Intiperistiwa.com – Gelombang tsunami terpantau di sejumlah wilayah Indonesia setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang selatan Mindanao, Filipina. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena tersebut pada Senin, 8 Juni 2026.
BMKG melaporkan tsunami telah terdeteksi di sembilan lokasi hingga pukul 09.48 WIB. Karena itu, sejumlah daerah kini berada dalam status siaga dan waspada tsunami.
Menurut hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 07.37.42 Wita. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur.
Selain itu, hasil pemodelan menunjukkan potensi dampak tsunami di berbagai wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini untuk daerah yang berisiko.
BMKG Petakan 25 Wilayah Berisiko
BMKG mengidentifikasi 25 wilayah yang berpotensi terdampak tsunami. Daerah-daerah tersebut terbagi dalam dua kategori berdasarkan perkiraan tinggi gelombang.
Sebanyak 15 wilayah masuk kategori siaga. Wilayah ini berpotensi mengalami tsunami dengan ketinggian antara 0,5 meter hingga 3 meter.
Sementara itu, 10 wilayah lainnya berstatus waspada. Daerah dalam kategori ini berpotensi menerima gelombang dengan ketinggian di bawah 0,5 meter.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi resmi. Selain itu, warga perlu mematuhi arahan dari pemerintah daerah dan petugas setempat.
Daftar Wilayah yang Terdeteksi Tsunami
BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sembilan lokasi. Data tersebut menunjukkan variasi ketinggian gelombang di setiap wilayah.
| No | Lokasi | Waktu | Ketinggian |
|---|---|---|---|
| 1 | Bitung | 07.51 WIB | 0,29 meter |
| 2 | Loloda, Halmahera Barat | 07.20 WIB | 0,09 meter |
| 3 | Melonguane, Kepulauan Talaud | 07.27 WIB | 0,32 meter |
| 4 | Paleleh | 07.34 WIB | 0,45 meter |
| 5 | Tahuna | 06.58 WIB | 0,30 meter |
| 6 | Talengan, Sulawesi Utara | 08.20 WIB | 0,75 meter |
| 7 | Tanjung Siduapa | 07.39 WIB | 0,32 meter |
| 8 | Ternate | 07.51 WIB | 0,14 meter |
| 9 | Ulusiau, Sitaro | 07.27 WIB | 0,18 meter |
Dari seluruh lokasi tersebut, Talengan mencatat gelombang tertinggi. Ketinggian muka air laut di wilayah itu mencapai 0,75 meter.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga Tsunami
BMKG menetapkan sejumlah daerah dalam status siaga. Wilayah ini memiliki potensi tsunami dengan ketinggian antara 0,5 meter hingga 3 meter.
Berikut daftar wilayah berstatus siaga:
- Minahasa
- Bolaang Mongondow
- Kota Manado
- Minahasa Utara
- Minahasa Selatan
- Buol
- Kepulauan Sangihe
- Gorontalo
- Kepulauan Talaud
- Kepulauan Minahasa
- Toli-Toli
- Kota Palu
- Donggala
- Kota Ternate
- Kota Bitung
Karena tingkat risikonya lebih tinggi, masyarakat di wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga diharapkan menjauhi area pesisir hingga kondisi dinyatakan aman.
Daftar Wilayah Berstatus Waspada Tsunami
Selain kategori siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dalam status waspada. Wilayah ini berpotensi menerima gelombang tsunami di bawah 0,5 meter.
Berikut daftar wilayah berstatus waspada:
- Kota Tidore
- Bulungan
- Nunukan
- Halmahera
- Kota Tarakan
- Halmahera Utara
- Kutai Timur
- Minahasa Selatan
- Kota Bontang
- Berau
Meski potensi gelombang lebih rendah, masyarakat tetap perlu berhati-hati. Sebab, kondisi laut dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas tsunami dan kondisi muka laut. Lembaga tersebut juga memperbarui informasi secara berkala sesuai hasil pengamatan terbaru.
Karena itu, masyarakat diminta mengandalkan informasi dari BMKG dan instansi terkait. Selain itu, warga perlu menghindari informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Di tengah situasi ini, kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Dengan mengikuti arahan petugas, masyarakat dapat merespons potensi bencana secara lebih cepat dan tepat.(id/*)










Komentar