Matahari Akan Mati, Benarkah Bumi Bisa Bertahan? Ini Rencana Gila Ilmuwan

Gabriel Harry menawarkan skenario ekstrem agar kehidupan di Bumi bertahan setelah Matahari memasuki fase raksasa merah.

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Matahari Akan Mati, Benarkah Bumi Bisa Bertahan? Ini Rencana Gila Ilmuwan. (Foto: iStockphoto/rasslava/kompas)

Matahari Akan Mati, Benarkah Bumi Bisa Bertahan? Ini Rencana Gila Ilmuwan. (Foto: iStockphoto/rasslava/kompas)

Intiperistiwa.com – Matahari diperkirakan kehabisan bahan bakar hidrogen sekitar lima miliar tahun mendatang. Setelah itu, Matahari akan mengembang menjadi raksasa merah. Perubahan tersebut dapat membuat Matahari menelan Bumi atau melemparkannya keluar orbit. Jika kondisi itu terjadi, kehidupan di Bumi hampir pasti menghadapi akhir.

Namun, peneliti independen Gabriel Harry menawarkan kemungkinan berbeda. Ia menuangkan gagasan tersebut dalam makalah untuk Journal of the British Interplanetary Society. Makalah itu telah mendapat persetujuan untuk penerbitan. Menurut Harry, manusia mungkin dapat bertahan tanpa meninggalkan Bumi.

Gagasan tersebut memang terdengar sangat sulit untuk diwujudkan. Meski begitu, Harry menganggapnya sebagai sebuah eksperimen pemikiran menarik. Ia memperkirakan skenario itu dapat menjaga kelayakan huni Bumi selama 9,1 juta miliar tahun. Karena itu, rencana tersebut membutuhkan sejumlah teknologi yang sangat ekstrem.

Perisai Raksasa Menghalangi Matahari

Langkah pertama membutuhkan perisai pelindung Matahari dalam ukuran luar biasa. Harry mengusulkan penempatan perisai tersebut pada titik Lagrange 1. Titik itu berada pada wilayah keseimbangan gravitasi antara Matahari dan Bumi. Dengan posisi tersebut, perisai dapat menghalangi radiasi Matahari yang mengancam Bumi.

Harry memperkirakan manusia perlu menutup area langit seluas 70 derajat. Langkah itu bertujuan menghalangi raksasa merah secara menyeluruh. Perisai tersebut membutuhkan radius sekitar 698.000 kilometer. Selain itu, manusia perlu mengikatnya menggunakan tambatan karbon sepanjang 1,9 juta kilometer.

Harry menulis, “Kita harus menutupi area langit seluas 70 derajat untuk memastikan raksasa merah tersebut sepenuhnya terhalang,” dikutip detikINET dari Futurism. Namun, perisai itu juga menciptakan persoalan baru. Bumi akan kehilangan radiasi panas yang selama ini berasal dari Matahari. Karena itu, manusia membutuhkan sumber energi pengganti.

Reaktor Fusi Menggantikan Panas Matahari

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Harry mengusulkan penggunaan reaktor fusi. Manusia perlu mengirim reaktor tersebut hingga kedalaman sekitar 6.500 kilometer. Lokasinya berada di dalam atmosfer Jupiter. Reaktor kemudian menghasilkan energi untuk menggantikan radiasi yang terhalang perisai.

Baca Juga :  Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Selanjutnya, manusia perlu mengirim energi tersebut kembali menuju Bumi. Harry mengusulkan penggunaan sinar laser untuk proses tersebut. Dengan demikian, Bumi tetap memperoleh sumber energi meski perisai menghalangi Matahari. Namun, teknologi itu membutuhkan kemampuan yang belum manusia kuasai saat ini.

Asteroid Menggeser Orbit Bumi

Harry juga memikirkan cara menjauhkan Bumi dari Matahari. Ia mengusulkan manusia mengarahkan sebuah asteroid mendekati permukaan Bumi. Asteroid tersebut perlu melintas di dekat Bumi sebanyak satu juta kali. Setiap lintasan kemudian menghasilkan efek ketapel gravitasi.

