Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya

Peningkatan suhu tubuh dapat mengubah fase tidur, neurokimia otak, serta intensitas mimpi.

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com – Sebagian orang mengalami mimpi saat demam yang terasa jauh lebih intens daripada biasanya. Mimpi tersebut juga dapat terasa aneh, jelas, bahkan mengganggu. Para ahli menyebut pengalaman ini sebagai fever dreams atau mimpi demam. Selain itu, peningkatan suhu tubuh dapat memengaruhi tidur, suasana hati, dan kemampuan berpikir.

Penelitian menunjukkan demam dapat mengubah pengalaman seseorang selama tidur. Kondisi tubuh yang tidak nyaman juga dapat memengaruhi jenis mimpi yang muncul. Karena itu, mimpi ketika demam sering membawa emosi lebih kuat. Beberapa orang bahkan mengalami mimpi bernuansa negatif, sedih, atau menakutkan.

Mimpi Saat Demam Bisa Terasa Lebih Jelas dan Emosional

Ahli saraf sekaligus pakar tidur Chelsie Rohrscheib, PhD, menjelaskan karakter umum mimpi demam. Menurutnya, pengalaman tersebut sering terasa lebih intens dibanding mimpi biasa. Selain itu, seseorang dapat mengingat mimpi tersebut dengan lebih jelas. Dalam beberapa kondisi, pola mimpi juga dapat muncul berulang kali.

“Biasanya, mimpi demam terasa lebih jelas, intens, atau mengganggu dibandingkan mimpi pada umumnya,” kata Chelsie Rohrscheib, PhD, ahli saraf sekaligus pakar tidur, dikutip dari Very Well Mind, Selasa (25/8/2026). Rohrscheib juga menyoroti hubungan antara demam dan perubahan neurokimia otak. Perubahan tersebut dapat memengaruhi pusat emosi dalam otak. Akibatnya, pengalaman mimpi dapat membawa nuansa emosional yang lebih kuat.

“Mimpi demam juga bisa sangat emosional, sering kali bernuansa negatif, sedih, atau menakutkan. Perubahan neurokimia selama demam dapat memengaruhi pusat emosi di otak dan mengaktifkan respons fight or flight,” sambungnya menambahkan mimpi demam juga cenderung berulang. Respons tersebut berkaitan dengan kondisi tubuh ketika menghadapi tekanan. Selain itu, demam dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman sepanjang malam. Kondisi itu kemudian ikut memengaruhi pengalaman tidurnya.

Demam Juga Memengaruhi Tubuh dan Suasana Hati

Demam dapat membuat tubuh merasa dingin dan panas secara bergantian. Selain itu, seseorang dapat mengalami sakit kepala, mual, nyeri tubuh, atau gangguan pernapasan. Perubahan suasana hati juga dapat muncul selama tubuh mengalami demam. Karena itu, berbagai gejala tersebut dapat ikut memengaruhi kualitas tidur.

Baca Juga :  Hasil China Open 2026: Jonatan Christie Bangkit Dramatis, Singkirkan Yudai Okimoto dan Lolos ke 16 Besar

Sebuah penelitian pada 2013 menemukan halusinasi atau mimpi sangat jelas dapat muncul bersama demam. Penelitian lain juga menemukan hubungan antara perubahan suhu tubuh dan suasana hati. Bahkan, perubahan suhu yang relatif kecil dapat memengaruhi kemampuan berpikir. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa suhu tubuh memiliki kaitan dengan fungsi otak.

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan kenaikan suhu tubuh dan otak. Ketika suhu tubuh meningkat, suhu otak juga dapat ikut naik. Akibatnya, otak dapat bekerja kurang optimal dibanding saat suhu tubuh normal. Kondisi tersebut dapat membuat mimpi saat demam terasa lebih aneh dari biasanya.

Perubahan Fase REM Bisa Memengaruhi Mimpi

Rohrscheib menjelaskan bahwa peningkatan suhu tubuh dapat mengganggu pengaturan tidur. Otak mengatur tidur melalui empat tahap selama seseorang beristirahat. Namun, demam dapat membuat otak lebih sulit mengendalikan tahapan tersebut. Salah satu tahap yang dapat berubah ialah Rapid Eye Movement atau REM.

