Anak Mulai Dewasa, 5 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Orang Tua

Orang tua perlu mengubah cara mendampingi anak ketika mereka mulai beranjak dewasa.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Mulai Dewasa, 5 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Orang Tua. (Foto: thinkstock/detik)

Anak Mulai Dewasa, 5 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Orang Tua. (Foto: thinkstock/detik)

Intiperistiwa.com – Orang tua umumnya menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Namun, cara memberi perlindungan perlu berubah ketika anak mulai beranjak dewasa. Pada tahap ini, orang tua sebaiknya mulai memberi kepercayaan dan ruang untuk mandiri. Pendekatan tersebut membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas pilihannya.

Konselor dan terapis keluarga Archana Singhal menilai kontrol berlebihan dapat memengaruhi harga diri anak dewasa. Selain itu, pola tersebut dapat mengganggu kemandirian dan kesejahteraan mental mereka. Anak dapat merasa cemas ketika orang tua terus mengambil keputusan dalam hidupnya. Mereka juga bisa kesulitan menentukan pilihan atau takut membuat keputusan yang dianggap salah.

“Menjadi orang tua yang baik pada masa ini berarti memberikan arahan dan pendampingan, bukan kontrol,” ujar Archana. Hindustan Times memuat penjelasan tersebut pada Minggu, 23 Agustus 2026. Selanjutnya, Archana membagikan lima hal yang sebaiknya orang tua hentikan secara bertahap. Kelima hal itu berkaitan dengan keputusan, kesalahan, privasi, perbandingan, dan tekanan terhadap pilihan anak.

1. Berhenti Mengambil Semua Keputusan

Orang tua sebaiknya tidak lagi mengambil semua keputusan tentang pendidikan, karier, pernikahan, pertemanan, dan masa depan anak. Sebaliknya, mereka tetap dapat memberikan arahan dan nasihat. Namun, anak yang sudah dewasa perlu menentukan keputusan akhirnya sendiri. Cara ini memberi ruang kepada anak untuk belajar menjalani pilihannya.

2. Jangan Anggap Setiap Kesalahan sebagai Kegagalan

Anak yang sudah dewasa berhak melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman tersebut. Karena itu, orang tua tidak perlu langsung turun tangan menyelesaikan setiap masalah. Mereka dapat bertanya, “Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?” Selain itu, orang tua juga sebaiknya tidak meremehkan atau menyalahkan anak.

Baca Juga :  3 Tanaman Hias Pengusir Nyamuk, Rumah Wangi Tanpa Cairan Serangga

Orang tua perlu memberi waktu agar anak memahami tindakan dan menerima konsekuensinya. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman tersebut. Sementara itu, orang tua tetap dapat memberikan pendampingan tanpa mengambil alih masalah. Pendekatan tersebut menjaga ruang bagi anak untuk menghadapi keputusan mereka sendiri.

3. Berhenti Mengintip Kehidupan Anak

Setiap anak yang sudah dewasa memiliki hak atas batasan dan privasi pribadi. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terus memantau keberadaan, keuangan, pesan, atau media sosial mereka. Kebiasaan tersebut dapat menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada anak. Sebaliknya, orang tua perlu menghormati privasi sambil tetap menjaga komunikasi terbuka.

4. Berhenti Membandingkan Anak

Orang tua sebaiknya berhenti membandingkan anak dengan saudara, sepupu, teman keluarga, atau orang lain. Perbandingan tersebut dapat memengaruhi harga diri anak yang sudah dewasa. Selain itu, mereka bisa merasa tidak cukup baik atau lebih rendah dibandingkan orang lain. Karena itu, orang tua lebih baik berfokus pada perkembangan pribadi dan pertumbuhan anak.

5. Jangan Membuat Anak Merasa Bersalah

Orang tua sebaiknya tidak menekan anak dewasa untuk memilih sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman. Misalnya, kalimat “Kamu akan mengecewakan kami kalau mengambil pekerjaan itu,” dapat memicu rasa bersalah. Tekanan seperti itu dapat membuat anak mengabaikan pilihan yang menurut mereka tepat. Selain itu, pola tersebut juga dapat menimbulkan ketegangan dalam keluarga.

