Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi

GJ 523b memiliki massa sangat besar, tetapi kepadatannya menunjukkan planet tersebut tetap didominasi material berbatu.

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi. (Foto: mediaindonesia)

Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi. (Foto: mediaindonesia)

Intiperistiwa.com – Astronom menemukan planet raksasa berbatu GJ 523b dengan karakteristik yang tidak biasa. Planet ekstrasurya tersebut memiliki massa sekitar 23 kali massa Bumi. Namun, kepadatannya sangat tinggi dan menunjukkan dominasi material berbatu. Kondisi itu membuat GJ 523b menjadi teka-teki baru bagi para ilmuwan.

Planet dengan massa sebesar GJ 523b seharusnya mampu menarik banyak gas selama proses pembentukannya. Selain itu, gravitasinya semestinya dapat mempertahankan gas tersebut dalam jumlah besar. Namun, hasil pengamatan justru menunjukkan planet ini hanya memiliki sedikit atmosfer. Karena itu, temuan tersebut menantang pemahaman ilmuwan mengenai pembentukan planet berbatu.

Space melaporkan GJ 523b memiliki ukuran sekitar 2,5 kali lebih besar dari Bumi. Para peneliti menghitung massanya mencapai sekitar 23,5 kali massa Bumi. Selain itu, planet tersebut memiliki radius sekitar 2,55 kali radius Bumi. Kepadatannya mencapai sekitar 126,82 gram per inci kubik.

Planet Raksasa Ini Mengorbit Sangat Cepat

GJ 523b mengelilingi bintang induknya setiap 17,75 hari. Sementara itu, sistem planet tersebut memiliki usia hampir 170 juta tahun. Usia tersebut membuat sistem GJ 523b tergolong masih muda dalam skala astronomi. Karena itu, sistem ini menarik untuk mempelajari tahap awal perkembangan sebuah planet.

TESS milik NASA pertama kali mengidentifikasi GJ 523b sebagai kandidat planet. Satelit tersebut mencari planet melalui penurunan berkala cahaya bintang. Penurunan itu terjadi ketika sebuah planet melintas di depan bintang induknya. Dengan metode tersebut, astronom dapat memperkirakan ukuran planet berdasarkan pola transit.

Setelah itu, astronom menggunakan teleskop WIYN berdiameter 3,5 meter untuk pengamatan lanjutan. Teleskop tersebut berada di Kitt Peak National Observatory, Arizona. Para astronom memakai spektrograf untuk mengukur tarikan gravitasi GJ 523b terhadap bintang induknya. Kemudian, mereka menggabungkan data tersebut untuk menghitung massa dan ukuran planet.

GJ 523b Membuat Ilmuwan Heran

Penemuan GJ 523b menarik perhatian karena menantang teori pembentukan planet berbatu. Pada tahap awal, planet membangun inti dari batuan dan logam. Setelah inti membesar, gravitasi dapat menarik hidrogen dan helium dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, planet dengan inti sangat besar biasanya mengembangkan selubung gas tebal.

Baca Juga :  Los Angeles Stadium Siap Jadi Panggung Besar Piala Dunia 2026

Jupiter dan Saturnus menjadi contoh planet raksasa kaya gas dalam Tata Surya. Ilmuwan memperkirakan keduanya mulai mengumpulkan banyak gas ketika intinya mencapai sekitar 20 kali massa Bumi. Namun, GJ 523b sudah memiliki massa sekitar 23 kali Bumi. Meski begitu, planet tersebut tetap didominasi batuan dan hanya menyimpan sedikit gas.

“Ini sama sekali tidak seperti yang kami perkirakan,” kata Max Kroft, penulis utama penelitian tersebut. Pernyataan itu menggambarkan perbedaan besar antara teori dan kondisi GJ 523b. Oleh sebab itu, para peneliti mencoba menyusun beberapa kemungkinan untuk menjelaskan fenomena tersebut. Namun, mereka masih membutuhkan lebih banyak data untuk memastikan penyebabnya.

Salah satu kemungkinan menyebut GJ 523b pernah memiliki atmosfer tebal. Namun, planet tersebut mungkin kemudian kehilangan sebagian besar atmosfernya. Kemungkinan lainnya melibatkan tabrakan antara dua planet pada masa lalu. Tabrakan itu dapat membentuk planet berbatu besar sekaligus melempar banyak gas ke luar angkasa.

Mega-Bumi Masih Menyimpan Banyak Pertanyaan

Astronom telah memakai istilah “mega-Earth” atau mega-Bumi selama lebih dari satu dekade. Istilah itu merujuk pada planet berbatu yang memiliki massa sangat besar. Namun, komunitas astronomi belum menjadikannya kategori resmi dalam klasifikasi planet ekstrasurya. Karena itu, GJ 523b menambah contoh penting untuk memahami jenis dunia tersebut.

Para peneliti membutuhkan lebih banyak planet seperti GJ 523b untuk melihat pola yang lebih jelas. Mereka ingin mengetahui apakah objek tersebut hanya menjadi pengecualian langka. Selain itu, mereka mempertimbangkan kemungkinan adanya populasi planet serupa dalam jumlah lebih besar. Temuan tambahan dapat membantu menjelaskan proses pembentukan planet bermassa sangat besar.

“Sulit menarik kesimpulan tentang pembentukan planet secara umum hanya dari satu sampel,” ujar Kroft. Menurutnya, astronom membutuhkan sekitar 20 hingga 30 planet dengan karakteristik serupa. Setelah itu, para peneliti mungkin mulai melihat pola tertentu. Pola tersebut dapat membantu mereka memahami bagaimana planet berbatu raksasa terbentuk.

Baca Juga :  Marc Marquez Pecahkan Rekor Bersejarah di Hungaria, Ancam Para Rival di Klasemen MotoGP 2026

Para peneliti telah mengajukan studi mengenai GJ 523b kepada The Astronomical Journal. Studi tersebut membahas karakteristik planet serta kemungkinan proses pembentukannya. Sementara itu, astronom masih membutuhkan lebih banyak objek serupa untuk menguji berbagai kemungkinan. GJ 523b kini menjadi bagian penting dalam pencarian jawaban tersebut. (iD/*)


FAQ

Apa itu GJ 523b?

GJ 523b merupakan planet ekstrasurya dengan massa sekitar 23,5 kali massa Bumi. Planet tersebut memiliki radius sekitar 2,55 kali radius Bumi. Selain itu, kepadatannya menunjukkan dominasi material berbatu. Kondisi itu membuat GJ 523b berbeda dari planet raksasa kaya gas.

Mengapa GJ 523b membuat astronom heran?

Massanya sudah melewati ambang yang biasanya memungkinkan planet menarik banyak gas. Namun, GJ 523b hanya memiliki sedikit atmosfer. Selain itu, kepadatannya menunjukkan bahwa batuan masih mendominasi komposisi planet tersebut. Karena itu, kondisi GJ 523b tidak sesuai dengan perkiraan umum ilmuwan.

Berapa lama GJ 523b mengorbit bintangnya?

GJ 523b membutuhkan sekitar 17,75 hari untuk mengelilingi bintang induknya. Sistem planet tersebut berusia hampir 170 juta tahun. Karena itu, astronom menganggap sistem tersebut masih relatif muda. Usia tersebut membantu ilmuwan mempelajari perkembangan awal sebuah planet.

Bagaimana astronom menemukan GJ 523b?

TESS milik NASA pertama kali mengidentifikasi GJ 523b sebagai kandidat planet. Setelah itu, astronom memakai teleskop WIYN untuk melakukan pengamatan lanjutan. Mereka mengukur tarikan gravitasi planet terhadap bintang induknya. Kemudian, para peneliti memakai data tersebut untuk menghitung massa dan ukurannya.

Apa yang dimaksud mega-Bumi?

Mega-Bumi merupakan istilah untuk planet berbatu dengan massa sangat besar. Astronom sudah memakai istilah tersebut selama lebih dari satu dekade. Namun, komunitas astronomi belum menetapkannya sebagai kategori resmi. GJ 523b menjadi salah satu objek yang sesuai dengan gambaran tersebut.

Berita Terkait

Daftar HP Xiaomi dan Redmi yang Tak Lagi Mendapat Update, Cek Apakah Ponsel Kamu Termasuk
Galaxy Tab S12 Series Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Rilis di Indonesia?
Rekomendasi Laptop Lenovo Tipis dan Ringan 2026, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Mobilitas Tinggi
Huawei Pura 90s Pro Max Siap Masuk Indonesia, Kamera Telephoto 200 MP Bisa Zoom hingga 20x
Heart Aerospace X1 Akhirnya Mengudara, Pesawat Listrik Terbesar Dunia Sukses Terbang Perdana
Sinyal 5G Hilang Saat Masuk Rumah atau Gedung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Huawei Pura X View Resmi Meluncur dengan Desain Unik, Usung Layar Lebar Pertama di Dunia
Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Murah, Performa Diklaim Lampaui Intel N250
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Daftar HP Xiaomi dan Redmi yang Tak Lagi Mendapat Update, Cek Apakah Ponsel Kamu Termasuk

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Galaxy Tab S12 Series Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Rilis di Indonesia?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Rekomendasi Laptop Lenovo Tipis dan Ringan 2026, Cocok untuk Kerja, Kuliah, dan Mobilitas Tinggi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Huawei Pura 90s Pro Max Siap Masuk Indonesia, Kamera Telephoto 200 MP Bisa Zoom hingga 20x

Berita Terbaru

Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi. (Foto: mediaindonesia)

Teknologi

Astronom Temukan Planet Raksasa Berbatu, Massanya 23 Kali Bumi

Senin, 24 Agu 2026 - 21:00 WIB