Catat Tanggalnya! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah Terjadi 15-16 Juli 2026, Ini Cara Cek Arah Kiblat

Rashdul Kiblat kembali terjadi pada pertengahan Juli 2026 dan dapat dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Catat Tanggalnya! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka'bah Terjadi 15-16 Juli 2026, Ini Cara Cek Arah Kiblat. (Foto: AI)

Catat Tanggalnya! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka'bah Terjadi 15-16 Juli 2026, Ini Cara Cek Arah Kiblat. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Masyarakat Indonesia kembali dapat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam pada 15 dan 16 Juli 2026. Pada momen tersebut, matahari berada tepat di atas Ka’bah. Karena itu, siapa pun dapat memverifikasi arah kiblat dengan cara yang sederhana.

Berdasarkan informasi Kementerian Agama, fenomena ini berlangsung sekitar pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat hanya perlu menyiapkan benda yang berdiri tegak lurus. Selanjutnya, arah bayangan benda tersebut akan menunjukkan arah kiblat secara akurat.

Cara Mudah Menentukan Arah Kiblat

Metode Rashdul Kiblat menjadi salah satu cara paling praktis dalam ilmu falak. Selain mudah di lakukan, metode ini juga tidak memerlukan alat khusus. Oleh sebab itu, masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri.

Pengamatan dapat di lakukan di rumah, masjid, musala, sekolah, kampus, maupun ruang terbuka. Namun, lokasi tersebut harus mendapatkan sinar matahari secara langsung pada waktu pengamatan. Dengan demikian, hasil pengukuran dapat terlihat lebih jelas.

Baca Juga :  Aturan Seragam Sekolah SD, SMP, hingga SMA/SMK Terbaru, Simak Warna, Atribut, dan Ketentuannya

Kemenag Gelar Gerakan Nasional

Kementerian Agama memanfaatkan momen Rashdul Kiblat melalui Gerakan 1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional atau Hari Sejuta Arah Kiblat. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan ini di seluruh Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya arah kiblat. Selain itu, kegiatan ini juga mengenalkan pemanfaatan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, fenomena astronomi yang hadir dua kali setiap tahun menjadi kesempatan terbaik untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri.

Arsad menyampaikan bahwa Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena alam tersebut sebagai sarana edukasi. Ia menilai metode Rashdul Kiblat mampu membantu masyarakat memastikan arah kiblat dengan mudah dan akurat. Selain itu, gerakan nasional ini juga di harapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Terus Merosot Setelah AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Bersiap Dibuka

Targetkan 1,448 Juta Peserta

Kementerian Agama menargetkan sedikitnya 1.448.000 peserta dalam gerakan nasional tersebut. Program ini menyasar penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum. Angka 1.448.000 di pilih sebagai simbol tahun 1448 Hijriah.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan dapat mendaftarkan diri melalui tautan resmi yang di sediakan Kementerian Agama. Peserta juga akan memperoleh informasi lengkap mengenai pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam verifikasi arah kiblat secara serentak di seluruh Indonesia. (iD/*)

Berita Terkait

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya
Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?
Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU
Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya
DPR Soroti Data Desil DTSEN, Ketidakakuratan Bisa Hambat KIP Kuliah
Verrel Bramasta Masuk Komisi I DPR, Gantikan Slamet Ariyadi
Aturan Pembelian LPG 3 Kg Akan Berubah, Pemerintah Pakai Data DTSEN
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:00 WIB

9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya

Berita Terbaru