Perubahan cara mendampingi anak menjadi penting ketika mereka mulai beranjak dewasa. Menurut Archana, orang tua tetap dapat memberi arahan tanpa mengambil alih kendali hidup anak. Selain itu, kepercayaan dan ruang pribadi membantu anak menjalani keputusan serta konsekuensinya. Pendekatan tersebut menempatkan pendampingan, bukan kontrol, sebagai dasar hubungan dengan anak dewasa. (iD/*)

Baca Juga :  Aturan Baru Outsourcing Terbit Juli 2026, Hanya 4 Pekerjaan Ini yang Masih Boleh Diisi Outsourcing

FAQ

Apa yang sebaiknya orang tua lakukan ketika anak mulai dewasa?

Orang tua tetap dapat memberikan arahan dan pendampingan kepada anak. Namun, mereka sebaiknya mulai mengurangi kontrol atas keputusan anak. Selain itu, orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk mandiri. Anak kemudian dapat belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.

Mengapa orang tua sebaiknya tidak mengambil semua keputusan anak?

Kontrol berlebihan dapat memengaruhi harga diri dan kemandirian anak dewasa. Selain itu, anak dapat merasa cemas ketika selalu bergantung pada keputusan orang tua. Mereka juga bisa takut mengambil keputusan yang dianggap salah. Karena itu, orang tua sebaiknya memberi arahan tanpa menentukan semua pilihan.

Apakah orang tua boleh memantau kehidupan pribadi anak dewasa?

Anak yang sudah dewasa memiliki hak atas privasi dan batasan pribadi. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terus memantau pesan, keuangan, atau media sosial anak. Pengawasan berlebihan dapat menunjukkan kurangnya kepercayaan. Sebaliknya, orang tua dapat menjaga komunikasi terbuka sambil menghormati privasi.

Mengapa membandingkan anak dengan orang lain sebaiknya dihindari?

Perbandingan dapat memengaruhi harga diri anak yang sudah dewasa. Selain itu, anak dapat merasa tidak cukup baik. Mereka juga bisa merasa lebih rendah dibandingkan orang lain. Karena itu, orang tua sebaiknya fokus pada perkembangan pribadi anak.

Berita Terkait

Tagihan Listrik Bisa Naik karena Pemanas Air? Begini Cara Memilih Sistem yang Lebih Efisien
Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya
Kelabang Sering Masuk Rumah? Ini 9 Cara Mengusirnya dan Pertolongan Saat Tergigit
Tarik Tunai ShopeePay Kini Bisa Lewat ATM, Tanpa Kartu dan Gratis Biaya Admin
Cara Memilih dan Menyimpan Telur Ayam agar Tetap Segar, Ini Saran Pakar UNS
Kucing Sering Buang Kotoran di Halaman? Tanam 5 Tanaman Ini agar Menjauh
12 Perangkat Elektronik Ini Diam-Diam Tetap Menyedot Listrik Meski Tidak Digunakan
Belajar dari Semut, Lebah, dan Kecoak, Begini Cara Mereka Mengambil Keputusan
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WIB

Tagihan Listrik Bisa Naik karena Pemanas Air? Begini Cara Memilih Sistem yang Lebih Efisien

Sabtu, 5 September 2026 - 16:00 WIB

Kelabang Sering Masuk Rumah? Ini 9 Cara Mengusirnya dan Pertolongan Saat Tergigit

Selasa, 1 September 2026 - 21:00 WIB

Tarik Tunai ShopeePay Kini Bisa Lewat ATM, Tanpa Kartu dan Gratis Biaya Admin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Cara Memilih dan Menyimpan Telur Ayam agar Tetap Segar, Ini Saran Pakar UNS

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Anak Mulai Dewasa, 5 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihentikan Orang Tua

Berita Terbaru