Rupiah Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Dolar AS Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Tertekan hingga Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Konflik Global dan Harga Minyak Jadi Pemicu.(Foto: Kilasjatim)

Rupiah Tertekan hingga Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Konflik Global dan Harga Minyak Jadi Pemicu.(Foto: Kilasjatim)

Intiperistiwa.com – Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Sejak pembukaan pasar, mata uang Garuda bergeraf terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.

Data perdagangan menunjukkan rupiah dibuka turun 39 poin atau sekitar 0,22 persen ke level Rp17.878 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.839 per dolar AS.

Tekanan jual terhadap rupiah kemudian berlanjut sepanjang sesi perdagangan. Akibatnya, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.926 per dolar AS, salah satu titik terlemah dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, data RTI mencatat kurs dolar AS terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp17.915.

Harga Minyak Dunia Meningkat, Rupiah Semakin Terbebani

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah terjadi akibat kombinasi sejumlah faktor yang mendorong kenaikan permintaan dolar AS di pasar.

Menurutnya, lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap mata uang domestik. Saat ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$94,58 per barel. Di saat yang sama, harga Brent crude oil naik ke level US$96,72 per barel.

Ibrahim menjelaskan bahwa kenaikan harga energi global biasanya berdampak langsung pada negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut membuat kebutuhan devisa untuk pembelian energi meningkat sehingga permintaan dolar AS ikut bertambah.

Baca Juga :  Kasus Richard Lee Masih Bergulir, Masa Penahanan Diperpanjang hingga Juli 2026

“Saat ini rupiah sudah melemah hingga berada di kisaran Rp17.921 per dolar AS. Kenaikan harga minyak mentah dunia, baik WTI maupun Brent, menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasar Global

Selain faktor ekonomi, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ibrahim menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Perselisihan kedua negara terkait program pengayaan uranium Iran kembali memanaskan hubungan diplomatik. Di sisi lain, pasar juga mengamati kemungkinan meningkatnya keterlibatan Iran dalam konflik regional yang melibatkan Israel.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Akibatnya, harga minyak terus bergerak naik dan memperbesar tekanan terhadap negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Sikap The Fed Menjadi Sorotan Investor

Kenaikan harga energi global juga berpotensi meningkatkan inflasi di Amerika Serikat. Biaya transportasi, logistik, dan produksi yang lebih tinggi dapat memperpanjang tekanan harga di berbagai sektor ekonomi.

Dalam kondisi tersebut, pelaku pasar memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga :  Prabowo Angkat Bicara soal Kasus Korupsi BGN

Bahkan, Ibrahim melihat peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang signifikan sepanjang tahun ini.

“Pasar melihat kemungkinan The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi. Bahkan, peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi masih terbuka apabila tekanan inflasi terus berlanjut,” jelasnya.

Kebutuhan Dolar di Dalam Negeri Terus Bertambah

Dari dalam negeri, kebutuhan terhadap dolar AS juga mengalami peningkatan. Kenaikan harga minyak global membuat kebutuhan impor energi semakin besar sehingga permintaan devisa ikut bertambah.

Selain itu, sejumlah perusahaan membutuhkan dolar AS untuk membayar dividen kepada investor asing dan memenuhi kewajiban utang luar negeri yang memasuki masa jatuh tempo.

Menurut Ibrahim, tingginya kebutuhan mata uang asing tersebut membuat tekanan terhadap rupiah semakin sulit mereda dalam jangka pendek.

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat mulai mengalihkan dana dari tabungan rupiah ke rekening valuta asing. Perubahan perilaku tersebut ikut meningkatkan permintaan dolar AS di pasar domestik.

Kondisi itu akhirnya memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan mendorong pelemahan yang lebih dalam sepanjang perdagangan.(id/*)

Berita Terkait

Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret
Prabowo Copot Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
Beredarnya Isu Purbaya Mundur dari Menkeu, Begini Jawabannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026 Naik Tipis, Simak Daftar Lengkapnya
Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara
Harga Emas Antam Hari Ini Jumat, 5 Juni 2026 Masih Bertahan
Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok pada April 2026, Impor Energi Melonjak Tajam
KPK Tahan Silmy Karim dalam Kasus Dugaan Korupsi Keimigrasian
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:00 WIB

Prabowo Copot Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:00 WIB

Beredarnya Isu Purbaya Mundur dari Menkeu, Begini Jawabannya

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 5 Juni 2026 Naik Tipis, Simak Daftar Lengkapnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya Buka Suara

Berita Terbaru

Ilistrasi VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital. (Foto: IA)

Game

VCGamers Tampung 25 Ribu UMKM Digital

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:00 WIB

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu. (Foto: shopee)

Teknologi

10 HP Android Terkencang Mei 2026 Versi AnTuTu

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:00 WIB