7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 7 Sering Dilakukan Banyak Orang

Tanpa disadari, kebiasaan harian ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sejak usia muda.

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 7 Sering Dilakukan Banyak Orang. (Foto Ilustrasi:  droensolobaru)

7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 7 Sering Dilakukan Banyak Orang. (Foto Ilustrasi: droensolobaru)

Intiperistiwa.comKesehatan jantung sering menjadi perhatian ketika gangguan sudah muncul. Padahal, banyak masalah jantung dapat di cegah sejak dini.

Sayangnya, banyak orang hanya fokus berolahraga atau mengatur pola makan. Sementara itu, mereka tetap menjalani kebiasaan kecil yang berpotensi membahayakan jantung.

Kebiasaan tersebut tampak sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika terus berlangsung, risikonya dapat meningkat secara perlahan.

Tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga penyakit jantung dapat muncul akibat pola hidup yang kurang tepat. Karena itu, mengenali pemicunya menjadi langkah penting.

Apalagi, seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga perlu meningkatkan kewaspadaan. Dengan mengetahui kebiasaan ini, perubahan dapat di lakukan lebih cepat.

1. Berolahraga, tetapi Duduk Terlalu Lama

Olahraga memang memberikan manfaat besar bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut berkurang jika Anda duduk sepanjang hari.

WebMD menjelaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan aktivitas ringan secara rutin. Pergerakan membantu menjaga kelancaran sirkulasi darah.

Jika bekerja di depan komputer, sempatkan berdiri setiap satu jam. Selain itu, berjalan singkat dapat membantu tubuh tetap aktif.

Anda juga bisa mengambil air minum sendiri atau menggunakan tangga. Aktivitas sederhana tersebut ikut mendukung kesehatan jantung.

2. Jarang Memeriksa Kondisi Kesehatan

Banyak orang tidak mengetahui kadar kolesterol mereka. Sebagian lainnya juga tidak memahami kondisi tekanan darahnya.

Padahal, kedua indikator tersebut dapat menunjukkan risiko penyakit jantung. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal.

Seseorang bisa merasa sehat meski menyimpan risiko tersembunyi. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia 20-an.

Baca Juga :  Kroasia vs Ghana Piala Dunia 2026: Menang 2-1, Kroasia Amankan Tiket ke Babak 32 Besar

Pemantauan berkala membantu dokter menentukan langkah pencegahan yang tepat. Dengan begitu, risiko komplikasi dapat di tekan.

3. Sering Terpapar Asap Rokok

Tidak merokok tentu menjadi pilihan terbaik. Namun, Anda juga perlu menghindari paparan asap rokok.

Perokok pasif tetap menghadapi risiko gangguan pembuluh darah. Selain itu, kesehatan jantung juga dapat terganggu.

Jika memungkinkan, minta orang terdekat tidak merokok di dalam rumah. Terapkan aturan serupa di kendaraan dan tempat kerja.

Lingkungan bebas asap rokok melindungi seluruh anggota keluarga. Kebiasaan ini juga mendorong orang lain menghentikan rokok.

4. Kurang Tidur

Banyak orang menganggap begadang sebagai hal biasa. Padahal, waktu tidur yang kurang berdampak pada kesehatan jantung.

Kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, kondisi ini memicu peradangan dalam tubuh.

Times of India menyebut kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah. Akibatnya, risiko resistansi insulin ikut meningkat.

Usahakan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kemudian, kurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur.

Ciptakan rutinitas malam yang lebih tenang. Dengan demikian, kualitas tidur dapat membaik.

5. Jarang Berjemur pada Pagi Hari

Paparan sinar matahari pagi memberikan manfaat bagi tubuh. Salah satunya mendukung produksi vitamin D.

The Independent melaporkan bahwa kekurangan vitamin D dapat berkaitan dengan kesehatan jantung. Karena itu, jangan mengabaikan kebiasaan sederhana ini.

Luangkan waktu beberapa menit untuk berjemur pada pagi hari. Lakukan secara rutin dan secukupnya.

Kebiasaan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Selain itu, tubuh terasa lebih segar.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 12 Juli 2026, Klaim Diamond, Skin Langka, dan Hero Fragment Hari Ini

6. Mengonsumsi Sarapan Tinggi Natrium

Banyak menu sarapan mengandung natrium cukup tinggi. Misalnya makanan olahan atau sajian instan.

Eating Well menyebut asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Kondisi itu turut memicu risiko gagal jantung.

Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2020 menemukan fakta menarik. Konsumsi makanan tinggi natrium meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 19 persen.

Risiko tersebut lebih tinggi di banding pola makan rendah natrium. Karena itu, perhatikan kandungan garam pada menu sarapan.

Pilih makanan segar dengan gizi seimbang. Langkah kecil ini memberi manfaat besar bagi jantung.

7. Langsung Membuka Ponsel Setelah Bangun Tidur

Banyak orang memulai hari dengan memeriksa ponsel. Kebiasaan tersebut tampak tidak berbahaya.

Namun, otak langsung memasuki kondisi reaktif sejak pagi. Akibatnya, tubuh belum sempat menikmati ketenangan.

Dokter spesialis tidur Annie Miller menjelaskan dampaknya. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kecemasan seiring waktu.

Selain itu, fokus dan suasana hati ikut terganggu. Ritme sirkadian tubuh pun dapat berubah.

Cobalah memberi jeda sebelum menyentuh ponsel. Gunakan waktu pagi untuk peregangan atau menarik napas dalam.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Mengubah kebiasaan memang membutuhkan proses. Namun, perubahan sederhana sering menghasilkan manfaat besar.

Mulailah memperhatikan rutinitas harian sejak sekarang. Hindari kebiasaan yang membahayakan kesehatan jantung.

Sebaliknya, bangun pola hidup yang lebih seimbang. Dengan konsistensi, jantung dapat tetap sehat dan bekerja optimal dalam jangka panjang. (id/*)

Berita Terkait

10 Ciri-Ciri Orang Bermental Kuat, Mampu Hadapi Masalah dan Belajar dari Pengalaman
Perbedaan Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3, Cek Sebelum Pilih
Iuran BPJS Kesehatan 2026 Masih Tarif Lama meski Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Rinciannya
Pindah Faskes BPJS Kesehatan Tak Harus Tunggu 3 Bulan, Ini Syaratnya
Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya
Ancaman Silent Cognitive Burden Mengintai Anak Indonesia, IHDC Ungkap Empat Penyebab Utamanya
6 Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik di Dunia 2026, Tiga Negara Asia Masuk Daftar
Kulit Telur Rebus Susah Dikupas? Coba Metode 10-5-10 yang Sedang Viral
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:00 WIB

10 Ciri-Ciri Orang Bermental Kuat, Mampu Hadapi Masalah dan Belajar dari Pengalaman

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perbedaan Fasilitas BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3, Cek Sebelum Pilih

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2026 Masih Tarif Lama meski Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Rinciannya

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Pindah Faskes BPJS Kesehatan Tak Harus Tunggu 3 Bulan, Ini Syaratnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:00 WIB

Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya

Berita Terbaru