetooth memudahkan pengguna menyambungkan ponsel ke earphone, mobil, jam pintar, dan perangkat lainnya. Meski praktis, pengguna perlu membatasi koneksi tersebut ketika berada di tempat umum.
NSA mengingatkan bahwa pelaku siber dapat mengeksploitasi Bluetooth untuk mengancam perangkat dan informasi yang tersimpan di dalamnya. Karena itu, pengguna sebaiknya menerapkan langkah berikut:
-
Matikan Bluetooth ketika tidak memerlukannya.
-
Nonaktifkan mode penemuan perangkat (discovery mode) ketika perangkat tidak perlu ditemukan oleh perangkat lain.
-
Periksa daftar perangkat yang terhubung secara berkala.
-
Tolak permintaan pemasangan (pairing) yang tidak pernah dimulai sendiri.
-
Jangan mengirimkan kata sandi atau informasi sensitif melalui Bluetooth.
Pengaturan tersebut membantu mengurangi paparan risiko dari koneksi Bluetooth. Namun, Bluetooth yang aktif tidak otomatis berarti seseorang berhasil membajak ponsel.
3. Nonaktifkan NFC Jika Tidak Diperlukan
Selain Wi-Fi dan Bluetooth, NSA juga menyoroti NFC, teknologi komunikasi nirkabel jarak dekat yang terdapat pada perangkat tertentu.
NFC mendukung sejumlah fungsi, termasuk komunikasi antargawai dalam jarak dekat. Namun, pengguna tetap perlu mengendalikan kapan fitur ini aktif.
NSA menyarankan pengguna mematikan NFC ketika tidak membutuhkannya, jika perangkat menyediakan pilihan tersebut. Pengguna juga sebaiknya tidak mendekatkan ponsel ke perangkat elektronik yang tidak dikenal atau mengirimkan kata sandi maupun informasi sensitif melalui NFC.
4. Gunakan Kata Sandi HP yang Kuat
Keamanan jaringan saja tidak cukup untuk menjaga data di dalam ponsel. Pengguna juga perlu melindungi akses fisik ke perangkat.
NSA menyarankan penggunaan kata sandi perangkat yang kuat. Selain itu, pengguna dapat membatasi fitur lokasi ketika tidak membutuhkannya dan memakai aksesori tepercaya, seperti kabel pengisi daya asli.
Pengguna juga perlu berhati-hati ketika seseorang meminta akses ke perangkat atau menawarkan aksesori yang tidak jelas asalnya. Dengan membatasi akses dan menggunakan perlengkapan tepercaya, pengguna dapat mengurangi sejumlah risiko terhadap perangkat dan data pribadi.
5. Jangan Abaikan Keamanan Rekening Bank
Kebiasaan mengakses rekening melalui ponsel membuat keamanan perangkat dan akun keuangan perlu berjalan beriringan. Meski begitu, mematikan Bluetooth atau menghindari Wi-Fi publik saja tidak menjamin rekening bebas dari seluruh ancaman.
Pengguna tetap perlu menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode OTP serta memeriksa keaslian situs sebelum memasukkan informasi akun. Jangan memberikan data rahasia kepada pihak yang menghubungi tanpa verifikasi.
Jika pengguna menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan bank, periksa informasi melalui aplikasi atau layanan resmi bank tersebut. Selain itu, segera hubungi bank melalui kanal resminya jika menemukan transaksi yang tidak dikenal.
Pada akhirnya, tips agar HP tak dibajak dari panduan NSA berfokus pada pengurangan risiko saat pengguna memakai teknologi nirkabel. Menghindari jaringan yang tidak tepercaya, menonaktifkan koneksi yang tidak diperlukan, dan menjaga keamanan akses perangkat dapat membantu melindungi data. Namun, pengguna tetap perlu menerapkan perlindungan akun secara menyeluruh karena tidak ada satu pengaturan yang menjamin keamanan sepenuhnya. (iD/*)











Komentar