Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon

Teheran mengaitkan pembukaan Selat Hormuz dengan gencatan senjata Lebanon dan ekspor minyak Iran.

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon. (Foto: AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP/cnnindonesia)

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon. (Foto: AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP/cnnindonesia)

Intiperistiwa.com – Pemerintah Iran menegaskan Selat Hormuz masih akan tetap di tutup menyusul eskalasi konflik di Lebanon selatan. Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan berlangsungnya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss. Kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah menuju penyelesaian konflik yang berkepanjangan.

Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran belum berencana membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Media itu mengutip sumber pejabat Iran yang mengetahui proses negosiasi antara Teheran dan Washington. Menurut sumber tersebut, Iran akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz selama pihak-pihak terkait belum menghormati gencatan senjata di Lebanon.

Selain itu, sumber yang sama menyebut Iran juga menunggu penerbitan izin yang memungkinkan ekspor minyak negara tersebut berjalan kembali. Karena itu, pemerintah Iran belum mengambil langkah untuk membuka akses pelayaran di kawasan strategis tersebut.

Garda Revolusi Belum Beri Izin Kapal Melintas

Laporan serupa juga datang dari kantor berita Fars. Media itu mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa Selat Hormuz masih berada dalam status penutupan. Hingga saat ini, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran belum memberikan izin kepada kapal mana pun untuk melintasi jalur tersebut.

Baca Juga :  Timnas Voli Indonesia Gagal Juara SEA V Cup 2026, Kamboja Cetak Sejarah di Final

Pihak militer menyatakan kebijakan itu tetap berlaku sampai ada pemberitahuan lanjutan. Dengan demikian, aktivitas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia masih menghadapi ketidakpastian.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan itu bertujuan membuka ruang negosiasi menuju perdamaian yang lebih permanen. Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu lalu mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

IRGC menilai serangan tersebut bertentangan dengan kesepakatan yang telah di capai antara Iran dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, mereka mengambil langkah yang di anggap sebagai bentuk respons terhadap perkembangan situasi di kawasan.

Klaim Iran di Bantah Amerika Serikat

Meski demikian, militer Amerika Serikat membantah pernyataan mengenai terganggunya lalu lintas pelayaran. Pihak militer AS menyatakan aktivitas kapal di kawasan itu masih berlangsung sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Cara Mengusir Ulat dan Semut pada Tanaman Cabai Tanpa Pestisida Kimia yang Ampuh

Di sisi lain, seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata pada Jumat, 19 Juni 2026. Kesepakatan tersebut muncul setelah rangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan yang menewaskan 47 orang.

Menurut laporan BBC, upaya penghentian pertempuran itu berlangsung di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik regional. Sejumlah pihak menilai bentrokan yang terus berlanjut dapat mengganggu proses perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah serangan Hizbullah di laporkan menewaskan empat tentara Israel di wilayah Lebanon. Insiden itu memicu ketegangan baru meski berbagai pihak sedang mendorong proses diplomasi.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa gencatan senjata telah mulai berlaku. Namun, tidak lama setelah pengumuman tersebut, juru bicara militer Israel menegaskan pasukannya tetap akan bergerak menghadapi setiap ancaman yang muncul secara langsung.

Sementara itu, Hizbullah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesepakatan gencatan senjata tersebut. Meski begitu, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menyatakan bahwa upaya untuk menghancurkan Hizbullah tidak berhasil. (id/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB