Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul

Warga Pulau La Gomera tetap melestarikan bahasa siulan yang mampu menyampaikan kalimat lengkap hingga beberapa kilometer.

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul. (Foto: linkedin)

Sangat Unik! Warga Pulau Ini Berkomunikasi dengan Cara Bersiul. (Foto: linkedin)

Intiperistiwa.com – Di tengah kemajuan teknologi komunikasi, warga Pulau La Gomera tetap mempertahankan tradisi berbicara menggunakan bahasa siulan yang disebut Silbo Gomero. Mereka memanfaatkan cara bersiul untuk menyampaikan pesan. Selain itu, bunyi siulan mampu menjangkau jarak hingga beberapa kilometer. Keunikan itu membuat Silbo Gomero terus menarik perhatian masyarakat dunia.

La Gomera merupakan salah satu pulau di Kepulauan Canary, Spanyol. Masyarakat setempat menggunakan bahasa siulan untuk berkomunikasi . Hingga kini, seluruh sekolah di pulau itu mengajarkan Silbo Gomero sebagai mata pelajaran wajib. Oleh Karena itu, tradisi tersebut tetap bertahan dari generasi ke generasi hingga sampai saat ini.

Lahir dari Tantangan Alam

Masyarakat La Gomera menciptakan Silbo Gomero ratusan tahun lalu. Mereka memerlukan cara komunikasi yang efektif di wilayah penuh jurang dan lembah curam. Sementara itu, suara manusia sulit menjangkau lokasi yang berjauhan. Sebaliknya, bunyi siulan mampu terdengar hingga beberapa kilometer.

Times of India menjelaskan bahwa Silbo Gomero bukan sekadar kumpulan bunyi. Penutur mengubah vokal dan konsonan bahasa Spanyol Kastilia menjadi pola siulan tertentu. Mereka membedakan setiap bunyi berdasarkan tinggi nada dan aliran suara. Dengan demikian, penutur mampu menyampaikan hampir semua kalimat secara lengkap.

Baca Juga :  Remaja Ini Pecahkan Rekor 300 Tahun, Kini Jadi Profesor Termuda Dunia

Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap Silbo Gomero hanya berupa isyarat sederhana. Namun, penelitian ahli linguistik dan ilmuwan saraf menunjukkan fakta berbeda. Mereka menemukan struktur bahasa yang kompleks dalam sistem siulan tersebut. Karena itu, Silbo Gomero memiliki fungsi yang setara dengan bahasa lisan.

UNESCO Tetapkan sebagai Warisan Dunia

UNESCO mengakui Silbo Gomero sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2009. Lembaga tersebut menjelaskan bahwa bahasa siulan itu mewakili bahasa Spanyol Kastilia dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengakuan tersebut memperkuat upaya pelestarian budaya lokal. Langkah itu juga membantu menjaga tradisi yang sempat menghadapi ancaman kepunahan.

Perkembangan telepon dan teknologi modern sempat mengurangi penggunaan Silbo Gomero. Banyak generasi muda memilih sarana komunikasi yang lebih praktis. Akibatnya, jumlah penutur bahasa siulan terus menurun. Kondisi itu mendorong pemerintah mengambil langkah pelestarian.

Baca Juga :  China Selangkah Lagi Wujudkan 'Matahari Buatan', Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030

Tetap Bertahan hingga Sekarang

Pemerintah daerah memasukkan Silbo Gomero ke dalam kurikulum sekolah sejak 1999. Selanjutnya, seluruh anak di La Gomera mempelajari bahasa tersebut sejak usia dini. Kebijakan itu menjaga keberlangsungan tradisi hingga sekarang. Selain itu, masyarakat tetap menggunakan bahasa siulan dalam berbagai kegiatan.

Silbo Gomero juga menarik perhatian wisatawan dan peneliti dari berbagai negara. Penelitian menunjukkan otak penutur memproses bahasa siulan seperti bahasa lisan. Dengan demikian, sistem komunikasi tersebut memiliki struktur linguistik yang utuh. Temuan itu semakin memperkuat nilai ilmiah Silbo Gomero.

Menurut UNESCO, Silbo Gomero menunjukkan kemampuan manusia menyesuaikan bahasa dengan kondisi lingkungan. Masyarakat La Gomera menciptakan sistem komunikasi yang sesuai kebutuhan wilayahnya. Karena itu, tradisi tersebut tetap hidup meski teknologi terus berkembang. Silbo Gomero membuktikan bahasa dapat berevolusi tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai alat komunikasi. (iD/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB