Intiperistiwa.com, Sungai Penuh — Kota Sungai Penuh mendapat perhatian dalam pelaksanaan program imunisasi untuk mendukung penurunan stunting. Pemerintah daerah mengembangkan cakupan imunisasi sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Upaya tersebut kemudian menjadi salah satu bahan rujukan dalam penyusunan kebijakan terkait stunting. Lingkup kebijakan itu mencakup upaya percepatan penurunan stunting se-Sumatera.
Kementerian PPN/Bappenas melihat capaian tersebut saat menjalankan kunjungan lapangan ke Kota Sungai Penuh. Tim Visitasi mengamati pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Gedang. Selain itu, tim mencermati sejumlah inovasi yang pemerintah daerah lakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Hasil kunjungan tersebut kemudian mendapat perhatian dalam penyusunan Rancangan Peraturan Presiden.
Rancangan itu berkaitan dengan pencegahan dan percepatan penurunan stunting atau RPerpres PPPS. Karena itu, pengalaman Kota Sungai Penuh menjadi salah satu rujukan dalam proses penyusunan kebijakan tersebut. Tim juga memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan. Terutama, penguatan tersebut menyasar kebutuhan ibu dan anak melalui fasilitas kesehatan.
Ketua Tim Koordinator Visitasi, Muhammad Zaki Firdaus, memimpin langsung kunjungan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang Pemerintah Kota Sungai Penuh jalankan. Menurutnya, cakupan imunisasi menjadi salah satu indikator yang menunjukkan capaian sangat baik. Bahkan, capaian tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lainnya di Sumatera.
Program Imunisasi Sungai Penuh Jadi Praktik Baik
Muhammad Zaki Firdaus menjelaskan bahwa capaian imunisasi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah. Komitmen itu terlihat melalui upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pemerintah Kota Sungai Penuh juga memberikan perhatian khusus terhadap layanan bagi ibu dan anak. Dengan capaian tersebut, praktik yang berjalan di daerah mendapat perhatian dalam pembahasan kebijakan nasional.
“Berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan cakupan imunisasi patut diapresiasi. Capaian ini menjadi salah satu praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menyampaikan komitmen pemerintah daerah. Ia memastikan pemerintah terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan. Penguatan tersebut mencakup layanan yang tersedia pada seluruh fasilitas kesehatan. Selain itu, pemerintah terus melakukan perbaikan terhadap program yang berjalan.
Gunardi menjelaskan bahwa pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program kesehatan. Karena itu, pihaknya melakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk menyempurnakan berbagai program. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah juga mengarahkan upaya tersebut untuk mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus memperkuat layanan kesehatan melalui berbagai perbaikan dan penyempurnaan program. Kami berkomitmen mewujudkan generasi Kota Sungai Penuh yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” sampainya.
Melalui penguatan tersebut, Program Imunisasi Sungai Penuh menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan stunting. Capaian imunisasi juga mendapat perhatian Tim Visitasi Kementerian PPN/Bappenas sebagai salah satu praktik baik. Sementara itu, pemerintah daerah tetap melanjutkan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat. (iD/*)
FAQ
1. Apa yang membuat Program Imunisasi Sungai Penuh menjadi acuan?
Program Imunisasi Sungai Penuh mendapat perhatian karena menunjukkan capaian imunisasi yang sangat baik. Capaian tersebut juga relatif lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain di Sumatera.
2. Apa hubungan Program Imunisasi Sungai Penuh dengan stunting?
Program Imunisasi Sungai Penuh menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan dan penurunan stunting. Pemerintah juga memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.
3. Di mana Tim Visitasi Kementerian PPN/Bappenas melakukan kunjungan?
Tim Visitasi melakukan kunjungan lapangan di Puskesmas Desa Gedang, Kota Sungai Penuh. Ketua Tim Koordinator Visitasi, Muhammad Zaki Firdaus, memimpin kegiatan tersebut.
4. Apa yang menjadi perhatian Tim Visitasi?
Tim memperhatikan capaian cakupan imunisasi dan penguatan layanan kesehatan ibu serta anak. Tim juga mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota Sungai Penuh.
5. Apa komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh?
Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat layanan kesehatan melalui perbaikan dan penyempurnaan program. Pemerintah juga berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.











Komentar