BKN Terapkan Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Begini Penjelasan Zudan

BKN menguji kebijakan ASN bekerja dekat domisili untuk meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan kualitas pelayanan publik.

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BKN Terapkan Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Begini Penjelasan Zudan. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel/kompas)

BKN Terapkan Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Begini Penjelasan Zudan. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel/kompas)

Intiperistiwa.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai menguji program ASN Kerja Dekat Rumah melalui kebijakan Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga. Selain itu, BKN menempatkan sebagian pegawai di Kantor Pusat, Kantor Daerah, dan UPT agar mereka bekerja lebih dekat dengan keluarga.

Program tersebut menjadi langkah awal BKN dalam mengembangkan sistem kerja yang lebih adaptif. Sementara itu, lembaga tersebut ingin menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Dengan demikian, BKN berharap pegawai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Alasan BKN Menerapkan Program ASN Kerja Dekat Rumah

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan kebijakan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga atau work-life balance mampu meningkatkan kinerja pegawai. Menurutnya, keseimbangan tersebut mendorong semangat kerja yang lebih baik. Selain itu, pegawai memiliki kesempatan lebih besar menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

Zudan menilai kedekatan dengan keluarga dapat meningkatkan motivasi kerja ASN. Kemudian, pegawai juga memperoleh ruang yang lebih luas untuk membangun hubungan keluarga. Oleh sebab itu, BKN memulai program tersebut melalui tahap uji coba di lingkungan internal.

“Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun penginapan akibat tinggal jauhan dengan keluarga,” ujar Zudan, Kamis (23/07/2026).

Program Membantu ASN Mengurangi Pengeluaran

Selain meningkatkan kualitas hidup pegawai, BKN juga ingin membantu ASN menghemat pengeluaran rumah tangga. Selama ini, banyak ASN tinggal terpisah dari keluarga akibat penempatan kerja. Akibatnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, serta kebutuhan rumah tangga di dua lokasi.

Baca Juga :  Cuaca Indonesia Makin Panas, Apakah Sudah Masuk Kategori Gelombang Panas? Ini Penjelasan BMKG

Zudan menjelaskan penempatan yang lebih dekat dengan domisili dapat mengurangi beban tersebut secara signifikan. Sementara itu, BKN memandang langkah tersebut sebagai solusi ketika penyesuaian pendapatan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dengan demikian, ASN tetap memperoleh manfaat tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Kebijakan Menyesuaikan Kondisi Saat Ini

Zudan menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk inovasi yang sesuai dengan kondisi saat ini. Selain itu, BKN ingin menghadirkan solusi nyata bagi pegawai melalui pengurangan beban pengeluaran. Oleh karena itu, lembaga tersebut menilai kebijakan ini mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengubah kualitas layanan kepada masyarakat.

Program Masih Berstatus Uji Coba

Untuk sementara, BKN hanya menerapkan program tersebut di lingkungan internal. Selanjutnya, BKN akan mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, BKN juga akan mengukur hasil program secara menyeluruh sebelum menentukan langkah berikutnya.

BKN berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja. Kemudian, hasil tersebut dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan serupa di masa mendatang. Dengan demikian, BKN dapat memastikan setiap kebijakan tetap mendukung pelayanan publik.

Evaluasi Menjadi Dasar Pengembangan Kebijakan

BKN akan menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan pertimbangan utama. Selain itu, lembaga tersebut akan menilai pengaruh program terhadap kinerja pegawai dan organisasi. Oleh sebab itu, BKN belum menerapkan program tersebut secara luas.

Zudan Berharap Program Menginspirasi Instansi Lain

Zudan berharap inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN. Namun, ia juga ingin kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadikan program tersebut sebagai inspirasi. Menurutnya, setiap instansi dapat menyusun kebijakan pengelolaan ASN yang lebih adaptif tanpa mengabaikan profesionalisme dan akuntabilitas.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat,” jelas Zudan.

BKN Fokus pada Kesejahteraan dan Kinerja ASN

Melalui program Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga, BKN ingin menghadirkan inovasi dalam manajemen ASN. Selain meningkatkan kinerja organisasi, BKN juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pegawai sebagai aset utama birokrasi. Dengan demikian, BKN berupaya membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Baca Juga :  Daftar Harga BBM Pertamina Se-Indonesia Juli 2026

BKN berharap pegawai yang lebih dekat dengan keluarga memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi. Selain itu, pengurangan beban ekonomi dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat. (iD/*)


FAQ

1. Apa itu program ASN Kerja Dekat Rumah?

Program ini merupakan uji coba BKN yang menempatkan ASN lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

2. Mengapa BKN menjalankan program tersebut?

BKN ingin meningkatkan work-life balance, kesejahteraan pegawai, dan produktivitas kerja ASN.

3. Siapa yang mengikuti uji coba program ini?

Saat ini, BKN hanya menerapkan program tersebut bagi ASN di lingkungan internal BKN.

4. Apa manfaat program bagi ASN?

Program membantu ASN mengurangi biaya transportasi, tempat tinggal, serta pengeluaran rumah tangga karena bekerja lebih dekat dengan keluarga.

5. Apakah program ini sudah berlaku untuk seluruh ASN?

Belum. BKN masih menjalankan uji coba dan akan mengevaluasi hasilnya sebelum mempertimbangkan penerapan yang lebih luas.

Berita Terkait

Lowongan Kerja BNI 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA hingga S2 Berpeluang Bergabung, Simak Syaratnya
QR Code Pertalite Diblokir? Ini Penyebab dan Cara Ajukan Sanggah
Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Lembaga Baru yang Diresmikan Prabowo
Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
BGN Rombak Jajaran Pimpinan, 5 Pejabat Baru Siap Benahi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Empat Taruna Terbaik Raih Adhi Makayasa
Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB

Lowongan Kerja BNI 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMA hingga S2 Berpeluang Bergabung, Simak Syaratnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

BKN Terapkan Uji Coba ASN Kerja Dekat Rumah, Begini Penjelasan Zudan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:00 WIB

QR Code Pertalite Diblokir? Ini Penyebab dan Cara Ajukan Sanggah

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Lembaga Baru yang Diresmikan Prabowo

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:00 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Tarif Baru Trump untuk 60 Negara Resmi Berlaku, Indonesia Kena 10%. (Foto: AFP/SAUL LOEB/kompas)

Internasional

Tarif Baru Trump untuk 60 Negara Resmi Berlaku, Indonesia Kena 10%

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:00 WIB