Intiperistiwa.com – Pelanggan internet perlu memahami ketentuan masa aktif paket, jumlah kuota tersisa, serta pilihan perlindungan yang disediakan operator. Informasi tersebut membantu pengguna mempertimbangkan layanan sesuai kebutuhan dan menghindari kebingungan ketika masa berlaku paket berakhir. Karena itu, transparansi mengenai sisa kuota menjadi bagian penting dalam layanan telekomunikasi.
Operator memiliki beberapa cara untuk membantu pelanggan memantau sisa kuota. Mekanisme rollover memungkinkan akumulasi sisa kuota sesuai ketentuan paket, sedangkan notifikasi mengingatkan pelanggan mengenai masa aktif dan jumlah kuota yang masih tersedia. Namun, kedua mekanisme tersebut memberikan bentuk perlindungan yang berbeda. Oleh sebab itu, pelanggan perlu memahami fitur setiap paket sebelum memilih layanan internet.
Persoalan perlindungan sisa kuota internet kini menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai operator seluler belum sepenuhnya memenuhi ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Surat Edaran (SE) terkait rollover atau kuota hangus. Sementara itu, Telkomsel, Indosat, dan XLSMART melaporkan mekanisme perlindungan yang mereka terapkan pada paket internet masing-masing.
Meutya Hafid Soroti Kepatuhan Operator Seluler
Meutya Hafid menyebut tingkat kepatuhan operator seluler masih berada pada kisaran 50 hingga 70 persen. Ia menyampaikan penilaian tersebut di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026.
“Jadi kita lihat kemarin kalau disebut kepatuhannya ya, 50, 60, 70 persen ya dari para operator. Karena memang sudah melakukan, namun belum sepenuhnya,” kata Meutya.
Ia berharap operator menunjukkan hasil yang lebih baik dalam laporan tiga bulan mendatang. Meski demikian, Komdigi tidak menetapkan tenggat waktu khusus bagi operator untuk memenuhi ketentuan tersebut.
Sebagai gantinya, Komdigi akan terus mengingatkan operator setiap bulan agar mereka meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perlindungan sisa kuota.
“Kalau dikasih waktu nanti teman-teman enggak buru-buru. Jadi justru kita akan on-going setiap bulannya kita akan ingatkan terus ya,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Komdigi memilih pengawasan berkelanjutan tanpa menetapkan batas waktu khusus. Selanjutnya, laporan evaluasi tiga bulan mendatang akan menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan kepatuhan operator.
Telkomsel, Indosat, dan XLSMART Laporkan Perlindungan Sisa Kuota
Ketiga operator menyampaikan jumlah paket serta mekanisme perlindungan sisa kuota yang mereka sediakan. Berikut rincian laporan masing-masing perusahaan.
1. Telkomsel: 19 Paket Menggunakan Rollover
Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyatakan perusahaannya akan mengikuti keputusan yang berlaku. Ia juga menjelaskan pentingnya menyediakan pilihan solusi sesuai kebutuhan pelanggan.
“Karena memang tidak untuk semuanya kan. Jadi emang yang penting itu disediakan pilihan sebagai solusi apa yang dibutuhkan,” kata Nugroho.
Dalam laporan kepada Komdigi, Telkomsel mencatat 95 paket internet. Dari jumlah tersebut, 19 paket menggunakan mekanisme rollover, sedangkan 76 paket lainnya mengandalkan notifikasi intensif mengenai masa berlaku dan sisa kuota.
Dengan demikian, Telkomsel melaporkan dua pendekatan perlindungan, yakni akumulasi sisa kuota pada sebagian paket dan pemberian informasi melalui notifikasi pada paket lainnya.
2. Indosat: 23 Paket Menggunakan Rollover
Indosat melaporkan 94 paket internet yang seluruhnya memiliki bentuk perlindungan sisa kuota. Dari total tersebut, 23 paket menggunakan mekanisme rollover.
Sementara itu, 71 paket lainnya mengandalkan notifikasi tambahan. Indosat mengirimkan pemberitahuan pada H-7 dan H-2 sebelum masa berlaku paket berakhir.
Melalui pengingat tersebut, pelanggan memperoleh informasi mengenai masa aktif paket sebelum batas waktunya tiba. Adapun paket yang menerapkan rollover menyediakan mekanisme akumulasi sisa kuota sesuai ketentuan layanan.
3. XLSMART: 92 Paket Menggunakan Rollover
XLSMART melaporkan 101 paket internet kepada Komdigi. Dari jumlah tersebut, 92 paket menggunakan mekanisme rollover, sedangkan 9 paket lainnya menerapkan bentuk perlindungan melalui penguatan informasi dan notifikasi.
XLSMART merinci bahwa 92 paket rollover tersebut terdiri atas 18 paket baru setelah putusan MK dan 74 paket yang telah tersedia sebelumnya.
Khusus untuk layanan XL dan AXIS, perusahaan mencatat masing-masing 38 paket yang menawarkan fitur rollover. Selain paket tersebut, XLSMART tetap menyediakan perlindungan berbentuk informasi dan notifikasi pada 9 paket lainnya dalam laporan keseluruhan.
Komdigi Lanjutkan Pengawasan Perlindungan Kuota Internet
Laporan ketiga operator memperlihatkan perbedaan jumlah paket yang menggunakan mekanisme rollover dan bentuk perlindungan lainnya. Telkomsel melaporkan 19 paket rollover, Indosat 23 paket, sedangkan XLSMART mencatat 92 paket dari keseluruhan 101 paket yang dilaporkan.
Namun, angka tersebut tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan jumlah paket karena setiap operator melaporkan jumlah keseluruhan paket yang berbeda. Karena itu, evaluasi kepatuhan perlu memperhatikan mekanisme perlindungan yang diterapkan pada setiap paket, bukan sekadar jumlahnya.
Komdigi berharap operator meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan MK dan SE. Selain itu, pengingat bulanan akan terus berjalan untuk mendorong perbaikan sebelum laporan evaluasi berikutnya dalam tiga bulan mendatang.
Bagi pelanggan, informasi tentang rollover, masa aktif, dan notifikasi tetap penting ketika memilih paket internet. Dengan memahami ketentuan setiap layanan, pengguna dapat mengetahui bentuk perlindungan sisa kuota yang tersedia sebelum membeli paket. Pembaca dapat mengikuti perkembangan berita teknologi dan kebijakan digital lainnya melalui. (iD/*)











Komentar