“Demam dapat menyebabkan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika kita bermimpi, dimulai lebih awal atau membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase REM,” katanya. Fase REM merupakan tahap ketika seseorang banyak mengalami mimpi. Karena itu, perubahan waktu dan durasi REM dapat memengaruhi pengalaman bermimpi. Selain itu, mimpi dapat terasa lebih intens ketika seseorang menghabiskan waktu lebih lama dalam fase tersebut.

Peningkatan suhu tubuh juga dapat mengubah neurokimia dalam otak. Selanjutnya, perubahan tersebut dapat memicu mimpi yang lebih intens, aneh, atau mengganggu. Rohrscheib juga menyebut obat yang memengaruhi sistem saraf dapat memberikan efek serupa. Dengan demikian, beberapa faktor dapat memengaruhi karakter mimpi ketika seseorang mengalami demam.

Kondisi Tertentu Bisa Membuat Seseorang Lebih Sensitif

Tidak semua orang mengalami mimpi saat demam dengan tingkat intensitas yang sama. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap perubahan tidur ketika suhu tubuh meningkat. Rohrscheib menyebut kondisi psikologis tertentu dapat berkaitan dengan sensitivitas tersebut. Depresi dan gangguan tidur tertentu termasuk kondisi yang ia sebut.

Baca Juga :  BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Cair Juni 2026, Ini Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Statusnya

Pada akhirnya, fever dreams muncul bersamaan dengan berbagai perubahan tubuh selama demam. Kenaikan suhu dapat memengaruhi otak, suasana hati, neurokimia, dan tahapan tidur. Selain itu, perubahan fase REM dapat membuat mimpi terasa lebih jelas atau intens. Obat tertentu dan kondisi psikologis juga dapat ikut memengaruhi pengalaman tersebut. (iD/*)


FAQ

Apa yang dimaksud dengan mimpi demam?

Mimpi demam merupakan pengalaman bermimpi ketika seseorang mengalami demam. Orang juga mengenal kondisi tersebut dengan istilah fever dreams. Mimpi biasanya terasa lebih jelas, intens, atau mengganggu dibanding mimpi biasa. Selain itu, mimpi tersebut dapat membawa emosi negatif lebih kuat.

Mengapa mimpi saat demam terasa aneh?

Peningkatan suhu tubuh dapat ikut menaikkan suhu otak. Kondisi tersebut dapat mengganggu cara otak mengatur tidur. Selain itu, perubahan neurokimia dapat memengaruhi pusat emosi. Akibatnya, mimpi dapat terasa lebih aneh, jelas, atau menakutkan.

Apa hubungan demam dengan fase REM?

REM merupakan tahap tidur ketika seseorang banyak mengalami mimpi. Demam dapat membuat fase REM muncul lebih awal. Selain itu, seseorang dapat menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase tersebut. Perubahan itu dapat membuat pengalaman bermimpi terasa lebih intens.

Apakah obat dapat memengaruhi mimpi ketika demam?

Rohrscheib menyebut obat yang memengaruhi sistem saraf dan otak dapat memberi efek serupa. Obat tersebut dapat ikut mengubah pengalaman tidur seseorang. Namun, sumber tidak menyebut jenis obat tertentu. Karena itu, artikel ini tidak merinci obat yang dapat memengaruhi mimpi.

Siapa yang lebih sensitif mengalami mimpi demam?

Sebagian orang dapat mengalami mimpi demam lebih intens daripada orang lain. Rohrscheib menyebut kondisi psikologis tertentu dapat meningkatkan sensitivitas. Ia mencontohkan depresi serta gangguan tidur tertentu. Namun, pengalaman mimpi tetap dapat berbeda pada setiap orang.

Berita Terkait

Pasta Gigi SLS atau Non-SLS, Mana yang Lebih Baik untuk Gigi dan Mulut?
Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI
Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya

Kamis, 10 September 2026 - 11:00 WIB

Pasta Gigi SLS atau Non-SLS, Mana yang Lebih Baik untuk Gigi dan Mulut?

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Berita Terbaru