Intiperistiwa.com – Pemerintah terus memperkuat kesejahteraan aparatur sipil negara, sehingga Pensiun ASN menjadi perhatian sejak awal masa pengabdian. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan komitmen tersebut melalui berbagai program perencanaan pensiun. Selain itu, PT Taspen Life menyediakan sejumlah pilihan program yang membantu ASN mempersiapkan hari tua. Karena itu, ASN memiliki kesempatan membangun kondisi keuangan yang lebih baik saat memasuki masa pensiun.
Zudan menjelaskan ASN dapat memanfaatkan berbagai program perencanaan pensiun untuk mengoptimalkan manfaat hari tua. Selain itu, peserta dapat menjalankan investasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai pilihan program. Oleh sebab itu, kebiasaan menabung dan berinvestasi secara disiplin dapat meningkatkan manfaat yang diterima saat pensiun.
Menurut Zudan, setiap ASN perlu mempersiapkan masa depan sejak awal masa kerja. Selain itu, perencanaan yang matang dapat memperbesar peluang mencapai kondisi finansial yang aman. Karena itu, ASN perlu memulai langkah tersebut sedini mungkin agar manfaatnya berkembang secara optimal.
BKN Dorong ASN Siapkan Masa Pensiun
Zudan menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan BKN Menyapa BKD bertema “Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar“ yang berlangsung secara daring. Kegiatan itu mengutip keterangannya pada Minggu (26/7/2026). Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini bagi seluruh ASN.
“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan,” kata Zudan.
Ia kembali menegaskan pentingnya memulai perencanaan sejak awal. “Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” tegasnya.
Program Taspen Life Buka Peluang THT hingga Rp1 Miliar
Zudan menjelaskan program Taspen Life menghadirkan peluang memperoleh manfaat Tabungan Hari Tua (THT) hingga Rp1 miliar. Selain itu, program tersebut juga memberikan perlindungan bagi keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun. Karena itu, ASN memiliki lebih banyak pilihan untuk mempersiapkan masa depan.
Menurut Zudan, kondisi tersebut menunjukkan ASN memperoleh akses yang semakin luas terhadap instrumen perencanaan keuangan. Selain itu, ASN dapat memilih program perlindungan hari tua sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, setiap ASN dapat menyusun strategi keuangan jangka panjang berdasarkan target kesejahteraan masing-masing.
Literasi Keuangan Jadi Bekal ASN
Zudan mengajak ASN mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Selain itu, ia berharap ASN tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial setelah memasuki masa pensiun. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.
“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” ujar Zudan.
Zudan juga menegaskan pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi dan kinerja. Selain itu, pembangunan tersebut juga mencakup kesiapan menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri. Oleh sebab itu, Zudan memandang kesejahteraan ASN harus mencakup masa aktif hingga memasuki masa purnatugas. (iD/*)











Komentar