Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Penggunaan HP berlebihan dapat mengganggu kenyamanan mata, waktu tidur, dan aktivitas fisik jika kebiasaan tersebut mulai menggeser rutinitas sehari-hari.

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya. (Foto: calm)

Screen Time Tinggi: 3 Dampak pada Kesehatan dan Cara Mengatasinya. (Foto: calm)

Intiperistiwa.com – Ponsel memudahkan banyak aktivitas, mulai dari berkomunikasi hingga mencari informasi dan menyelesaikan pekerjaan. Namun, kebiasaan membuka HP untuk satu keperluan terkadang berlanjut menjadi aktivitas scrolling selama berjam-jam tanpa terasa. Akibatnya, waktu yang semula ingin digunakan untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain justru habis di depan layar.

Dampak screen time tinggi tidak selalu muncul hanya karena seseorang menggunakan ponsel dalam waktu lama. Aktivitas dan kebiasaan selama menatap layar juga berperan penting. Misalnya, penggunaan HP untuk menyelesaikan pekerjaan berbeda dari kebiasaan menonton video hingga larut malam, apalagi jika aktivitas tersebut mengurangi waktu tidur atau membuat seseorang jarang bergerak.

Karena itu, orang dewasa perlu memperhatikan perubahan rutinitas ketika menggunakan perangkat digital. Mata yang terasa tidak nyaman, jadwal tidur yang berantakan, dan berkurangnya aktivitas fisik dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kebiasaan tersebut. Dengan mengenali dampaknya sejak awal, kamu bisa mengatur penggunaan HP tanpa harus langsung berhenti menggunakan perangkat digital.

1. Screen Time Tinggi Bisa Membuat Mata Lelah dan Kering

Pernahkah mata terasa perih, kering, atau tidak nyaman setelah menatap layar terlalu lama? Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan digital eye strain atau kelelahan mata digital.

American Academy of Ophthalmology (AAO) menjelaskan bahwa penggunaan layar dalam waktu lama dapat memicu ketidaknyamanan pada mata. Selain itu, sebagian orang dapat mengalami sakit kepala atau pandangan buram sementara setelah melakukan aktivitas visual dalam durasi panjang.

Salah satu penyebabnya berkaitan dengan kebiasaan berkedip. Ketika seseorang berkonsentrasi melihat layar, frekuensi berkedip dapat berkurang sehingga permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan.

Namun, kamu bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut. Pertama, alihkan pandangan dari layar secara berkala. Kedua, usahakan berkedip secara teratur. Selain itu, sesuaikan pencahayaan ruangan agar mata tidak perlu bekerja terlalu keras saat melihat layar.

2. Penggunaan HP pada Malam Hari Bisa Mengganggu Tidur

Niat tidur pukul 22.00 bisa berantakan ketika seseorang terus menggulir media sosial hingga tengah malam. Kebiasaan ini sering terjadi karena pengguna ingin melihat satu video lagi atau menunggu balasan pesan sebelum menutup aplikasi.

Baca Juga :  Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet? Ini 3 Rahasia Menjaganya Tetap Stabil

Penggunaan layar pada malam hari dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu tubuh mengatur siklus tidur dan bangun. Selain itu, aktivitas digital yang menarik perhatian bisa membuat seseorang menunda waktu tidur meskipun tubuh sudah membutuhkan istirahat.

Jika kebiasaan tersebut terus berulang, waktu tidur dapat berkurang dan jadwal istirahat menjadi tidak teratur. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan batas penggunaan HP menjelang tidur.

Kamu bisa menentukan waktu berhenti menggunakan ponsel setiap malam. Selanjutnya, manfaatkan fitur pengingat waktu aplikasi untuk membantu mengendalikan kebiasaan scrolling. Kamu juga dapat menjauhkan HP dari tempat tidur agar tidak mudah tergoda membuka media sosial ketika seharusnya beristirahat.

3. Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Mengurangi Aktivitas Fisik

Menghabiskan waktu luang sambil duduk atau berbaring menggunakan HP dapat mengurangi kesempatan untuk berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian ketika penggunaan perangkat digital membuat seseorang lebih sering diam sepanjang hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dewasa membatasi perilaku sedentari, yaitu aktivitas saat terjaga yang hanya melibatkan sedikit gerakan tubuh. Duduk terlalu lama merupakan salah satu contoh perilaku tersebut.

