Intiperistiwa.com – Harga minyak dunia kembali melemah setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai. Sentimen positif itu juga muncul karena rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting pengiriman minyak dunia. Karena itu, pembukaannya berpotensi memperkuat kepastian ketersediaan stok energi. Selain itu, pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan mulai mereda.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah menandatangani nota kesepahaman. Dokumen itu bertujuan mengakhiri konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Namun, pemerintah AS belum mengungkap isi lengkap kesepakatan tersebut.
Harga Minyak Kembali Terkoreksi
Pada pukul 06.31 GMT, harga minyak mentah Brent turun 45 sen. Penurunan itu setara 0,5 persen menjadi US$80,51 per barel. Sebelumnya, harga Brent merosot hampir 5 persen pada penutupan Senin.
Penurunan tersebut menjadi level penutupan terendah sejak 4 Maret 2026. Pelaku pasar merespons perkembangan geopolitik dengan cukup cepat. Mereka mulai mengurangi kekhawatiran terhadap krisis pasokan.
Pemulihan Pasokan Butuh Waktu
Meski demikian, pasokan minyak belum langsung pulih sepenuhnya. Para analis memperkirakan proses normalisasi membutuhkan waktu cukup panjang. Aktivitas distribusi masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.
Analis Morgan Stanley memprediksi pemulihan arus kapal tanker berlangsung bertahap. Mereka memperkirakan sekitar 50 persen produksi kembali pada September. Sementara itu, kapasitas produksi dapat mencapai 80 persen pada Desember.
Pernyataan tersebut mengacu pada dampak penutupan jalur distribusi sebelumnya. Industri energi memerlukan waktu untuk menata kembali rantai pasokan. Karena itu, pasar tetap mencermati perkembangan berikutnya.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan optimisme terhadap kesepakatan tersebut. Ia menyebut perjanjian dengan Amerika Serikat dapat mengakhiri pertempuran. Namun, kepastian berakhirnya konflik masih menunggu perkembangan lanjutan.(id/*)










Komentar