Intiperistiwa.com – Startup gaming lokal, VCGamers, terus memperkuat perannya dalam ekonomi digital Indonesia. Platform tersebut kini menaungi sekitar 25 ribu pelaku UMKM digital. Selain itu, jumlah toko digital terus bertambah setiap tahun. Kondisi ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat.
VCGamers dikenal sebagai platform top up game dan produk digital. Namun, perusahaan juga membuka ruang usaha bagi pelaku UMKM digital. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan platform tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan. Industri gim nasional pun ikut mendorong pertumbuhan bisnis digital tersebut.
Buka Peluang untuk Pelaku Usaha Digital
Co-Founder VCGamers, Ibnu Anggara, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pelaku UMKM digital. Ia menyebut VCGamers terus menyediakan peluang usaha bagi masyarakat. Selain itu, perusahaan ingin menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh pelaku usaha digital.
“Kami menyambut pelaku UMKM yang ingin membuka toko di platform kami. VCGamers akan terus mendukung perkembangan ekonomi digital,” ujar Angga.
Menurutnya, kehadiran UMKM digital memperkuat ekosistem gim nasional. Di sisi lain, sektor digital juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Banyak orang kini memanfaatkan produk digital sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan.
Industri Digital Terus Berkembang
Angga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi digital memunculkan banyak model bisnis baru. Salah satunya bisnis berbasis produk digital. Produk tersebut meliputi voucher gim, item digital, hingga layanan pendukung industri gim.
Karena itu, pelaku UMKM mulai melihat sektor digital sebagai pasar potensial. Selain mudah dijangkau, pasar digital juga berkembang sangat cepat. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi usaha skala kecil dan menengah.
Dorong Ekosistem Digital yang Aman
VCGamers tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis digital. Perusahaan juga berupaya menciptakan ruang digital yang sehat dan aman. Salah satu langkahnya melalui penerapan aturan sesuai Indonesia Game Rating System atau IGRS.
Aturan tersebut membatasi akses produk berdasarkan usia pengguna. Dengan begitu, platform menjadi lebih ramah anak. Selain itu, perusahaan ingin menjaga kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan digital.
“Kami ingin membantu menciptakan ekosistem digital yang sehat dan ramah anak,” kata Angga.
Ia juga menilai pertumbuhan industri digital harus berjalan bersama tata kelola yang baik. Langkah tersebut penting agar perkembangan industri tetap berkelanjutan. Saat ini, VCGamers menjadi salah satu platform lokal yang menaungi puluhan ribu UMKM digital Indonesia. (id/*)










Komentar