Intiperistiwa.com – Presiden Prabowo Subianto memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras bagi masyarakat rentan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya beli warga di tengah potensi kenaikan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi.
Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada jutaan penerima manfaat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
Penyaluran Di Mulai Juli 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan keputusan itu lahir dalam rapat koordinasi terbatas yang membahas perkembangan harga pangan nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo meminta pemerintah menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil. Karena itu, pemerintah memilih memperpanjang bantuan pangan selama tiga bulan.
Pemerintah mencatat sebanyak 33.244.000 warga akan menerima bantuan tersebut. Setiap penerima manfaat akan memperoleh beras 10 kilogram setiap bulan selama masa program berlangsung.
Penyaluran tahap pertama di jadwalkan mulai Juli 2026. Sementara itu, jadwal bulan berikutnya akan menyesuaikan kondisi musim paceklik dan perkembangan pasokan pangan.
Pemerintah Siapkan Sekitar 1 Juta Ton Beras
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 1 juta ton. Selanjutnya, pemerintah akan mengambil pasokan dari cadangan beras nasional yang tersedia saat ini.
Pemerintah mencatat stok cadangan beras mencapai sekitar 5,2 juta ton. Meski berkurang setelah penyaluran bantuan, pemerintah tetap meyakini ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman.
Selain itu, pemerintah ingin melindungi kelompok masyarakat rentan dari dampak perubahan nilai tukar maupun tekanan ekonomi lainnya. Karena itu, bantuan pangan kembali menjadi instrumen utama untuk menjaga daya beli.
Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilogram
Selain memperpanjang bantuan beras, pemerintah juga meluncurkan kebijakan baru untuk komoditas kedelai. Pemerintah akan memberikan subsidi harga sebesar Rp2.000 per kilogram.
Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan subsidi untuk 250 ribu ton kedelai. Kebijakan tersebut di harapkan dapat membantu pelaku usaha serta menjaga stabilitas harga produk berbahan kedelai di pasaran.
Dengan demikian, pemerintah tidak hanya fokus pada beras. Pemerintah juga berupaya menjaga keterjangkauan komoditas pangan lain yang banyak di konsumsi masyarakat.
Stok Pangan Nasional Masih Aman
Sebelum mengambil keputusan tersebut, pemerintah terlebih dahulu mengevaluasi kondisi pasokan pangan nasional. Evaluasi melibatkan laporan dari Perum Bulog, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan.
Hasil evaluasi menunjukkan stok pangan nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, sejumlah komoditas juga masih di perdagangkan di bawah harga acuan pemerintah.
Pemerintah bahkan mencatat penurunan harga telur ayam di beberapa daerah. Salah satu wilayah yang mengalami tren tersebut adalah Blitar.
Karena kondisi pasokan masih terkendali, pemerintah optimistis dapat menjalankan program bantuan pangan dan subsidi kedelai secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.(id/*)










Komentar