Efek tersebut secara bertahap memindahkan energi menuju orbit Bumi. Akibatnya, jarak orbit Bumi dari Matahari dapat semakin melebar. Dengan cara itu, Bumi dapat menjauh dari Matahari yang terus mengalami perubahan. Namun, perpindahan orbit tersebut juga menimbulkan dampak serius.

Jarak orbit yang semakin jauh dapat menghentikan aktivitas tektonik Bumi. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu siklus nutrisi planet. Harry kemudian menawarkan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Ia membayangkan manusia memasukkan antimateri ke inti Bumi setiap hari.

Tata Surya Harus Menghindari Andromeda

Skenario Harry tidak berhenti pada ancaman dari Matahari. Sekitar empat hingga lima miliar tahun kemudian, manusia juga perlu menghadapi perubahan galaksi. Pada masa tersebut, manusia yang masih bertahan harus memindahkan seluruh Tata Surya. Tujuannya untuk menghindari jalur kedatangan galaksi Andromeda.

Saat ini, Andromeda bergerak dalam lintasan yang mengarah pada tabrakan dengan Bima Sakti. Karena itu, Harry kembali mengusulkan mekanisme ketapel gravitasi. Ia menyarankan manusia menembakkan pancaran hidrogen di sekitar kutub Matahari. Pancaran tersebut dapat menghasilkan efek ketapel gravitasi untuk mengubah pergerakan Matahari.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026

Manusia dapat mengarahkan pancaran hidrogen tepat di atas kutub utara Matahari. Alternatif lainnya, pancaran tersebut dapat mengarah tepat di bawah kutub selatan. Dengan cara tersebut, manusia dapat mengubah lintasan Tata Surya secara bertahap. Namun, proses itu tentu membutuhkan teknologi dan energi dalam skala luar biasa.

Bumi Bisa Bertahan Tanpa Perjalanan Antarbintang

Secara keseluruhan, Harry menawarkan sistem perlindungan yang sangat kompleks. Sistem tersebut memungkinkan manusia bertahan tanpa menempuh perjalanan antarbintang. Selain itu, manusia tidak perlu melakukan terraformasi terhadap planet baru. Harry menyebut pilihan tersebut membutuhkan energi sejuta kali lipat lebih besar.

Jika manusia membangun sistem itu, kehidupan Bumi dapat bertahan dalam rentang waktu sangat panjang. Harry memperkirakan sistem tersebut dapat menjaga kondisi geologi Bumi. Sistem itu juga menjaga keamanan, pergantian musim, dan kehidupan sehari-hari. Bahkan, manusia masih dapat menikmati malam dengan langit bertabur bintang.

“Dengan membangun dan memelihara sistem pengamanan tersebut, selama 9,1 juta miliar tahun, kehidupan di Bumi akan terus menikmati kondisi geologi nyaman, keamanan, pergantian musim, keseharian, dan malam bertabur bintang hingga, dalam seratus triliun tahun, bintang terakhir memudar dan langit malam jadi gelap,” jelas Harry.

Pada akhirnya, skenario tersebut menggambarkan cara ekstrem mempertahankan kehidupan di Bumi. Gagasan Harry menggabungkan perisai raksasa, reaktor fusi, asteroid, dan antimateri. Selain itu, manusia perlu mengendalikan pergerakan Tata Surya dalam skala galaksi. Meski terdengar gila, gagasan tersebut menawarkan gambaran panjang tentang masa depan manusia. (iD/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru

8 Jenis Rangka Motor dan Karakternya, Kenali Perbedaannya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Otomotif

8 Jenis Rangka Motor dan Karakternya, Kenali Perbedaannya

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:00 WIB

Bantal Menguning karena Keringat? Begini Cara Membersihkannya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Bantal Menguning karena Keringat? Begini Cara Membersihkannya

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:00 WIB