Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun, Setoran ke Negara Mencapai Rp360,76 Triliun

Kinerja positif Pertamina pada 2025 ditopang produksi migas, bisnis hilir, serta penguatan transisi energi rendah karbon.

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun, Setoran ke Negara Mencapai Rp360,76 Triliun. (Foto: DOK. Humas Pertamina/kompas)

Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun, Setoran ke Negara Mencapai Rp360,76 Triliun. (Foto: DOK. Humas Pertamina/kompas)

Intiperistiwa.com – PT Pertamina (Persero) menutup tahun buku 2025 dengan capaian keuangan yang kuat. Perusahaan mencetak laba bersih sebesar US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,20 triliun. Data tersebut tercantum dalam Laporan Tahunan Tahun Buku 2025. Manajemen menyampaikan laporan itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Jakarta pada 23 Juni 2026.

Selain mencetak laba, Pertamina meraih pendapatan sebesar US$70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun. Perusahaan juga menghasilkan EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun. Di sisi lain, Pertamina memberikan kontribusi besar kepada negara. Nilainya mencapai Rp360,76 triliun melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Tidak hanya fokus pada kinerja keuangan, Pertamina juga memperbesar investasi dalam negeri. Sepanjang 2025, perusahaan menggelontorkan investasi sekitar US$5,9 miliar atau Rp97,20 triliun. Selain itu, penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai Rp531,5 triliun. Karena itu, aktivitas bisnis perusahaan turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi nasional.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menilai capaian tersebut menunjukkan fondasi perusahaan yang tetap kuat. Menurutnya, Pertamina terus menjaga ketahanan energi nasional. Selain itu, perusahaan juga mempercepat peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Pada saat yang sama, Pertamina tetap menjaga kesehatan keuangan secara berkelanjutan.

Produksi Migas dan Kilang Tetap Menjadi Andalan

Sektor hulu masih menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan. Sepanjang 2025, Pertamina mempertahankan produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari atau BOEPD. Angka tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Karena itu, sektor hulu terus berperan penting bagi keberlangsungan bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Prancis Kalahkan Maroko, Les Bleus Jadi Tim Pertama Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Sementara itu, sektor pengolahan mencatat perkembangan yang positif. Yield Valuable Product mencapai 83,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan kilang dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, kilang Pertamina mengolah volume intake hingga 333 juta barel sepanjang 2025.

Pada sektor hilir, Pertamina memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional. Pasokan tersebut mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Dengan demikian, sektor hilir tetap menjadi tulang punggung distribusi energi nasional.

Bisnis Gas dan Energi Bersih Terus Berkembang

Bisnis gas juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Volume transmisi gas mencapai 587 BSCF atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, volume niaga gas bertahan pada level 305 juta MMBTU. Hasil tersebut mencerminkan permintaan yang tetap kuat di berbagai sektor.

Di bidang logistik maritim, Pertamina mengangkut kargo domestik dan internasional hingga 172 juta kiloliter. Kinerja tersebut mendukung kelancaran distribusi energi ke berbagai wilayah. Karena itu, perusahaan terus memperkuat jaringan logistik sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Pertamina juga melanjutkan pengembangan energi baru dan terbarukan. Sepanjang 2025, produksi listrik mencapai 8.711 GWh. Angka tersebut naik sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi energi nasional.

Selain memperluas bisnis energi bersih, Pertamina menjalankan program dekarbonisasi di berbagai lini usaha. Program tersebut berhasil menurunkan emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO₂e selama 2025. Langkah itu mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang terus dikejar perusahaan. Dengan demikian, Pertamina tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Spanyol Hajar Austria 3-0, Oyarzabal Cetak Brace dan Bawa La Roja ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Simon menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan empat prinsip utama dalam penyediaan energi. Prinsip tersebut mencakup ketersediaan, kemudahan akses, keterjangkauan harga, dan penerimaan masyarakat. Melalui pendekatan itu, Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan energi secara merata. Selain itu, perusahaan ingin menjaga keseimbangan antara pelayanan dan keberlanjutan.

Menurut Simon, capaian tersebut tidak hanya menggambarkan keberhasilan korporasi. Perusahaan juga memikul tanggung jawab besar terhadap masyarakat dan sektor industri. Karena itu, Pertamina terus memastikan pasokan energi tetap tersedia dan andal. Langkah tersebut penting untuk menjaga pergerakan ekonomi nasional.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham. Ia menilai dukungan para pemegang saham membantu perusahaan menjaga kinerja sepanjang 2025. Selain itu, ia juga mengapresiasi kontribusi Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh Perwira Pertamina. Mereka terus menjaga keberlanjutan bisnis dan pencapaian perusahaan.

Iriawan berharap keputusan yang dihasilkan dalam RUPS dapat memperkuat langkah perusahaan ke depan. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis Pertamina. Karena itu, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk mencatatkan prestasi yang lebih baik. Ia optimistis Pertamina dapat terus meningkatkan kinerja pada masa mendatang.(iD/*)

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG pada 2027
Sudah Pensiun? Ini 12 Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dikerjakan dari Rumah
Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun, Siapa yang Dapat dan Kapan Berjalan?
7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini
Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion
Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba
Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara
Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg sebagai Alternatif LPG pada 2027

Senin, 28 September 2026 - 16:00 WIB

Sudah Pensiun? Ini 12 Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Kamis, 24 September 2026 - 22:00 WIB

Rekening Gratis Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun, Siapa yang Dapat dan Kapan Berjalan?

Selasa, 22 September 2026 - 13:00 WIB

7 Merek Rokok Tertua di Indonesia, Ada yang Masih Bertahan hingga Kini

Minggu, 20 September 2026 - 10:00 WIB

Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion

Berita Terbaru