Namun, kamu tidak harus langsung meninggalkan semua aktivitas digital untuk memperbaiki rutinitas. Mulailah dengan berdiri dari kursi, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan di sela pekerjaan. Selain itu, sisihkan waktu khusus untuk berjalan kaki atau berolahraga sesuai kemampuan.

Dengan membiasakan jeda gerak, kamu dapat mengurangi waktu duduk berkepanjangan. Langkah sederhana ini juga membantu menyeimbangkan aktivitas di depan layar dengan kebutuhan tubuh untuk bergerak.

Cara Mengurangi Screen Time Tanpa Harus Berhenti Main HP

Mengurangi screen time tidak berarti kamu harus berhenti menggunakan ponsel sepanjang hari. Sebaliknya, kamu dapat memulai perubahan dari kebiasaan kecil yang mudah diterapkan secara konsisten.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:

  • Matikan notifikasi yang tidak penting. Cara ini membantu mengurangi dorongan untuk terus membuka aplikasi.
  • Batasi penggunaan aplikasi tertentu. Gunakan fitur batas waktu aplikasi jika kamu sering kehilangan kendali saat scrolling.
  • Tentukan waktu berhenti menggunakan HP. Terapkan jadwal yang realistis, terutama menjelang tidur.
  • Selingi aktivitas layar dengan gerakan. Berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan setelah duduk dalam waktu lama.
  • Periksa kebiasaan penggunaan HP. Manfaatkan fitur screen time atau digital wellbeing untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak menyita waktu.
Baca Juga :  Air Mineral Tak Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaat Penting yang Jarang Disadari

Selain langkah tersebut, kamu perlu menyesuaikan penggunaan perangkat dengan kebutuhan sehari-hari. Waktu layar untuk bekerja, belajar, atau berkomunikasi memiliki tujuan berbeda dari penggunaan yang terus berlanjut tanpa batas hingga mengganggu rutinitas.

Tidak ada satu batas maksimal screen time yang berlaku untuk semua orang dewasa dalam setiap situasi. Karena itu, perhatikan tujuan penggunaan, kenyamanan mata, kecukupan tidur, serta kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik.

Pada akhirnya, kamu tetap bisa menikmati media sosial dan berbagai layanan digital tanpa membiarkan kebiasaan scrolling mengambil alih waktu istirahat maupun kegiatan penting lainnya. Mulailah dengan mengatur waktu layar secara realistis, kemudian pertahankan kebiasaan yang membantu menjaga keseimbangan aktivitas harian. (iD/*)


FAQ

1. Apa saja dampak screen time tinggi bagi orang dewasa?

Penggunaan layar dalam waktu lama dapat berkaitan dengan kelelahan mata, mata kering, gangguan jadwal tidur, dan berkurangnya aktivitas fisik apabila kebiasaan tersebut menggeser rutinitas sehari-hari.

2. Berapa lama batas screen time yang ideal untuk orang dewasa?

Tidak ada satu batas waktu maksimal yang berlaku untuk semua orang dewasa dalam setiap situasi. Namun, kamu perlu memperhatikan tujuan penggunaan HP serta dampaknya terhadap tidur, kenyamanan mata, aktivitas fisik, dan pekerjaan sehari-hari.

3. Bagaimana cara mengurangi screen time setiap hari?

Mulailah dengan mematikan notifikasi yang tidak penting, membatasi waktu aplikasi, menetapkan jadwal berhenti menggunakan HP sebelum tidur, dan menyelingi aktivitas layar dengan gerakan tubuh.

Berita Terkait

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak
Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya
Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya
5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan
Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Mau Tetap Sehat di Usia Lanjut? Mulai dengan 5 Kebiasaan Makan Ini
Kemenkes Siapkan 3 Perubahan Layanan BPJS Kesehatan
Dinkes Kerinci Gelar Updating Simatneo dan MPDN, Perkuat Data Ibu dan Bayi serta Pantau Capaian CKG
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:00 WIB

5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru