Intiperistiwa.com – Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di Sumatra tersebut menawarkan jalur yang menantang serta panorama alam memikat. Namun, setiap pendaki wajib mematuhi aturan yang berlaku. Dengan demikian, keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan tetap terjaga.
Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) menghadirkan layanan pendaftaran yang lebih praktis bagi wisatawan. Layanan tersebut melayani pendaki Gunung Kerinci, pengunjung Danau Gunung Tujuh, dan wisatawan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Selain itu, sistem baru tersebut mempermudah proses registrasi sebelum perjalanan dimulai. Karena itu, calon pendaki kini dapat mengurus seluruh persyaratan dengan lebih cepat.
Registrasi Pendakian Kini Lebih Mudah
BB TNKS mulai mengoperasikan layanan pendaftaran daring sejak awal Juni 2026. Pendaki dapat menggunakan aplikasi Ayo ke Taman Nasional sebelum tiba di lokasi. Selain itu, pengunjung tetap dapat mendaftar langsung di pintu masuk jalur pendakian Gunung Kerinci. Pilihan tersebut memberikan kemudahan sesuai kebutuhan setiap wisatawan.
Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, menjelaskan layanan tersebut mempercepat proses registrasi. Sistem digital juga membantu petugas mencatat data kunjungan dengan lebih akurat. Oleh karena itu, pengelola dapat meningkatkan pengawasan aktivitas wisata di kawasan konservasi. Langkah tersebut sekaligus mendukung pelestarian Taman Nasional Kerinci Seblat.
“Silakan masyarakat yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam konservasi. Pendaftaran bisa dilakukan secara online maupun langsung,” kata Meri Deswita, Rabu (8/7/2026).
Dokumen yang Wajib Pendaki Siapkan
Pendaki harus menyelesaikan registrasi sebelum keberangkatan. Setelah itu, pendaki wajib membawa KTP asli bagi Warga Negara Indonesia. Sementara itu, pendaki asing harus membawa paspor atau KITAS yang masih berlaku. Semua dokumen wajib tersedia saat proses pemeriksaan.
Selain identitas diri, pendaki juga harus membawa surat keterangan sehat dari dokter. Surat tersebut harus menunjukkan kondisi fisik yang layak untuk mendaki. Karena itu, dokter perlu memastikan kesehatan jantung dan pernapasan pendaki. Pemeriksaan tersebut membantu mengurangi risiko selama perjalanan.
Pendaki berusia di bawah 17 tahun juga membutuhkan surat izin orang tua atau wali. Orang tua wajib menandatangani surat tersebut di atas materai sesuai ketentuan. Selanjutnya, pendaki sebaiknya menyimpan seluruh dokumen dalam wadah tahan air. Langkah sederhana tersebut dapat mencegah kerusakan dokumen.
Prosedur Pendakian yang Harus Dipatuhi
Pendaki wajib melakukan registrasi ulang di Pos R10 Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Jambi. Setelah itu, petugas memeriksa identitas, perlengkapan, dan jumlah anggota rombongan. Jika syarat belum lengkap, petugas meminta pendaki melengkapinya terlebih dahulu. Karena itu, pendaki sebaiknya memeriksa seluruh dokumen sebelum berangkat.
BB TNKS juga mewajibkan setiap rombongan menggunakan jasa pemandu lokal. Aturan tersebut bertujuan meningkatkan keselamatan selama perjalanan. Selain itu, jalur Gunung Kerinci terkenal cukup ekstrem ketika cuaca berubah. Kehadiran pemandu membantu pendaki menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Pendaki hanya boleh memulai perjalanan antara pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Sementara itu, setiap tim harus beranggotakan sedikitnya dua orang. BB TNKS tidak menganjurkan pendakian seorang diri karena risikonya lebih tinggi. Ketentuan tersebut bertujuan menjaga keamanan seluruh pendaki.
Tarif Masuk dan Asuransi
BB TNKS menetapkan tarif masuk sesuai hari kunjungan. Pada hari kerja, setiap wisatawan membayar tiket Rp45.000 per orang. Sementara itu, tarif hari libur mencapai Rp55.000 per orang. Besaran tarif tersebut berlaku sesuai ketentuan pengelola.
Selain tiket masuk, setiap wisatawan wajib membayar asuransi Rp2.500 per orang. Biaya tersebut memberikan perlindungan selama berada di kawasan TNKS. Karena itu, seluruh pengunjung wajib memenuhi ketentuan tersebut sebelum memasuki jalur pendakian. Sistem tersebut juga mendukung pelayanan wisata yang lebih tertib.
Perlengkapan yang Wajib Dibawa
Pendaki harus membawa perlengkapan sesuai kondisi jalur Gunung Kerinci. Selain itu, setiap perlengkapan berfungsi mendukung keselamatan dan kenyamanan selama pendakian. Karena itu, pastikan seluruh perlengkapan tersedia sebelum berangkat. BB TNKS juga mewajibkan setiap pendaki menjaga kebersihan kawasan.
Perlengkapan yang wajib dibawa meliputi:
- Tenda.
- Sleeping bag.
- Matras.
- Kompor portable.
- Logistik makanan dan minuman.
- Jaket gunung.
- Pakaian hangat berlapis.
- Headlamp.
- Sepatu gunung dengan grip kuat.
- Trash bag atau kantong sampah.
Selain perlengkapan tersebut, BB TNKS melarang pendaki membawa speaker portable, senjata api, dan senjata tajam di luar kebutuhan pendakian. Oleh karena itu, periksa kembali isi carrier sebelum berangkat. Beban carrier sebaiknya sekitar 15–20 persen dari berat badan. Dengan demikian, perjalanan akan terasa lebih nyaman.
Tips agar Pendakian Gunung Kerinci Lebih Aman
Pendaki juga perlu menyiapkan kondisi fisik dan mental sebelum memulai perjalanan. Selain itu, persiapan yang matang dapat mengurangi risiko selama pendakian. Karena itu, ikuti beberapa tips berikut.
- Lakukan latihan fisik minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
- Fokus pada latihan kardio, seperti jogging, naik tangga, atau hiking ringan.
- Pilih musim kemarau agar jalur lebih aman dan tidak licin.
- Jangan memaksakan mencapai puncak jika kondisi tubuh menurun.
- Hormati sesama pendaki dengan menjaga etika selama perjalanan.
- Bawa turun seluruh sampah yang dihasilkan.
- Ikuti arahan pemandu lokal selama pendakian.
- Siapkan mental karena jalur Gunung Kerinci cukup panjang dan menantang.
Dengan persiapan yang matang, pendaki dapat menikmati perjalanan dengan lebih aman. Selain itu, kepatuhan terhadap aturan membantu menjaga kelestarian Taman Nasional Kerinci Seblat. Pada akhirnya, pengalaman mendaki Gunung Kerinci akan menjadi lebih nyaman dan berkesan. (iD/*)











Komentar