Intiperistiwa.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelum mengambil keputusan, Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Nanik memilih menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Karena kondisi kesehatannya, ia melepas tanggung jawab sebagai Kepala BGN.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan kabar tersebut. Menurut Dirga, Nanik menyampaikan langsung keputusannya kepada Presiden pada Rabu, 22 Juli 2026. Selanjutnya, Nanik bersiap menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Karena itu, Presiden menerima pengunduran diri Nanik sebagai Kepala BGN.
Pengabdian Nanik Selama Memimpin BGN
Dirgayuza mengaku mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Selama lebih dari sepuluh tahun, ia melihat kepedulian Nanik kepada masyarakat tidak pernah berubah. Bahkan, Nanik selalu bergerak ketika rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan. Karena itu, Dirga menilai Nanik menunjukkan dedikasi tinggi selama memimpin BGN.
Menurut Dirga, Presiden Prabowo mempercayakan kepemimpinan BGN kepada Nanik. Selanjutnya, Nanik langsung memetakan berbagai persoalan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Ia kemudian menyusun fondasi perbaikan untuk memperkuat kinerja BGN. Selain itu, ia memantau langsung dampak Program Makan Bergizi Gratis atau MBG terhadap ekonomi masyarakat.
Dirga menjelaskan, pemerintah menghentikan sementara Program MBG selama libur sekolah. Akibatnya, petani dan peternak kehilangan pasar untuk hasil produksinya. Sementara itu, pedagang membuang sebagian sayur dan buah karena pembeli berkurang. Kondisi itu menunjukkan Program MBG ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Alasan Mundur Demi Kesehatan
Presiden Prabowo melantik Nanik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta. Presiden juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Namun, kondisi kesehatan mendorong Nanik mengambil keputusan besar. Oleh sebab itu, ia memilih mengundurkan diri.
Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik menjelaskan alasan pengunduran dirinya. Ia mengatakan telah meminta izin kepada Presiden untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Selanjutnya, ia menjadwalkan keberangkatannya pada Rabu, 22 Juli 2026. Meski demikian, ia tetap mempercayai kemampuan dokter Indonesia.
Nanik mengatakan dirinya hanya ingin memperoleh second opinion. Selain itu, seorang teman merekomendasikan rumah sakit tujuan pengobatan tersebut. Setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya, Nanik mengajukan pengunduran diri kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden Prabowo menerima keputusan itu.
Tetap Mengawal Program BGN
Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik memastikan dirinya tetap berkontribusi. Menurut Nanik, Presiden Prabowo mengajaknya tetap mengawasi Badan Gizi Nasional. Bahkan, Presiden berencana membentuk dewan pengawas BGN lalu menunjuk Nanik sebagai ketuanya. Karena itu, Nanik tetap mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Nanik menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia terus mendukung berbagai langkah Presiden Prabowo. Ia juga ingin ikut memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. Karena itu, ia berharap Program Makan Bergizi Gratis terus memberi manfaat bagi masyarakat. (iD/*)











Komentar