Solar B50 Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Negara Berpotensi Hemat Devisa Rp157 Triliun

Pemerintah menilai kebijakan B50 mampu menekan impor solar, memperkuat energi nasional, dan mendukung ekonomi sawit.

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Solar B50 Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Negara Berpotensi Hemat Devisa Rp157 Triliun. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/cnbcindonesia)

Solar B50 Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Negara Berpotensi Hemat Devisa Rp157 Triliun. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/cnbcindonesia)

Intiperistiwa.com – Pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel atau biosolar B50 mulai 1 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai kebijakan tersebut membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan penerapan B50 dapat mengurangi kebutuhan solar berbasis impor. Dengan demikian, pemerintah dapat menekan pengeluaran devisa secara signifikan sepanjang tahun ini.

“Pada 2026, implementasi B50 di harapkan mampu menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun,” ujar Anggia, di kutip dari Antara.

Tekan Impor Solar dan Kurangi Ketergantungan Energi

Menurut Anggia, penggunaan biodiesel B50 merupakan langkah strategis pemerintah. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Di saat bersamaan, Indonesia dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber energi domestik.

Pemerintah juga melihat B50 sebagai instrumen penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, implementasi program tersebut menjadi prioritas dalam kebijakan energi jangka panjang.

Nilai penghematan devisa dari B50 meningkat di banding program B40 pada 2025. Saat itu, pemerintah mencatat penghematan sebesar Rp133,3 triliun. Artinya, potensi penghematan melalui B50 naik sekitar 17,9 persen.

Baca Juga :  Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Asisten Pintar yang Bisa Jalankan Banyak Tugas Otomatis

Dorong Ekonomi Sawit dan Serap Jutaan Pekerja

Selain menghemat devisa, B50 di perkirakan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah memperkirakan program ini mampu meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Nilainya mencapai sekitar Rp24,68 triliun.

Kebijakan tersebut juga berpotensi menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja. Di sisi lain, implementasi B50 dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton.

Anggia menjelaskan bahwa manfaat ekonomi program ini akan di rasakan hingga tingkat petani. Sebab, peningkatan kebutuhan bahan baku sawit dapat mendukung aktivitas sektor perkebunan.

“Implementasi B50 akan meningkatkan nilai tambah sawit kita. Karena itu, manfaat ekonominya lebih banyak di rasakan petani sawit,” jelasnya.

Jawaban atas Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Pemerintah menilai kebijakan B50 semakin relevan di tengah ketidakpastian global. Fluktuasi harga minyak dunia sering di pengaruhi kondisi geopolitik internasional. Akibatnya, harga energi dalam negeri ikut menghadapi tekanan.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan 6 Juni 2026 Masih Bertahan Stabil, Cek Daftar Lengkapnya

Karena itu, pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Langkah tersebut di lakukan melalui pemanfaatan energi domestik yang tersedia. Selain itu, pemerintah juga ingin mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Uji Teknis Masih Berjalan di Sejumlah Sektor

Untuk mendukung pelaksanaan B50, pemerintah telah melakukan berbagai uji coba sejak tahun lalu. Uji teknis sektor otomotif di mulai pada 2 Desember 2025. Pemerintah menargetkan proses tersebut selesai pada Juni 2026.

Sementara itu, pengujian pada alat dan mesin pertanian serta peralatan pertambangan masih berlangsung. Pemerintah menargetkan penyelesaian uji teknis itu pada semester kedua 2026.

Pengujian juga terus berjalan pada sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik. Meskipun demikian, pemerintah memastikan implementasi B50 tetap berlangsung sesuai jadwal.

“Walaupun beberapa sektor masih menjalani uji teknis, implementasi ini akan di lakukan secara serentak,” tegas Anggia.

Kebijakan B50 menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi. Selain menekan impor, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Jika berjalan sesuai rencana, manfaatnya dapat di rasakan negara sekaligus masyarakat luas.(id/*)

Berita Terkait

Harga Sawit Sumut Turun Tipis, TBS Usia Produktif Kini Rp3.962,27 per Kg
Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Tembus Rp3.941 per Kg Jelang Awal Agustus 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik Tajam, Buyback Pegadaian Ikut Melonjak
Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar
Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg
Cara Cek PKH Juli 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Cukup Pakai NIK
Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026 Lewat Web Online, Ketahui Status Penerima PKH, BPNT, dan BPJS PBI
Harga Minyak Dunia Melonjak, Ketegangan Iran-AS Kembali Picu Kekhawatiran Pasokan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Sawit Sumut Turun Tipis, TBS Usia Produktif Kini Rp3.962,27 per Kg

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Tembus Rp3.941 per Kg Jelang Awal Agustus 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik Tajam, Buyback Pegadaian Ikut Melonjak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng hingga Produk Segar Diskon Besar

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kabar Baik! Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg

Berita Terbaru